Sumbardaily.com – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang kini tidak hanya berfokus pada penanganan kebakaran.
Dalam beberapa bulan terakhir, petugas Damkar justru lebih banyak diterjunkan untuk menangani berbagai situasi darurat non kebakaran yang mengancam keselamatan warga.
Mulai dari gangguan ular, tawon, lebah, biawak, hingga pencarian orang hilang, seluruhnya menjadi bagian dari tugas harian tim penyelamatan atau rescue Damkar Padang.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan Damkar kini semakin dibutuhkan masyarakat dalam berbagai kondisi darurat di luar peristiwa kebakaran.
Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana (Sarpras) Dinas Damkar Kota Padang, Rinaldi, mengungkapkan bahwa aktivitas penyelamatan saat ini menjadi salah satu pekerjaan yang paling dominan dilakukan personel di lapangan.
Menurut Rinaldi, tim rescue hampir setiap hari menerima laporan dari masyarakat terkait situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat dan keahlian khusus.
Tidak hanya menangani ancaman hewan berbahaya, petugas juga kerap membantu warga dalam kondisi teknis lainnya.
“Penyelamatan itu ada masalah ular, tawon, orang hilang, sampai pelepasan cincin,” ujar Rinaldi, dikutip Sabtu (16/5/2026).
Ia menjelaskan, seluruh penanganan tersebut merupakan bentuk pelayanan rutin Damkar Kota Padang kepada masyarakat.
Kehadiran petugas di tengah warga dinilai penting untuk memberikan rasa aman dalam menghadapi berbagai kondisi darurat yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Berdasarkan data rekapitulasi Damkar Kota Padang hingga April 2026, jumlah aksi penyelamatan non kebakaran tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan kasus kebakaran yang ditangani selama empat bulan pertama tahun ini.
Sepanjang Januari hingga April 2026, Damkar Padang menangani sekitar 100 kejadian kebakaran. Namun, jumlah tersebut masih kalah dibandingkan aksi penyelamatan non kebakaran yang terus meningkat setiap bulannya.
Kategori animal rescue atau penyelamatan satwa liar menjadi penanganan yang paling banyak dilaporkan masyarakat. Tercatat sebanyak 951 aksi penyelamatan dilakukan Damkar Padang selama periode Januari hingga April 2026.
Ratusan penanganan tersebut mencakup gangguan ular, tawon, lebah, biawak, hingga pencarian orang hilang yang membutuhkan bantuan petugas rescue.
Jika dirinci per bulan, pada Januari tercatat sebanyak 245 kejadian penyelamatan. Kemudian pada Februari terdapat 237 kejadian, Maret meningkat menjadi 270 kejadian, dan April sebanyak 199 kejadian.
Tingginya angka penanganan situasi darurat non kebakaran tersebut memperlihatkan semakin luasnya peran Damkar Padang di tengah masyarakat.
Tidak hanya identik dengan pemadaman api, petugas Damkar kini juga menjadi garda terdepan dalam berbagai aksi penyelamatan yang berkaitan langsung dengan keselamatan warga.
Rinaldi menegaskan, seluruh personel Damkar Kota Padang akan terus bersiaga untuk memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat.
“Damkar Kota Padang selalu siaga memberikan pertolongan bagi warga,” pungkasnya. (*)
















