Terbaru: IPM Sumbar Sentuh 77,27, Ini Analisis Resminya

Terbaru: IPM Sumbar Sentuh 77,27, Ini Analisis Resminya

Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi atau lebih dikenal Masjid Raya Sumbar. (Foto: Indra Kurniawan/Sumbar Daily)

Sumbardaily.com, Padang – Perkembangan kualitas hidup masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) kembali menunjukkan arah perbaikan pada 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatat bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) provinsi ini terus meningkat secara konsisten selama lima tahun terakhir.

Rentang 2020–2025 memperlihatkan kenaikan rata-rata 0,79 persen per tahun, dari 74,29 pada 2020 menjadi 77,27 pada 2025.

Kepala BPS Sumbar, Sugeng Arianto, menyampaikan bahwa tren peningkatan tersebut masih bertumpu pada seluruh dimensi pembentuk IPM, meskipun laju pertumbuhan beberapa indikator melambat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Meski pertumbuhan sejumlah komponen melambat, seluruh dimensi IPM tetap menunjukkan peningkatan,” ujarnya dalam laporan resmi dikutip Selasa (18/11/2025).

Kesehatan Terus Menguat

Indikator umur panjang dan hidup sehat, yakni Umur Harapan Hidup (UHH), mengalami kenaikan stabil. Selama 2020 hingga 2025, UHH naik 1,19 tahun atau rata-rata 0,32 persen per tahun.

Pada 2020, angka UHH berada di 73,50 tahun dan meningkat menjadi 74,69 tahun pada 2025. Secara tahunan, UHH 2025 naik 0,32 tahun atau 0,43 persen dibandingkan 2024, lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan 2020–2024.

Pendidikan Jadi Penopang Utama

Dimensi pendidikan yang tersusun dari Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) juga melanjutkan tren kenaikan. HLS rata-rata naik 0,41 persen per tahun sepanjang 2020–2025, dengan peningkatan 0,01 tahun atau 0,07 persen pada 2025 dibandingkan 2024.

Sementara itu, RLS mencatat percepatan signifikan dengan kenaikan 0,33 tahun atau 3,50 persen pada 2025, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan 2020–2024 sebesar 1,23 persen.

Pengeluaran Riil Meningkat

Pada dimensi standar hidup layak, indikator pengeluaran riil per kapita per tahun (yang disesuaikan) juga menunjukkan penguatan. Nilai pengeluaran pada 2025 mencapai 12,04 juta rupiah, meningkat 323 ribu rupiah atau 2,76 persen dibandingkan 2024. Pertumbuhan ini lebih tinggi dari rata-rata 2020–2024 yang berada pada kisaran 2,23 persen per tahun.

Status IPM Kabupaten/Kota Tetap

BPS juga mencatat bahwa tidak ada perubahan status pembangunan manusia di tingkat kabupaten/kota pada 2025. Kabupaten Kepulauan Mentawai tetap satu-satunya daerah dengan status “sedang” (60 ≤ IPM < 70).

Sebanyak 12 daerah berada pada kategori “tinggi” (70 ≤ IPM < 80), sementara enam kota mempertahankan status “sangat tinggi” (IPM ≥ 80): Kota Padang, Kota Solok, Kota Padang Panjang, Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh, dan Kota Pariaman.

Sugeng menegaskan bahwa konsistensi peningkatan ini menunjukkan kemajuan pembangunan manusia Sumbar berlangsung relatif merata di seluruh wilayah.

Namun, ia menilai percepatan peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan ekonomi masyarakat tetap menjadi pekerjaan rumah pemerintah provinsi ke depan. (pooke)

Baca Juga

Penelitian Unand Temukan Perbedaan Cara Petani Sumbar dan Sulsel Lawan Perubahan Iklim
Penelitian Unand Temukan Perbedaan Cara Petani Sumbar dan Sulsel Lawan Perubahan Iklim
Jengkol Sumbar Tembus Pasar Jepang, Ekspornya Capai Ribuan Kilogram Sejak 2024
Jengkol Sumbar Tembus Pasar Jepang, Ekspornya Capai Ribuan Kilogram Sejak 2024
Menuju UNESCO Global Geopark: Silokek Pamerkan Geodiversity, Biodiversity dan Budaya
Menuju UNESCO Global Geopark: Silokek Pamerkan Geodiversity, Biodiversity dan Budaya
Sumbar dan Padang Raih Penghargaan Kemendagri 2026 soal Pengelolaan Sampah
Sumbar dan Padang Raih Penghargaan Kemendagri 2026 soal Pengelolaan Sampah
Kemiskinan Perkotaan Sumbar Naik Jadi 3,82 Persen, Beras dan Rokok Penyumbang Terbesar
Kemiskinan Perkotaan Sumbar Naik Jadi 3,82 Persen, Beras dan Rokok Penyumbang Terbesar
Tol Padang–Bukittinggi–Payakumbuh dan Tanah Ulayat: Mencari Titik Temu
Tol Padang–Bukittinggi–Payakumbuh dan Tanah Ulayat: Mencari Titik Temu