Sumbardaily.com, Padang - Satu video yang memperlihatkan seorang pria berwajah mirip mantan Bupati Dharmasraya, berinisial AG, tengah diamankan oleh warga di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) memantik kehebohan di media sosial (medsos).
Rekaman berdurasi singkat itu pertama kali menyebar melalui platform TikTok, diunggah oleh akun @erikrifananda. Postingan itu dengan cepat menarik perhatian publik karena kabar dugaan keterlibatan dalam kasus asusila sesama jenis atau LGBT.
Dalam video yang telah dibagikan ribuan kali itu, tampak seorang pria mengenakan pakaian kasual diseret oleh beberapa warga di sebuah kawasan yang disebut berada di Air Tawar, Kecamatan Padang Utara.
Suasana tampak tegang. Suara-suara warga terdengar menuding dan menyebut pria tersebut dengan kata-kata kasar. Salah satu dari mereka bahkan meminta pengakuan dari pria yang diamankan.
“Ang akui kesalahan ang atau indak?” terdengar suara seorang pria dengan logat khas Minang, yang berarti “Kamu akui kesalahanmu atau tidak?” Dalam kondisi terdesak, pria itu hanya menjawab pelan, “Indak” — tidak.
Peristiwa ini sontak menjadi pembicaraan luas. Banyak warganet yang mengaitkan sosok dalam video dengan inisial AG, eks Bupati Dharmasraya yang pernah menjabat pada periode 2010–2015. Namun hingga kini, kebenaran identitas pria tersebut belum dapat dipastikan.
Kepolisian Sektor (Polsek) Padang Utara membenarkan bahwa memang terjadi peristiwa penangkapan oleh warga pada Sabtu (25/10/2025).
Kapolsek Padang Utara, AKP Yuliadi mengatakan, pria yang diamankan memang memiliki kemiripan wajah dengan AG, tetapi hingga kini belum ada dasar hukum untuk menyimpulkan keterlibatan atau kebenaran dugaan yang beredar.
“Benar, peristiwa itu terjadi di salah satu penginapan di kawasan Jalan Gajah, Air Tawar. Saat itu resepsionis mendengar keributan dari salah satu kamar, kemudian memanggil warga sekitar,” ujar Yuliadi ketika dihubungi, Rabu (29/10/2025).
Ia melanjutkan, tiga orang warga kemudian membawa pria tersebut ke Mapolsek Padang Utara. Namun, hingga proses pemeriksaan awal selesai, tidak ada korban atau pihak lain yang membuat laporan resmi.
“Tidak ada laporan korban. Jadi kami tidak bisa menindaklanjuti lebih jauh. Polisi tidak bisa memastikan benar atau tidaknya dugaan yang disebut-sebut di media sosial,” tegasnya.
Menurut keterangan yang dihimpun, kejadian bermula dari kecurigaan pegawai penginapan terhadap suara ribut dari salah satu kamar.
Setelah dipanggil, beberapa pemuda datang membantu memeriksa. Saat didatangi, pria tersebut justru berlari keluar kamar dan mencoba melarikan diri.
“Namun berhasil dikejar dan diamankan oleh warga,” ujar Yuliadi.
Peristiwa itu, katanya, berlangsung cepat dan memancing kerumunan warga di sekitar lokasi. Beberapa di antara mereka sempat merekam kejadian tersebut, yang kemudian tersebar luas tanpa konteks yang jelas.
Video yang viral di dunia maya itu memunculkan berbagai spekulasi. Tak sedikit komentar warganet yang menduga-duga latar kejadian dan identitas sosok di dalamnya.
Namun, hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak yang diduga di dalam video tersebut atau dari pihak keluarganya.
Kepolisian meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan kembali video atau membuat narasi tambahan. “Kami imbau masyarakat berhati-hati dalam menanggapi informasi di media sosial,” tutur Yuliadi.
Kasus ini, menurutnya, menjadi pengingat bahwa di era digital, kecepatan informasi sering kali melampaui ketepatan data.
Hingga berita ini dirampungkan, belum ada konfirmasi langsung dari pria yang disebut-sebut AG di dalam video tersebut. (adl)
















