Sumbardaily.com – High Frequency Radar (HF Radar) menjadi teknologi kunci yang tengah disiapkan di Kota Pariaman untuk memperkuat sistem peringatan dini bencana, khususnya dalam mendeteksi potensi tsunami dan memantau kondisi laut secara real time.
Alat ini diproyeksikan segera beroperasi setelah ditinjau langsung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Direktur Maritim BMKG Pusat, Eko Prasetyo, melakukan kunjungan ke Kota Pariaman pada Kamis (2/4/2026) untuk memastikan kesiapan operasional HF Radar yang berlokasi di Pantai Taman Anas Malik, Kelurahan Lohong. Kunjungan tersebut disambut Wali Kota Pariaman, Yota Balad.
Yota Balad menjelaskan, HF Radar yang telah berdiri tersebut direncanakan akan diresmikan pada 2 Juli 2026, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-24 Kota Pariaman. Ia menyebutkan bahwa alat tersebut merupakan bantuan dari Prancis dengan nilai mencapai Rp28 miliar.
“HF Radar yang kita rencanakan sudah berdiri dan segera difungsikan. Bantuan senilai Rp28 miliar dari Prancis ini hanya ada dua di Sumbar, yakni di Kota Padang dan Kota Pariaman,” ujar Yota Balad.
HF Radar merupakan radar frekuensi tinggi yang memiliki berbagai fungsi strategis, mulai dari mengukur arus laut hingga memantau tinggi dan arah gelombang.
Selain itu, teknologi ini juga mampu mendeteksi potensi tsunami secara dini serta mengawasi perubahan kondisi laut ekstrem yang dapat membahayakan wilayah pesisir.
Keberadaan HF Radar di Pariaman menjadi sangat penting mengingat wilayah tersebut berada di kawasan rawan gempa megathrust, khususnya yang berkaitan dengan zona Siberut.
Dengan sistem Early Warning System (EWS) yang terintegrasi, informasi awal terkait potensi bencana dapat disampaikan lebih cepat kepada masyarakat.
“Di Sumbar, alat ini dipasang di dua titik, yakni di Kota Padang tepatnya di Masjid Al-Hakim dan di Kota Pariaman di Pantai Taman Anas Malik,” ungkap Yota Balad.
Selain berfungsi untuk mitigasi bencana, HF Radar juga memberikan manfaat langsung bagi sektor perikanan.
Teknologi ini dapat membantu nelayan dalam memantau kondisi laut dan menentukan lokasi ikan, sehingga berpotensi meningkatkan hasil tangkapan.
Dengan kesiapan HF Radar ini, BMKG bersama Pemerintah Kota Pariaman berharap sistem peringatan dini bencana semakin optimal, sekaligus memberikan perlindungan lebih bagi masyarakat pesisir dari ancaman tsunami dan kondisi laut ekstrem. (*)
















