Riset Unand Ungkap Upaya Pengendalian Pencemaran Muara Batang Arau di ICOEE 2026

Riset Unand Ungkap Upaya Pengendalian Pencemaran Muara Batang Arau di ICOEE 2026

Kawasan Batang Arau (Foto: Kementerian PU)

Sumbardaily.com – Pengendalian Pencemaran di Muara Batang Arau menjadi fokus riset yang dibawa Universitas Andalas (Unand) ke forum internasional. Melalui kajian mengenai distribusi musiman logam berat serta identifikasi sumber pencemar di kawasan estuari Batang Arau, dosen Departemen Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Unand, Ir. Regina Mardatillah, mempresentasikan hasil penelitiannya dalam International Conference of Environmental Engineering (ICOEE) 2026 di Bali.

Penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi landasan ilmiah dalam mendukung strategi pengelolaan kawasan estuari yang lebih efektif sekaligus memperkuat upaya pengendalian pencemaran secara berkelanjutan.

Keikutsertaan Regina dalam konferensi yang berlangsung pada 30–31 Juli 2026 itu menjadi bagian dari kontribusi Universitas Andalas dalam memperkuat publikasi ilmiah di tingkat internasional sekaligus memperluas jejaring kolaborasi riset di bidang teknik lingkungan.

Mengangkat tema Engineering Solutions for Environmental Resilience in a Changing World, ICOEE 2026 mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, serta pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk berbagi gagasan, inovasi, dan hasil penelitian mengenai solusi rekayasa lingkungan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

Konferensi internasional tersebut diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Universitas Udayana dan Universitas Mahasaraswati Denpasar. Dalam pelaksanaannya, Unand juga berperan sebagai salah satu perguruan tinggi co-host, memperlihatkan keterlibatan aktif institusi dalam pengembangan riset lingkungan di tingkat global.

Pada forum ilmiah tersebut, Regina mempresentasikan penelitian berjudul "Seasonal Distribution and Source Identification of Heavy Metals in a Tropical Estuary Using Multivariate Statistical Analysis: A Case Study of the Batang Arau Estuary, Indonesia". Makalah itu dipresentasikan pada sesi Environmental Instrumentation, Modelling, and Decision Support Systems.

Penelitian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Departemen Teknik Lingkungan Universitas Andalas, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta United International University (UIU), Bangladesh. Kolaborasi lintas institusi tersebut dilakukan untuk memperkuat kajian ilmiah mengenai kondisi lingkungan estuari di Indonesia.

Dalam penelitian tersebut, tim mengkaji distribusi musiman logam berat di Muara Batang Arau, Kota Padang, menggunakan pendekatan statistik multivariat. Metode tersebut dimanfaatkan untuk mengidentifikasi sumber pencemar sekaligus menganalisis pola variasi kandungan logam berat yang terjadi pada musim yang berbeda.

Hasil analisis diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pengaruh aktivitas manusia dan faktor musiman terhadap kualitas lingkungan estuari. Dengan demikian, penelitian tersebut dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi pengelolaan kawasan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Regina menjelaskan bahwa Sungai Batang Arau memiliki fungsi strategis bagi Kota Padang. Kawasan tersebut berperan sebagai pelabuhan, pusat aktivitas ekonomi, badan air, sekaligus destinasi wisata yang mendukung berbagai aktivitas masyarakat.

Namun di sisi lain, meningkatnya aktivitas permukiman, industri, pelabuhan, serta perubahan tata guna lahan memberikan tekanan terhadap kualitas lingkungan sungai. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya penelitian mengenai identifikasi sumber pencemar dan distribusi logam berat di kawasan estuari Batang Arau.

Menurut Regina, hasil penelitian yang dipresentasikan pada ICOEE 2026 diharapkan dapat memberikan manfaat bagi penyusunan kebijakan pengelolaan lingkungan berbasis bukti ilmiah.

"Melalui penelitian ini, kami berharap hasil analisis dapat menjadi dasar dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti ilmiah untuk pengelolaan estuari yang lebih efektif dan berkelanjutan. Temuan penelitian juga diharapkan dapat mendukung strategi pemantauan kualitas air dan pengendalian pencemaran di Muara Batang Arau," ujar Regina, dikutip Selasa (4/8/2026).

Selain menjadi presenter, Regina juga mengikuti berbagai sesi ilmiah dan diskusi bersama peneliti dari berbagai negara. Kegiatan tersebut membuka peluang kolaborasi riset, publikasi ilmiah internasional, serta pengembangan inovasi teknologi lingkungan yang diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penyelesaian berbagai persoalan lingkungan, baik di tingkat nasional maupun global.

Partisipasi Unand dalam Forum Internasional ICOEE 2026 juga mencerminkan komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas penelitian, memperluas jejaring akademik internasional, serta mendukung internasionalisasi perguruan tinggi melalui kolaborasi riset lintas disiplin dan lintas negara.

Melalui riset yang dipresentasikan di ICOEE 2026, Unand tidak hanya memperkuat kiprahnya di tingkat internasional, tetapi juga menghadirkan kajian ilmiah yang berorientasi pada solusi nyata bagi Pengendalian Pencemaran di Muara Batang Arau.

Temuan tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dalam mendukung pemantauan kualitas air, mengidentifikasi sumber pencemar secara lebih akurat, serta memperkuat strategi pengelolaan estuari yang efektif dan berkelanjutan di masa mendatang. (*)

Baca Juga

Dukung Pembelajaran Sains, Unand Hadirkan Buku Praktikum Biologi dan Bioteknologi untuk Siswa SMA
Dukung Pembelajaran Sains, Unand Hadirkan Buku Praktikum Biologi dan Bioteknologi untuk Siswa SMA
Perubahan Iklim Ancam Ketahanan Pangan, Unand Dorong Penguatan Hutan Nagari Lewat Perdagangan Karbon
Perubahan Iklim Ancam Ketahanan Pangan, Unand Dorong Penguatan Hutan Nagari Lewat Perdagangan Karbon
Riset Unand: Gambir dan Buah Mangrove Berpotensi Jadi Aditif Pakan Ternak Ramah Lingkungan
Riset Unand: Gambir dan Buah Mangrove Berpotensi Jadi Aditif Pakan Ternak Ramah Lingkungan
Riset Unand Ciptakan Pakan Fungsional Berbasis Bahan Lokal untuk Daging dan Susu Premium
Riset Unand Ciptakan Pakan Fungsional Berbasis Bahan Lokal untuk Daging dan Susu Premium
Tekan Emisi Metana dan Tingkatkan Produksi Daging, Unand Kembangkan Wafer Pakan Komplit Fungsional
Tekan Emisi Metana dan Tingkatkan Produksi Daging, Unand Kembangkan Wafer Pakan Komplit Fungsional
AICCON 2026 di Padang Luncurkan Panduan Kurikulum Ilmu Komunikasi Aspikom
AICCON 2026 di Padang Luncurkan Panduan Kurikulum Ilmu Komunikasi Aspikom