81 Tahun Pasaman, Bupati Dorong Generasi Muda Tak Hanya Jadi Penonton Pembangunan

81 Tahun Pasaman, Bupati Dorong Generasi Muda Tak Hanya Jadi Penonton Pembangunan

Dentuman tambua menggema di halaman GOR Tuanku Rao, Kabupaten Pasaman, Sabtu (3/10/2026). Bukan sekadar bunyi tradisi Minangkabau, suara tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasaman ke-81 Tahun 2026. (Foto: Pemkab Pasaman)

Sumbardaily.com - Dentuman tambua menggema di halaman GOR Tuanku Rao, Kabupaten Pasaman, Sabtu (3/10/2026). Bukan sekadar bunyi tradisi Minangkabau, suara tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasaman ke-81 Tahun 2026.

Pemukulan tambua dilakukan secara bersama-sama oleh Bupati Pasaman Welly Suhery, S.T., Wakil Bupati Pasaman H. Parulian Dalimunthe, Sekretaris Daerah serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Prosesi pembukaan berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan. Pemerintah daerah bersama Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, generasi muda hingga masyarakat hadir dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran berbagai unsur itu membuat pembukaan Hari Jadi Kabupaten Pasaman ke-81 tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Momentum tersebut juga diarahkan menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan dan menyatukan langkah dalam pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Pasaman Welly Suhery menyampaikan rasa syukur karena Kabupaten Pasaman telah memasuki usia ke-81 tahun.

“Hari ini kita berkumpul untuk membuka rangkaian Hari Jadi Kabupaten Pasaman ke-81 Tahun 2026,” ujar Bupati Welly Suhery.

Menurut Welly, perjalanan 81 tahun Kabupaten Pasaman menjadi kesempatan untuk melihat kembali berbagai proses yang telah dilalui daerah. Peringatan hari jadi juga dapat digunakan untuk melakukan refleksi terhadap pembangunan sekaligus menumbuhkan semangat baru menghadapi tantangan pada masa mendatang.

“Hari Jadi bukan hanya tentang memperingati bertambahnya usia daerah, tetapi bagaimana kita menjadikannya momentum untuk memperkuat persatuan, kebersamaan dan optimisme dalam membangun Pasaman ke depan,” ungkapnya.

Ia menekankan pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi bagian penting agar berbagai program pembangunan dapat berjalan dan memberikan manfaat.

Karena itu, masyarakat Pasaman diajak menjadikan Hari Jadi ke-81 sebagai momentum untuk memperkuat semangat gotong royong. Persatuan dan kepedulian terhadap kemajuan daerah juga diharapkan terus ditingkatkan.

“Mari kita bersama-sama menjaga kebersamaan dan memberikan kontribusi terbaik sesuai dengan peran kita masing-masing untuk Kabupaten Pasaman,” ajaknya.

Generasi Muda Jadi Energi Baru Pasaman

Dalam kesempatan tersebut, Welly juga memberikan perhatian terhadap peran generasi muda. Pelajar, mahasiswa dan generasi muda secara umum disebut memiliki posisi penting dalam menentukan perjalanan Kabupaten Pasaman pada masa depan.

Generasi muda tidak hanya ditempatkan sebagai penerus pembangunan. Mereka juga dinilai memiliki potensi sebagai sumber gagasan, kreativitas serta energi baru untuk mendorong perubahan positif di daerah.

Karena itu, Welly mendorong generasi muda Pasaman agar terus meningkatkan kemampuan melalui pendidikan dan pengembangan potensi. Prestasi serta keberanian mengambil peran dalam berbagai bidang juga menjadi hal yang ditekankan.

“Generasi muda adalah bagian penting dari masa depan Pasaman. Mari terus belajar, berkarya, berprestasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi daerah,” pesan Bupati.

Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia merupakan bagian penting dalam mempersiapkan Kabupaten Pasaman menghadapi masa depan. Generasi yang memiliki kemampuan, karakter dan semangat untuk berkontribusi dapat menjadi modal bagi keberlanjutan pembangunan daerah.

Semangat tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Pasaman, yakni “Pasaman Bangkit yang Berkarakter, Maju dan Berkelanjutan.”

Dentuman Tambua Tandai Dimulainya Rangkaian Hari Jadi

Pemukulan tambua menjadi bagian utama dalam prosesi pembukaan Hari Jadi Kabupaten Pasaman ke-81. Bupati Welly Suhery, Wakil Bupati H. Parulian Dalimunthe, Sekretaris Daerah dan unsur Forkopimda memukul tambua secara bersama-sama.

