Pasca Kebakaran Pasar Payakumbuh, Lotting Kios Penampungan Jadi Awal Kebangkitan

Pasca Kebakaran Pasar Payakumbuh, Lotting Kios Penampungan Jadi Awal Kebangkitan

Pedagang melakukan lotting kios penampungan Pasar Payakumbuh (Foto: Pemko Payakumbuh)

Sumbardaily.com, Payakumbuh – Harapan ratusan pedagang Pasar Payakumbuh yang terdampak Kebakaran Pasar Payakumbuh perlahan kembali tumbuh seiring kelancaran proses lotting atau pencabutan nomor Kios Penampungan Pasar Payakumbuh. Kegiatan tersebut menjadi tonggak awal pemulihan aktivitas ekonomi pedagang yang sempat terhenti sejak musibah kebakaran melanda Pasar Pusat Pertokoan.

Proses lotting kios penampungan dilaksanakan di Kantor Bidang Pasar Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh, Komplek Pasar Ibuh Blok Barat, pada Sabtu (20/12/2025). Sejak awal hingga akhir kegiatan, pelaksanaan berlangsung tertib dan kondusif, dengan partisipasi aktif para pedagang yang mengikuti seluruh tahapan secara disiplin.

Sebanyak 218 pedagang tercatat mengikuti lotting setelah dinyatakan lolos proses verifikasi dan validasi data. Para pedagang tampak mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah daerah hingga pencabutan nomor kios selesai dilakukan. Kelancaran proses ini mencerminkan kesiapan pedagang untuk kembali memulai usaha setelah hampir empat bulan terdampak kebakaran.

Asisten II Bidang Ekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh, Yasrizal, menyampaikan bahwa penyediaan kios penampungan beserta mekanisme lotting merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memulihkan perekonomian pedagang pascakebakaran Pasar Pusat Pertokoan.

“Atas arahan Wali Kota, pemerintah hadir bukan hanya membangun fisik kios penampungan, tetapi juga memastikan proses penempatannya berjalan transparan, adil, dan berpihak kepada pedagang yang benar-benar terdampak,” ujar Yasrizal.

Ia menegaskan bahwa kios penampungan tersebut bersifat sementara dan merupakan bagian dari fase pemulihan ekonomi. Kios-kios itu juga menjadi ruang transisi sebelum penataan pasar permanen dilakukan secara menyeluruh oleh pemerintah daerah.

“Yang terpenting saat ini adalah pedagang bisa kembali beraktivitas, memiliki kepastian tempat usaha, dan penghasilan mereka tidak terputus. Ini menjadi bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat,” kata Yasrizal.

Yasrizal juga mengingatkan pentingnya kepatuhan pedagang terhadap seluruh ketentuan yang telah ditetapkan, agar penataan kios penampungan dapat berjalan tertib dan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan fase pemulihan ini membutuhkan komitmen bersama antara pemerintah dan pedagang.

“Kami berharap kios ini dimanfaatkan sebaik-baiknya, dijaga bersama, dan menjadi titik awal kebangkitan kembali Pasar Payakumbuh setelah musibah,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh, M. Faizal, menilai kelancaran lotting menjadi indikator bahwa mekanisme penempatan kios yang ditempuh pemerintah daerah dapat diterima oleh pedagang.

“Alhamdulillah, proses lotting hari ini berjalan lancar dan dapat diterima oleh pedagang. Sejak awal kami tekankan bahwa penempatan dilakukan secara terbuka dan adil, sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” kata M. Faizal.

Ia menjelaskan bahwa kios penampungan yang diisi melalui proses lotting diperuntukkan bagi pedagang korban maupun pedagang yang terdampak kebakaran Pasar Pusat Pertokoan pada 26 Agustus 2025. Kios-kios tersebut disiapkan sebagai fasilitas sementara agar aktivitas perdagangan dapat segera kembali berjalan.

Secara keseluruhan, jumlah kios penampungan yang telah dibangun mencapai sekitar 202 unit. Kios-kios itu tersebar di dua lokasi, yakni di Jalan Sutan Usman serta kawasan Belakang Pos Kota atau eks Terminal Sago. Penempatan kios dilakukan berdasarkan nomor lotting yang diperoleh masing-masing pedagang.

