Antisipasi Aksi Massa, Pemko Padang Terapkan Sistem Belajar Daring

Antisipasi Aksi Massa, Pemko Padang Terapkan Sistem Belajar Daring

Siswa SRMP 4 Padang saat masuk hari pertama sekolah, Senin (14/7/2025). (Foto: Kominfo Padang)

Sumbardaily.com, Padang - Aktivitas pendidikan di Kota Padang pada Senin (1/9/2025) akan mengalami perubahan besar. Seluruh siswa dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) diminta belajar dari rumah.

Keputusan ini diambil oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang melalui sebuah surat edaran resmi yang diterbitkan pada Minggu (31/8/2025).

Langkah ini ditempuh sebagai bentuk antisipasi terhadap aksi demonstrasi besar-besaran yang direncanakan berlangsung pada Senin di beberapa titik pusat Kota Padang.

Aksi tersebut diperkirakan akan menimbulkan kepadatan arus lalu lintas serta potensi terganggunya kenyamanan dan keamanan masyarakat, termasuk para peserta didik.

“Besok siswa PAUD, SD, dan SMP belajar dari rumah. Keputusan ini diambil sehubungan dengan adanya informasi akan dilaksanakannya aksi demonstrasi besar pada Senin (1/9/2025), di beberapa titik pusat Kota Padang yang diperkirakan akan menimbulkan kepadatan arus lalu lintas serta potensi terganggunya kenyamanan dan keamanan peserta didik,”
ujar Kepala Dinas (Kadis) Dikbud Kota Padang, Yopi Krislova.

Dalam surat edaran bernomor 400.3/45/Dikbud-Pdg/VIII/2025, disebutkan bahwa kegiatan belajar dari rumah tetap dilaksanakan secara dalam jaringan (daring). Hal ini untuk memastikan proses belajar-mengajar tidak terhenti meski siswa tidak hadir secara fisik di sekolah.

Menurut Yopi, seluruh guru diminta menyesuaikan materi pembelajaran agar tetap bisa disampaikan secara efektif kepada siswa.

"Seluruh guru diharapkan memastikan kegiatan pembelajaran daring tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” katanya.

Lebih jauh, pihaknya menekankan agar siswa SMP tetap berada dalam pengawasan, baik dari pihak sekolah maupun orang tua.

"Khusus bagi siswa SMP, meskipun pembelajaran dilakukan secara daring, tetap berada dalam pengawasan pihak sekolah dan orang tua untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Disdikbud Kota Padang juga mengimbau agar seluruh kepala sekolah menyampaikan informasi ini kepada para guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta orang tua atau wali murid. Koordinasi lintas pihak dianggap penting agar kebijakan belajar dari rumah berjalan lancar.

Orang tua diharapkan bisa berperan aktif mendampingi anak-anaknya selama pembelajaran daring berlangsung. Hal ini mengingat kondisi darurat yang membuat proses belajar harus berpindah ke rumah dalam waktu singkat.

Berdasarkan informasi yang berkembang, aksi demonstrasi besar-besaran belakangan ini dipicu oleh sejumlah isu yang tengah bergulir di tingkat nasional maupun daerah.

Beberapa kelompok masyarakat dari berbagai elemen berencana turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi.

Aksi massa diperkirakan terpusat di beberapa titik strategis, termasuk di sekitar Kantor DPRD Sumbar, Simpang Utama Kota, hingga kawasan GOR Haji Agus Salim. Dengan konsentrasi massa di lokasi-lokasi tersebut, pemerintah kota memprediksi arus lalu lintas akan terganggu secara signifikan.

Selain persoalan lalu lintas, keamanan peserta didik juga menjadi perhatian utama.

Mengingat kondisi demonstrasi kerap tidak terduga, risiko potensi gesekan antar massa maupun gangguan ketertiban menjadi alasan kuat diterapkannya kebijakan belajar dari rumah.

Respons Masyarakat

Kebijakan mendadak ini menuai beragam tanggapan dari masyarakat, terutama para orang tua siswa. Sebagian besar mendukung langkah Disdikbud yang dianggap cepat dan tepat untuk melindungi keselamatan anak-anak.

“Kalau untuk keamanan anak, saya setuju saja. Lebih baik belajar dari rumah daripada harus terjebak macet atau bahkan terjebak di tengah demo,” ujar Leni, seorang wali murid di Kecamatan Kuranji.

Namun, ada juga orang tua yang mengeluhkan keterbatasan fasilitas daring. “Tidak semua anak punya gawai sendiri, apalagi internet. Jadi agak susah kalau mendadak seperti ini,” kata Junaidi, orang tua siswa SD di kawasan Lubuk Begalung.

Meski sudah pernah dilaksanakan selama masa pandemi Covid-19, penerapan belajar daring tetap menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah kesenjangan akses terhadap perangkat dan jaringan internet.

Di beberapa wilayah pinggiran Kota Padang, sinyal internet masih tidak stabil. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menghambat siswa dalam mengikuti pembelajaran daring secara penuh.

Selain itu, kemampuan guru dalam menyiapkan materi daring juga beragam. Ada guru yang sudah terbiasa menggunakan platform digital, namun ada pula yang masih kesulitan menyesuaikan diri.

Pemerintah Kota (Pemko) Padang menegaskan bahwa kebijakan belajar dari rumah hanya bersifat sementara dan situasional. Setelah kondisi dianggap aman dan terkendali, kegiatan belajar mengajar akan kembali berlangsung secara tatap muka di sekolah.

“Keputusan ini murni karena faktor keamanan. Begitu kondisi kondusif, pembelajaran kembali berjalan seperti biasa,” jelas Yopi.

Pemko Padang berharap masyarakat dapat memahami keputusan ini. Keselamatan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dianggap lebih utama dari pada memaksakan kehadiran di sekolah di tengah situasi yang berisiko. (adl)

Baca Juga

Penyintas banjir bandang dan tanah longsor Batu Busuak berada di depan Hunian Sementara Layak Huni (Hunsela) di kawasan Rimbo Panjang, Kelurahan Lambung Bukit, Kota Padang, Jumat (17/7/2026).
Tak Lagi Hidup Nomaden, Penyintas Longsor Batu Busuak Syukuri Hunsela Bantuan Pemko Padang
Wamenag Minta Publik Tak Gegabah Kaitkan Bom di MAN 3 Padang dengan Radikalisme
Wamenag Minta Publik Tak Gegabah Kaitkan Bom di MAN 3 Padang dengan Radikalisme
Buron 5 Tahun, Terpidana Kasus Pencabulan Anak Ditangkap Tim Burung Hantu Kejati Sumbar di Bengkulu
Buron 5 Tahun, Terpidana Kasus Pencabulan Anak Ditangkap Tim Burung Hantu Kejati Sumbar di Bengkulu
Kepala Disdukcapil Kota Padang bersama jajaran memberikan penjelasan mengenai percepatan kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) di Kantor Disdukcapil Kota Padang.
Kartu Identitas Anak di Padang Tembus 70 Persen, Pemko Padang Siapkan Terobosan Baru ke Sekolah
Pemko Padang Keruk Sedimen Batang Arau, Antisipasi Banjir dan Sukseskan HJK ke-357
Pemko Padang Keruk Sedimen Batang Arau, Antisipasi Banjir dan Sukseskan HJK ke-357
Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi
Lautaro Martínez dan Dua Asis Messi