Realisasi TKD Rp116,97 Miliar Dipercepat, Payakumbuh Fokus Mitigasi dan Infrastruktur

Realisasi TKD Rp116,97 Miliar Dipercepat, Payakumbuh Fokus Mitigasi dan Infrastruktur

Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Rida Ananda, saat mengikuti rapat koordinasi bersama Gubernur Sumatera Barat di Padang, Selasa (21/7/2026). (Foto: Pemko Payakumbuh)

Sumbardaily.com - Pemerintah Kota Payakumbuh mempercepat realisasi tambahan Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026 senilai Rp116,97 miliar. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung berbagai program strategis, mulai dari rehabilitasi, rekonstruksi, penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

Komitmen percepatan penyerapan anggaran itu ditegaskan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Rida Ananda, saat mengikuti rapat koordinasi bersama Gubernur Sumatera Barat di Padang, Selasa (21/7/2026).

Rida menjelaskan tambahan TKD yang diterima Kota Payakumbuh telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor 59 Tahun 2026 dengan nilai mencapai Rp116,97 miliar. Pemerintah Kota Payakumbuh kemudian langsung menindaklanjuti kebijakan tersebut dengan mempercepat pelaksanaan seluruh program agar berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

"Tambahan TKD ini telah ditetapkan melalui Peraturan Wali Kota Nomor 9 Tahun 2026 sejak 13 Mei 2026. Kami melibatkan 20 perangkat daerah agar seluruh tahapan pelaksanaan dapat bergerak secara bersamaan," kata Rida.

Menurutnya, keterlibatan 20 perangkat daerah menjadi bagian dari strategi pemerintah agar proses pelaksanaan program berlangsung serentak sehingga target penyelesaian kegiatan dapat tercapai sesuai waktu yang direncanakan.

Rida menerangkan penggunaan tambahan anggaran tersebut mengacu pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.3/1084/SJ. Bagi pemerintah daerah di Sumatera Barat yang tidak terdampak langsung bencana, dana tersebut diprioritaskan untuk mendukung berbagai program, di antaranya penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, penanaman pohon, pengendalian inflasi, pemulihan ekonomi, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur, hingga pemberian bantuan kepada daerah yang terdampak bencana.

Ia mengungkapkan seluruh organisasi perangkat daerah yang terlibat kini telah menjalankan tahapan pengadaan barang dan jasa sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sejumlah kegiatan bahkan telah memasuki proses mini kompetisi dan reviu oleh Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ).

Sementara itu, kontrak pekerjaan fisik direncanakan mulai berjalan secara bertahap pada pekan kedua hingga pekan keempat Agustus 2026.

"Sejak penetapan anggaran, seluruh perangkat daerah langsung bergerak menyiapkan proses pengadaan sesuai peraturan perundang-undangan agar pelaksanaan kegiatan tidak mengalami keterlambatan," ujarnya.

Rida optimistis percepatan pelaksanaan program yang didanai melalui tambahan TKD dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan dasar kepada masyarakat sekaligus meningkatkan ketahanan daerah menghadapi berbagai potensi bencana.

Di sisi lain, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengingatkan seluruh pemerintah kabupaten dan kota agar mempercepat realisasi tambahan TKD di masing-masing daerah. Dari total alokasi tambahan TKD sebesar Rp2,617 triliun untuk Sumatera Barat, tingkat realisasi hingga 17 Juli 2026 masih berada pada angka 7,8 persen.

Menurut Mahyeldi, sektor infrastruktur memperoleh porsi anggaran terbesar, namun penyerapannya masih tergolong rendah sehingga seluruh pemerintah daerah diminta segera mempercepat pelaksanaan kegiatan.

"Infrastruktur menjadi sektor dengan alokasi terbesar, namun realisasinya masih rendah. Karena itu seluruh pemerintah daerah perlu mempercepat pelaksanaan kegiatan agar pemulihan pascabencana berjalan sesuai target," kata Mahyeldi.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera Barat.

Menutup keterangannya, Rida kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kota Payakumbuh untuk menuntaskan seluruh program yang didanai melalui tambahan TKD sesuai target waktu sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.

Ia menyebut percepatan realisasi anggaran tersebut sejalan dengan arah pembangunan yang dijalankan Wali Kota Zulmaeta, yakni memperkuat ketahanan daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, serta mendorong pembangunan yang tangguh dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Payakumbuh. (*)

Baca Juga

Harga Pangan Berfluktuasi, Pasar Sembako Murah KZN Jadi Solusi bagi Warga Payakumbuh
Harga Pangan Berfluktuasi, Pasar Sembako Murah KZN Jadi Solusi bagi Warga Payakumbuh
Bangun Masyarakat Tangguh, Pemko Payakumbuh Gelar Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana
Bangun Masyarakat Tangguh, Pemko Payakumbuh Gelar Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana
Payakumbuh Bantu Agam Rp1 Miliar, Dukung Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana
Payakumbuh Bantu Agam Rp1 Miliar, Dukung Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana
Tambahan TKD Rp116,96 Miliar untuk Payakumbuh Disiapkan Perkuat Infrastruktur dan Ketahanan Daerah
Tambahan TKD Rp116,96 Miliar untuk Payakumbuh Disiapkan Perkuat Infrastruktur dan Ketahanan Daerah
Bantu Korban Bencana, Pemko Payakumbuh Alokasikan Rp1 Miliar untuk Lima Puluh Kota
Bantu Korban Bencana, Pemko Payakumbuh Alokasikan Rp1 Miliar untuk Lima Puluh Kota
Cerita Sapi Kurban Prabowo di Payakumbuh: Berbobot 1,2 Ton dan Hasil Inseminasi Buatan
Cerita Sapi Kurban Prabowo di Payakumbuh: Berbobot 1,2 Ton dan Hasil Inseminasi Buatan