Menurut Faizal, keterbukaan menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan lotting. Setiap pedagang hanya berhak menempati satu kios sesuai nomor yang diperoleh dan tidak diperkenankan memindahtangankan kios tersebut kepada pihak lain.

“Prinsipnya, kios ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh pedagang yang bersangkutan. Jika ditemukan pelanggaran, termasuk memindahtangankan kios, pemerintah akan mengambil alih dan menyerahkannya kepada pedagang lain yang belum mendapatkan,” tegasnya.

Faizal juga mengungkapkan bahwa pedagang yang telah memperoleh nomor lotting tetapi belum mendapatkan kios fisik akan dimasukkan ke dalam daftar antrean prioritas. Mereka akan dipertimbangkan untuk menempati kios penampungan tambahan yang direncanakan dibangun pada awal Tahun Anggaran 2026.

Selain penyediaan kios, pemerintah daerah memberikan keringanan bagi pedagang berupa pembebasan seluruh bentuk retribusi pasar selama satu tahun, kecuali biaya listrik. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban pedagang pada masa awal pemulihan usaha.

Meski demikian, pedagang tetap diwajibkan menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan kios. Mereka juga dilarang melakukan aktivitas memasak di dalam kios, mengingat bangunan bersifat semi permanen dan sebagian besar menggunakan material kayu.

Faizal berharap, setelah lotting selesai, para pedagang segera menempati kios dan kembali menjalankan aktivitas perdagangan. Dengan demikian, denyut ekonomi di kawasan Pasar Payakumbuh dapat kembali bergerak secara bertahap.

“Kami ingin kios penampungan ini segera hidup dan menjadi ruang pemulihan ekonomi bagi pedagang pascakebakaran,” ujarnya.

Kelancaran lotting turut dirasakan langsung oleh pedagang. Salah seorang pedagang, Ayu Suhana, mengaku bersyukur akhirnya dapat kembali berdagang setelah hampir empat bulan tidak beraktivitas akibat kebakaran.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa berdagang kembali. Hampir empat bulan kami tidak bisa berjualan, dan itu sangat berat bagi kami pedagang kecil,” tutur Ayu Suhana.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemko Payakumbuh yang telah memfasilitasi pedagang terdampak dengan kios penampungan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemko Payakumbuh yang sudah menyediakan kios penampungan ini. Harapan kami, Pasar Payakumbuh bisa segera dibangun kembali agar aktivitas perdagangan bisa normal seperti dulu,” katanya. (red)

Baca Juga

Pasar Ibuh Blok Barat Akan Ditata, Pemko Payakumbuh Bahas Konsep Pengembangannya
Pasar Ibuh Blok Barat Akan Ditata, Pemko Payakumbuh Bahas Konsep Pengembangannya
Tiga PNS Payakumbuh Dipecat dalam Dua Tahun, Pemko Perketat Penanganan Pelanggaran Disiplin
Tiga PNS Payakumbuh Dipecat dalam Dua Tahun, Pemko Perketat Penanganan Pelanggaran Disiplin
Wako Zulmaeta Buka-bukaan soal Proyek Payakumbuh: Anggaran Harus Kembali ke Masyarakat
Wako Zulmaeta Buka-bukaan soal Proyek Payakumbuh: Anggaran Harus Kembali ke Masyarakat
100 Rumah Tak Layak Huni Dibedah di Payakumbuh, 75 Unit Dapat Dana Pusat
100 Rumah Tak Layak Huni Dibedah di Payakumbuh, 75 Unit Dapat Dana Pusat
Kontes Kambing PE Wali Kota Cup 2026 Perkuat Kualitas Bibit dan Daya Saing Peternak
Kontes Kambing PE Wali Kota Cup 2026 Perkuat Kualitas Bibit dan Daya Saing Peternak
Pemko Payakumbuh Hidupkan Tradisi Mauluan Bogheh, Jadi Upaya Jaga Adat Minangkabau
Pemko Payakumbuh Hidupkan Tradisi Mauluan Bogheh, Jadi Upaya Jaga Adat Minangkabau