Realisasi Investasi Sumbar Capai Rp8,6 Triliun, Didominasi PMDN dan Proyek Energi Terbarukan

Realisasi Investasi Sumbar Capai Rp8,6 Triliun, Didominasi PMDN dan Proyek Energi Terbarukan

Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi atau lebih dikenal Masjid Raya Sumbar. (Foto: Indra Kurniawan/Sumbar Daily)

Sumbardaily.com, Padang – Realisasi investasi di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Hingga kuartal III/2025, nilai investasi yang berhasil terealisasi telah mencapai Rp8,6 triliun, atau sekitar 80,4 persen dari total target tahunan sebesar Rp10,7 triliun. Capaian ini menandakan pertumbuhan ekonomi daerah yang kian bergairah, terutama didorong oleh sektor energi baru terbarukan (EBT) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sumbar, Yudhi Ichsan, menyebutkan bahwa angka tersebut berasal dari data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, dan saat ini sedang menunggu proses validasi oleh pemerintah daerah. Kendati demikian, hasil verifikasi biasanya tidak menunjukkan perbedaan signifikan dengan data yang dirilis pemerintah pusat.

“Melihat capaian kinerja ini, kami optimistis target investasi Rp10,7 triliun bisa tercapai. Pergerakan investasi di Sumbar terus menunjukkan peningkatan, terutama melalui kegiatan eksplorasi energi baru terbarukan,” ujar Yudhi di Padang, Selasa (28/10/2025).

Proyek Energi Panas Bumi Jadi Pendorong Pertumbuhan

Yudhi menjelaskan, proyek-proyek strategis di sektor energi menjadi salah satu faktor pendorong utama realisasi investasi di Sumbar. Saat ini, PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML) tengah menggarap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Unit 2 di Kabupaten Solok Selatan. Selain itu, kegiatan eksplorasi PLTP juga berlangsung di Bonjol, Kabupaten Pasaman.

Kedua proyek energi tersebut diharapkan dapat menambah capaian investasi pada kuartal IV/2025 mendatang. “Realisasi dari proyek-proyek ini baru akan tercatat pada triwulan terakhir tahun ini, dan nilainya cukup besar,” katanya.

PMDN Dominasi Realisasi Investasi

Dari total Rp8,6 triliun realisasi investasi tersebut, porsi terbesar berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp4,6 triliun, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi sekitar Rp1,7 triliun. Dominasi PMDN ini menjadi penanda bahwa pelaku usaha lokal masih menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Sumbar.

Yudhi menambahkan, sebagian besar realisasi investasi berasal dari perusahaan yang sudah beroperasi dan melakukan pengembangan usaha, bukan dari investasi baru. Salah satu contohnya adalah pengembangan fasilitas energi oleh PT SEML di Solok Selatan. “Kinerja positif ini menandakan investor lokal semakin percaya terhadap iklim usaha di Sumbar,” ujarnya.

Untuk sektor usaha mikro dan kecil (UMK), DPMPTSP mencatat capaian hingga semester I/2025 dengan nilai yang juga cukup besar. Data final sektor UMK akan dirilis setelah validasi triwulan IV selesai dilakukan.

Optimistis Target Rp10,7 Triliun Tercapai

Dibandingkan tahun sebelumnya, kinerja investasi Sumbar pada 2025 terbilang lebih baik. Pada 2024, target investasi sebesar Rp9,4 triliun berhasil dicapai, dan tahun ini target meningkat sekitar 13 persen menjadi Rp10,7 triliun. Hingga kuartal III, realisasi telah menembus 80,4 persen dari target tersebut.

“Capaian realisasi investasi Rp8,6 triliun hingga kuartal III tahun ini terbilang bagus. Kami yakin, pada penutupan tahun atau kuartal IV nanti, target Rp10,7 triliun bisa tercapai seratus persen,” tegas Yudhi.

Menurutnya, capaian ini menjadi hasil dari berbagai langkah promosi dan kolaborasi lintas sektor yang terus dilakukan oleh Pemprov Sumbar. DPMPTSP gencar memperkenalkan potensi investasi daerah, baik di sektor energi, pariwisata, maupun industri pengolahan.

“Berbagai kegiatan promosi investasi terus dilakukan agar semakin banyak investor tertarik menanamkan modalnya di Sumbar,” ucapnya.

Dorong Investasi Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar kini menaruh perhatian lebih pada pengembangan investasi yang berorientasi pada energi hijau dan berkelanjutan. Melalui proyek-proyek energi panas bumi yang sedang berjalan, diharapkan muncul efek berganda bagi masyarakat, baik dalam bentuk peningkatan lapangan kerja maupun pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif.

“Kami akan terus memastikan investasi yang masuk tidak hanya besar secara nominal, tetapi juga membawa manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan,” tutur Yudhi.

Dengan capaian investasi yang telah mencapai Rp8,6 triliun hingga kuartal III/2025, Sumbar menunjukkan kemampuan menjaga momentum pertumbuhan. Jika tren positif ini berlanjut, target Rp10,7 triliun pada akhir 2025 tidak hanya akan tercapai, tetapi juga berpotensi terlampaui. (red)

Baca Juga

El Nino Diprediksi Bertahan hingga Awal 2027, BMKG Siaga Hadapi Ancaman Kekeringan
El Nino Diprediksi Bertahan hingga Awal 2027, BMKG Siaga Hadapi Ancaman Kekeringan
Personel Basstara Music berfoto bersama sebagai line up Local Heroes yang akan tampil di Sound of Sentosa Vol.2 di Muaro Bungo, Jambi.
Basstara Music Tembus Sound of Sentosa Vol.2, Bukti Musisi Lokal Dharmasraya Mampu Bersaing di Panggung Nasional
BMKG Ungkap Dampak El Nino 2026, Risiko Karhutla Meluas hingga Sumatera dan Kalimantan
BMKG Ungkap Dampak El Nino 2026, Risiko Karhutla Meluas hingga Sumatera dan Kalimantan
MK Putuskan Anggaran Pendidikan 20 Persen APBN Tak Boleh Dipakai untuk Program MBG
MK Putuskan Anggaran Pendidikan 20 Persen APBN Tak Boleh Dipakai untuk Program MBG
Sebaran Sirine Tsunami di Sumbar Diperbarui, Ini Jumlah Aktif dan Tidak Aktif
Sebaran Sirine Tsunami di Sumbar Diperbarui, Ini Jumlah Aktif dan Tidak Aktif
Rekayasa Lalu Lintas Padang Pada Saat HJK ke-357, Ini Daftar Jalan yang Ditutup
Rekayasa Lalu Lintas Padang Pada Saat HJK ke-357, Ini Daftar Jalan yang Ditutup