Suara tambua yang terdengar di halaman GOR Tuanku Rao kemudian menjadi simbol dimulainya seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasaman ke-81 Tahun 2026.

Simbol tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembukaan kegiatan. Dentuman tambua juga membawa pesan mengenai pentingnya kebersamaan seluruh unsur di Kabupaten Pasaman.

Pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan dapat terus berjalan dengan semangat yang sama dalam membawa Kabupaten Pasaman menuju masa depan yang lebih baik.

Pembukaan tersebut turut dihadiri Forkopimda, Ketua TP PKK, Ketua GOW dan Ketua DWP Kabupaten Pasaman. Hadir pula Sekretaris Daerah bersama jajaran, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat serta wali nagari se-Kabupaten Pasaman.

Selain itu, pimpinan ITS Khatulistiwa dan Rektor STAI Lubuk Sikaping, kepala sekolah beserta jajaran, panitia penyelenggara Hari Jadi Kabupaten Pasaman ke-81, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, generasi muda serta masyarakat Kabupaten Pasaman turut hadir.

Rangkaian Hari Jadi Libatkan Masyarakat

Setelah pembukaan, peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasaman ke-81 Tahun 2026 akan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat serta berbagai unsur daerah.

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antarelemen masyarakat. Selain itu, kegiatan Hari Jadi juga diarahkan untuk memperkuat rasa memiliki terhadap Kabupaten Pasaman.

Semangat kebersamaan menjadi salah satu pesan yang dibawa dalam peringatan tersebut. Pembangunan daerah diharapkan terus dilanjutkan dengan melibatkan pemerintah dan masyarakat sesuai dengan peran masing-masing.

Bagi Kabupaten Pasaman, usia 81 tahun menjadi penanda perjalanan panjang daerah. Namun, peringatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa pembangunan masih merupakan proses yang terus berjalan.

Generasi muda ditempatkan sebagai salah satu sumber energi bagi perjalanan tersebut. Sementara itu, kebersamaan masyarakat dan kolaborasi seluruh unsur daerah menjadi bagian penting untuk mendukung pembangunan.

Dengan semangat “Pasaman Bangkit yang Berkarakter, Maju dan Berkelanjutan”, peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasaman ke-81 Tahun 2026 menjadi momentum untuk melihat perjalanan yang telah dilalui sekaligus menatap masa depan daerah.

Dentuman tambua di halaman GOR Tuanku Rao akhirnya bukan hanya menandai dimulainya rangkaian peringatan. Suara tradisi itu juga menjadi simbol kebersamaan dalam perjalanan Kabupaten Pasaman memasuki usia ke-81 tahun. (*)

Baca Juga

Rumah Warga Pasaman Tertimpa Pohon Saat Cuaca Ekstrem, Bantuan Rp5 Juta Disalurkan
Rumah Warga Pasaman Tertimpa Pohon Saat Cuaca Ekstrem, Bantuan Rp5 Juta Disalurkan
Banjir Bandang Pasaman, 17 Rumah dan 5 Hektare Sawah Terdampak
Banjir Bandang Pasaman, 17 Rumah dan 5 Hektare Sawah Terdampak
Batagak Panghulu di Pasaman, Bupati Tekankan Tanggung Jawab Membimbing Anak Kemenakan
Batagak Panghulu di Pasaman, Bupati Tekankan Tanggung Jawab Membimbing Anak Kemenakan
Tumpukan Sampah di Jalan By Pass Lubuk Sikaping Dibersihkan, Warga Diminta Tak Buang Sembarangan
Tumpukan Sampah di Jalan By Pass Lubuk Sikaping Dibersihkan, Warga Diminta Tak Buang Sembarangan
Balita 3,5 Tahun Diduga Terseret Arus Sungai di Pasaman, Kantor SAR Padang Kerahkan Tim Rescue
Balita 3,5 Tahun Diduga Terseret Arus Sungai di Pasaman, Kantor SAR Padang Kerahkan Tim Rescue
GOR Tuanku Rao Pasaman Siap Jadi Arena Kejurda FORKI Sumbar 2026, Diikuti 791 Atlet Karate
GOR Tuanku Rao Pasaman Siap Jadi Arena Kejurda FORKI Sumbar 2026, Diikuti 791 Atlet Karate