El Nino Godzilla 2026 Mengancam, Payakumbuh Siaga Hadapi Kemarau Ekstrem

El Nino Godzilla 2026 Mengancam, Payakumbuh Siaga Hadapi Kemarau Ekstrem

Ilustrasi Musim Kemarau (Foto: Pexels)

Sumbardaily.com – Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman fenomena El Nino Godzilla yang diprediksi memicu kemarau ekstrem pada 2026.

Kondisi ini dikhawatirkan berdampak luas, mulai dari peningkatan suhu panas, kekeringan, hingga risiko kebakaran hutan yang lebih tinggi.

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menyampaikan bahwa fenomena tersebut diperkirakan terjadi pada periode April hingga Oktober 2026. Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 17/ED/WK.PYK/2026 yang dikeluarkan pemerintah daerah.

“Fenomena El Nino ‘Godzilla’ diprediksi melanda Indonesia pada April hingga Oktober 2026 dan berpotensi memicu kemarau panjang, suhu panas ekstrem, kekeringan, hingga risiko kebakaran hutan,” ujar Zulmaeta.

Ia menjelaskan, istilah “El Nino Godzilla” merujuk pada kondisi pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang mencapai 2 hingga 3 derajat Celsius di atas normal. Kondisi tersebut dinilai dapat memperparah dampak kekeringan di berbagai wilayah, termasuk Payakumbuh.

Menurutnya, dampak fenomena ini tidak hanya dirasakan di sektor lingkungan, tetapi juga berpotensi memengaruhi pertanian dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah meminta seluruh elemen untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini.

“Kondisi ini harus kita waspadai bersama karena dampaknya bisa meluas, mulai dari sektor pertanian hingga kesehatan masyarakat,” katanya.

Berdasarkan hasil video conference koordinasi nasional pada 14 April 2026, musim kemarau di wilayah Sumatera Barat diperkirakan mulai terjadi pada Juni dan mencapai puncaknya pada Agustus 2026.

Menghadapi kondisi tersebut, Pemko Payakumbuh menegaskan pentingnya langkah mitigasi yang dilakukan lebih awal.

“Kita tidak boleh menunggu dampaknya terasa. Semua pihak harus bergerak sejak sekarang untuk melakukan mitigasi,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan lurah untuk mengoptimalkan posko siaga bencana. Selain itu, koordinasi lintas sektor juga diperkuat guna memastikan respons yang cepat dan terukur.

“Posko siaga harus aktif, koordinasi harus berjalan, dan langkah mitigasi harus dilakukan secara terukur,” ujarnya.

Di sektor sumber daya air, instansi teknis diarahkan untuk melakukan audit saluran irigasi serta normalisasi embung. Upaya ini bertujuan menjaga ketersediaan cadangan air selama musim kemarau berlangsung.

“Ketersediaan air menjadi kunci. Karena itu, kita harus pastikan irigasi berfungsi optimal dan cadangan air tetap terjaga,” katanya.

Sementara itu, di sektor pangan, pemerintah mendorong pemantauan rutin stok di pasar guna mengantisipasi potensi lonjakan harga. Petani juga diimbau mempercepat jadwal tanam sebelum debit air mengalami penurunan drastis.

“Kita ingin produksi tetap terjaga, sehingga perlu percepatan tanam sebelum debit air turun drastis,” kata Zulmaeta.

Petani juga didorong untuk menggunakan varietas genjah atau cepat panen serta memprioritaskan distribusi air pada fase kritis tanaman. Dukungan pompanisasi turut disiapkan untuk membantu menjaga produktivitas pertanian.

“Varietas cepat panen menjadi solusi agar petani tetap bisa berproduksi di tengah ancaman kemarau panjang,” ujarnya.

Di bidang kesehatan, Pemko Payakumbuh mengingatkan adanya potensi peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dehidrasi ekstrem, serta penyakit menular lainnya. Masyarakat diminta menjaga sanitasi dan kebersihan lingkungan guna mencegah risiko tersebut.

“Kita harus waspada terhadap dampak kesehatan, terutama ISPA dan dehidrasi, serta terus menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga mengajak masyarakat dan sektor swasta untuk membudayakan penghematan air serta energi listrik. Konsumsi pangan lokal non-beras turut didorong sebagai langkah adaptasi menghadapi kemarau panjang.

“Langkah sederhana seperti hemat air dan energi akan sangat membantu menghadapi kondisi ini,” ujar Zulmaeta.

Dalam upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan, pemerintah menegaskan larangan pembukaan lahan dengan cara membakar. Larangan tersebut juga mencakup pembakaran sampah dan kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan.

“Kami tegaskan, tidak boleh ada pembakaran lahan maupun sampah karena berisiko memicu kebakaran yang lebih besar,” katanya.

Zulmaeta berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menjalankan langkah antisipatif secara disiplin dan bertanggung jawab. Ia optimistis dampak El Nino ekstrem dapat ditekan jika upaya mitigasi dilakukan secara bersama sejak dini.

“Jika kita bergerak bersama sejak dini, dampak El Nino ekstrem ini bisa kita tekan semaksimal mungkin,” pungkasnya. (*)

Baca Juga

Usai Upacara HUT RI, Wali Kota Payakumbuh Temui 24 Korban Kebakaran Padang Tiakar
Usai Upacara HUT RI, Wali Kota Payakumbuh Temui 24 Korban Kebakaran Padang Tiakar
Wako Zulmaeta Buka-bukaan soal Proyek Payakumbuh: Anggaran Harus Kembali ke Masyarakat
Wako Zulmaeta Buka-bukaan soal Proyek Payakumbuh: Anggaran Harus Kembali ke Masyarakat
100 Rumah Tak Layak Huni Dibedah di Payakumbuh, 75 Unit Dapat Dana Pusat
100 Rumah Tak Layak Huni Dibedah di Payakumbuh, 75 Unit Dapat Dana Pusat
Belanja Payakumbuh Naik 16,90 Persen, Tembus Rp879,50 Miliar di Perubahan APBD 2026
Belanja Payakumbuh Naik 16,90 Persen, Tembus Rp879,50 Miliar di Perubahan APBD 2026
Trans Paliko Menuju Transportasi Massal Terintegrasi, Payakumbuh-Lima Puluh Kota Siapkan Anggaran
Trans Paliko Menuju Transportasi Massal Terintegrasi, Payakumbuh-Lima Puluh Kota Siapkan Anggaran
Pesepak Bola Muda Payakumbuh Siap Berlaga di Liga TopScore Nasional, Bawa Misi Harumkan Daerah
Pesepak Bola Muda Payakumbuh Siap Berlaga di Liga TopScore Nasional, Bawa Misi Harumkan Daerah