Sumbardaily.com, Padang - Suasana di kawasan Lumin Park, Kota Padang, berubah drastis pada Kamis (27/11/2025) pagi. Lokasi wisata yang biasanya ramai itu mendadak dipenuhi duka setelah tim Satgas Brimob Polda Sumbar menemukan sejumlah jenazah dalam operasi pencarian pasca cuaca ekstrem yang memicu banjir bandang di wilayah Lubuk Minturun, Koto Tangah. Para korban segera dievakuasi dan dibawa ke RSUD Rasidin untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Operasi pencarian dimulai setelah muncul laporan masyarakat mengenai dugaan korban hilang di sekitar kawasan Lumin Park. Tim bergerak melakukan penyisiran ke area yang dipenuhi vegetasi rapat dan kondisi medan yang sulit dijangkau.
Beberapa jam kemudian, petugas menemukan sejumlah jasad dalam kondisi tidak bernyawa, yang seluruhnya berada di titik berbeda antara Lumin Park hingga area belakang pusat perbelanjaan di sekitarnya.
Dansat Brimob Polda Sumbar, Kombes Lukman mengatakan, pihaknya melakukan pencarian dengan penuh kehati-hatian. Ia menyebut medan licin dan tertutup semak menjadi tantangan utama petugas saat mengevakuasi para korban.
“Kami bergerak berdasarkan laporan warga dan melaporkan setiap temuan secara berjenjang. Saat ini penyelidikan masih berlangsung. Kami meminta masyarakat menahan diri dari spekulasi. Prioritas kami adalah proses identifikasi dan memastikan lokasi tetap aman,” katanya.
Sementara itu, pihak Polda Sumbar memastikan bahwa seluruh akses menuju titik pencarian kini dijaga ketat guna menjaga kelancaran olah tempat kejadian perkara.
Aparat juga mengimbau warga yang merasa kehilangan anggota keluarga agar mendatangi RSUD Rasidin untuk proses pencocokan data dan ciri-ciri korban.
Data terbaru dari Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan, menyebutkan empat dari lima jenazah yang ditemukan merupakan korban banjir bandang di Kelurahan Lumin.
Para korban terdiri dari dua orang dewasa, satu remaja, dan satu balita. Selain korban jiwa, tercatat beberapa rumah mengalami kerusakan kategori sedang dan tiga sekolah dasar mengalami kerusakan berat.
Identitas korban mulai terungkap satu per satu. Korban balita diketahui bernama Najia Putri Andrisya, berusia tiga bulan, putri dari pasangan Andri dan Stesya Ariesta yang merupakan Praja Wanita dari Satpol PP Kota Padang.
Bayi tersebut ditemukan tidak jauh dari rumahnya. Korban lansia bernama Samsul Kamaruddin, diperkirakan berusia 72 tahun, warga Lubuk Minturun yang terseret banjir saat luapan sungai menghantam pemukiman.
Korban remaja teridentifikasi sebagai Aidil Putra, berusia sekitar 13 tahun, pelajar kelas satu SMP. Aidil ditemukan di kawasan belakang Lumin Park, tempat yang sama dengan lokasi ditemukannya Samsul.
Sementara satu korban dewasa lainnya yang diperkirakan berusia 35 tahun masih dalam proses identifikasi. Korban diperkirakan merupakan warga Balai Gadang dan turut menjadi bagian dari warga yang terdampak banjir.
RSUD Rasidin membuka akses bagi keluarga maupun warga yang membutuhkan informasi terkait para korban.
Hingga siang hari, arus keluarga yang datang untuk memastikan identitas anggota keluarga mereka terus berdatangan.
Sementara itu, aparat di lapangan masih melakukan penyisiran lanjutan untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal.
Banjir bandang yang terjadi di Padang ini merupakan dampak dari cuaca ekstrem yang melanda beberapa wilayah Sumbar dalam beberapa hari terakhir.
Pantauan di lapangan, luapan sungai di Lubuk Minturun menjadi salah satu titik terdampak paling parah, dengan aliran air deras yang membawa material lumpur dan pepohonan hingga ke kawasan pemukiman masyarakat. (adl)















