Fakta Menarik Jemaah Haji Pesisir Selatan 2026, Termuda 20 Tahun dan Tertua 83 Tahun

Fakta Menarik Jemaah Haji Pesisir Selatan 2026, Termuda 20 Tahun dan Tertua 83 Tahun

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kakanmenhaj) Kabupaten Pesisir Selatan, Betriadi, saat prosesi pelepasan di Masjid Akbar Baiturrahman, Senin (4/5/2026). (Foto: Pemkab Pessel)

Sumbardaily.com - Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kakanmenhaj) Kabupaten Pesisir Selatan, Betriadi, memaparkan secara rinci data jemaah haji tahun 1447 H/2026 M saat prosesi pelepasan di Masjid Akbar Baiturrahman, Senin (4/5/2026).

Data tersebut menarik perhatian karena mayoritas jemaah masuk kategori lanjut usia (lansia), bahkan empat orang di antaranya telah berusia di atas 80 tahun.

Prosesi pelepasan jemaah haji itu turut dihadiri Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim, Sekdakab Zainal Arifin, Anggota DPR RI Lisda Hendrajoni, Ketua GOW Oktarina Risnaldi, Ketua DWP, unsur Forkopimda, para asisten, staf ahli, kepala OPD, hingga keluarga jamaah.

Dalam laporannya, Betriadi menyampaikan jumlah jemaah haji asal Pesisir Selatan tahun ini mencapai 209 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 208 jemaah dan satu orang Petugas Haji Daerah (PHD) yang tergabung dalam Kloter 11 Embarkasi Padang.

“Total jemaah kita sebanyak 209 orang. Mereka berasal dari berbagai kecamatan di Pesisir Selatan dan akan tergabung dalam Kloter 11 Embarkasi Padang,” ujar Betriadi dicuplik laman resmi.

Selain jumlah jemaah, data usia juga menjadi sorotan. Jemaah termuda tercatat atas nama Aulia Digyana Irwan asal Kecamatan IV Jurai yang berusia sekitar 20 tahun. Sementara itu, jemaah tertua adalah Nurhaidah dari Kecamatan Linggo Sari Baganti dengan usia 83 tahun.

Betriadi menjelaskan, komposisi jemaah tahun ini didominasi kelompok usia lanjut. Dari total jemaah, sebanyak 103 orang merupakan non-lansia, sedangkan 105 orang lainnya masuk kategori lansia berusia 65 tahun ke atas.

Menariknya lagi, terdapat empat jemaah yang usianya telah melampaui 80 tahun. Mereka berasal dari sejumlah kecamatan berbeda di Pesisir Selatan.

“Empat jemaah kita bahkan berusia di atas 80 tahun, di antaranya Zainudin dari Ranah Ampek Hulu Tapan, Nurhaidah dari Linggo Sari Baganti, Imam Kanapi dari Lunang, dan Rabayus dari Sutera,” jelasnya.

Dari sisi sebaran wilayah, Kecamatan Lunang menjadi daerah dengan jumlah jemaah terbanyak yakni 45 orang. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan IV Jurai dengan 42 jemaah dan Kecamatan Silaut sebanyak 19 orang.

Selanjutnya, Kecamatan Ranah Pesisir tercatat mengirimkan 18 jemaah, Lengayang 17 jemaah, serta Koto XI Tarusan sebanyak 12 jemaah. Sementara itu, Kecamatan Bayang dan Sutera masing-masing menyumbang 11 jemaah.

Adapun Kecamatan Batang Kapas memberangkatkan 8 jemaah, Linggo Sari Baganti 7 jemaah, Basa Ampek Balai Tapan 7 jemaah, serta Airpura sebanyak 6 jemaah.

Sedangkan Bayang Utara memiliki 4 jemaah dan Ranah Ampek Hulu Tapan tercatat sebanyak 3 jemaah.

Tak hanya itu, Betriadi juga mengungkapkan adanya perhatian khusus terhadap jemaah dengan kebutuhan khusus. Tahun ini terdapat 12 jemaah pengguna kursi roda yang akan mendapatkan pendampingan selama pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.

Untuk jadwal keberangkatan, seluruh jemaah dijadwalkan masuk Asrama Haji Tabing Padang pada 4 Mei 2026 pukul 21.00 WIB. Setelah itu, rombongan akan diberangkatkan melalui Bandara Internasional Minangkabau pada 5 Mei 2026 pukul 23.35 WIB.

Jemaah diperkirakan tiba di Madinah pada 6 Mei 2026 pukul 04.30 waktu Arab Saudi.

Sementara itu, jadwal pemulangan direncanakan berlangsung pada 15 Juni 2026. Rombongan dijadwalkan berangkat dari Bandara Jeddah pukul 00.45 waktu Arab Saudi dan tiba kembali di Bandara Internasional Minangkabau pukul 14.00 WIB.

Betriadi juga memastikan seluruh jemaah akan mendapatkan layanan konsumsi penuh selama menjalankan ibadah haji. Selain itu, lokasi penginapan jemaah telah disiapkan di kawasan strategis.

“Seluruh jemaah juga akan mendapatkan layanan konsumsi penuh selama di Tanah Suci sebanyak 127 kali makan, serta ditempatkan di wilayah Markaziyah di Madinah dan Aziziyah di Mekkah,” tutup Betriadi. (*)

Baca Juga

Kabut Asap Bikin Udara Painan Tidak Sehat, Pemkab Pessel Keluarkan 7 Langkah Antisipasi
Kabut Asap Bikin Udara Painan Tidak Sehat, Pemkab Pessel Keluarkan 7 Langkah Antisipasi
Kabut Asap Mengancam Kesehatan, Siswa di Pessel Jalani Pembelajaran Jarak Jauh
Kabut Asap Mengancam Kesehatan, Siswa di Pessel Jalani Pembelajaran Jarak Jauh
47 Persen Penduduk Belum Kawin, Disdukcapil Pesisir Selatan Rilis Data Terbaru
47 Persen Penduduk Belum Kawin, Disdukcapil Pesisir Selatan Rilis Data Terbaru
Model PERE-SPHL Dikembangkan untuk Tingkatkan Keterampilan Jurus Tunggal Pencak Silat
Model PERE-SPHL Dikembangkan untuk Tingkatkan Keterampilan Jurus Tunggal Pencak Silat
Antrean Haji Indonesia Kini 14 Tahun, Prabowo Minta Terus Dipangkas
Antrean Haji Indonesia Kini 14 Tahun, Prabowo Minta Terus Dipangkas
Setelah 46 Tahun, Museum Mande Rubiah Pesisir Selatan Akhirnya Tercatat Nasional
Setelah 46 Tahun, Museum Mande Rubiah Pesisir Selatan Akhirnya Tercatat Nasional