Bantuan Bencana Sumatra Tembus Rp113,8 Miliar, FOZ Bangun Rumah hingga Sekolah

Bantuan Bencana Sumatra Tembus Rp113,8 Miliar, FOZ Bangun Rumah hingga Sekolah

Ketua Umum FOZ, Wildhan Dewayana, dalam kegiatan Bimas Islam Talks dan Public Expose di Jakarta, Kamis (11/6/2026). (Foto: Kemenag)

Sumbardaily.com - Upaya penanganan bencana di wilayah Sumatra tidak hanya dilakukan oleh pemerintah. Sejumlah lembaga filantropi juga turut berperan dalam membantu masyarakat terdampak, termasuk Forum Zakat (FOZ) yang telah menyalurkan bantuan senilai Rp113,8 miliar sejak akhir 2025 hingga Juni 2026.

Bantuan tersebut dihimpun dan disalurkan oleh berbagai Lembaga Amil Zakat yang tergabung dalam FOZ. Program kemanusiaan itu menjangkau 49 kabupaten dan kota yang tersebar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, wilayah yang terdampak berbagai bencana dalam periode tersebut.

Ketua Umum FOZ, Wildhan Dewayana, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan mencakup berbagai sektor penting, mulai dari layanan kesehatan, distribusi logistik, pendidikan, pencarian dan pertolongan, hingga layanan pengungsian dan perlindungan bagi warga terdampak.

Menurutnya, proses penyaluran bantuan masih terus berlangsung dan kini telah memasuki tahap pemulihan jangka panjang.

"Penyaluran bantuan masih terus berjalan dan saat ini sudah memasuki fase rekonstruksi, seperti pembangunan rumah, masjid, sekolah, dan fasilitas lainnya," ujar Wildhan dalam kegiatan Bimas Islam Talks dan Public Expose di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Data FOZ menunjukkan bahwa sektor logistik menjadi program dengan jangkauan penerima manfaat terbesar. Sebanyak 808.014 orang telah menerima bantuan logistik yang disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di berbagai daerah.

Sementara itu, program layanan kesehatan telah menjangkau 25.495 penerima manfaat. Bantuan di bidang pendidikan juga diberikan kepada 2.656 penerima manfaat guna mendukung keberlangsungan aktivitas belajar masyarakat yang terdampak.

Tidak hanya menyalurkan bantuan kebutuhan dasar, penanganan bencana yang dilakukan FOZ juga melibatkan ribuan relawan dari berbagai lembaga anggota dalam kegiatan pencarian dan pertolongan. Selain itu, layanan pengungsian dan perlindungan telah menjangkau sebanyak 2.268 penerima manfaat.

Wildhan mengatakan, respons kemanusiaan yang dilakukan lembaga amil zakat saat ini tidak lagi berfokus pada penanganan darurat semata. Seiring berjalannya waktu, perhatian kini diarahkan pada proses pemulihan dan pembangunan kembali sarana yang rusak akibat bencana.

Pembangunan rumah, masjid, sekolah, dan berbagai fasilitas lainnya menjadi bagian dari langkah rekonstruksi yang sedang dijalankan guna membantu masyarakat kembali menjalani aktivitas secara normal.

Ia menambahkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak. Salah satu bentuk sinergi yang dilakukan adalah kolaborasi dengan Kementerian Agama untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa keberadaan Lembaga Amil Zakat maupun Badan Amil Zakat Nasional memiliki peran strategis dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia.

"Kementerian Agama terus memperkuat tata kelola filantropi Islam melalui kebijakan, regulasi, pembinaan, dan pengawasan agar pengelolaan zakat semakin profesional, akuntabel, dan berdampak luas bagi masyarakat," kata Abu Rokhmad.

Menurutnya, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap filantropi Islam terus mengalami peningkatan. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat yang pada akhirnya dapat memperkuat berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Abu Rokhmad menyebut upaya tersebut sejalan dengan penguatan ekosistem filantropi Islam yang terus didorong oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Dengan penghimpunan zakat yang semakin optimal, berbagai program sosial dan pemberdayaan diyakini dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Ia juga menilai kontribusi lembaga zakat selama ini telah dirasakan dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dakwah, hingga kegiatan kemanusiaan. Dalam situasi kebencanaan, lembaga zakat bahkan kerap menjadi pihak yang bergerak cepat untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.

"Sudah banyak contoh keberhasilan pemberdayaan yang mampu mengubah mustahik menjadi muzakki. Hanya saja, capaian-capaian tersebut belum banyak diketahui publik dan perlu lebih luas dipublikasikan," pungkasnya.

Besarnya nilai bantuan yang telah disalurkan serta luasnya jangkauan penerima manfaat menunjukkan bahwa kolaborasi antara lembaga zakat dan pemerintah memiliki peran penting dalam memperkuat penanganan bencana sekaligus mempercepat pemulihan masyarakat di berbagai wilayah Sumatra. (*)

Baca Juga

Pemprov Sumbar Kebut Rekonstruksi Pascabencana, 10 Paket Proyek Sudah Berkontrak
Pemprov Sumbar Kebut Rekonstruksi Pascabencana, 10 Paket Proyek Sudah Berkontrak
Jelang Kunjungan Satgas Pusat, Pemkab Pasaman Barat Perkuat Persiapan Rehabilitasi Pascabencana
Jelang Kunjungan Satgas Pusat, Pemkab Pasaman Barat Perkuat Persiapan Rehabilitasi Pascabencana
Pemulihan Perikanan Agam Pascabencana Jadi Fokus Kunjungan Direktorat KKP
Pemulihan Perikanan Agam Pascabencana Jadi Fokus Kunjungan Direktorat KKP
Payakumbuh Bantu Agam Rp1 Miliar, Dukung Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana
Payakumbuh Bantu Agam Rp1 Miliar, Dukung Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana
Wali Kota Padang, Fadly Amran berbicara di forum GSDC 2026 membahas penanganan bencana hidrometeorologi Kota Padang.
Satu-satunya Kepala Daerah di GSDC 2026, Fadly Amran Bawa Kisah Ketangguhan Padang ke Panggung Internasional
Dari Huntap hingga Infrastruktur, Agam Percepat Pemulihan dan Raih Apresiasi Satgas PRR
Dari Huntap hingga Infrastruktur, Agam Percepat Pemulihan dan Raih Apresiasi Satgas PRR