Padang, Sumbardaily.com - Upaya peningkatan kesejahteraan dan kemandirian lansia serta penyandang disabilitas di Kota Padang terus digalakkan. Dinas Sosial (Dinsos) Padang mencatat hingga September 2024, sebanyak 416 warga yang termasuk dalam kategori rentan tersebut telah menerima berbagai bentuk bantuan.
Kadinsos Padang, Heriza Syafani, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut bersumber dari dua anggaran utama. "Dari total 416 penerima, 148 di antaranya mendapatkan bantuan yang berasal dari APBN, sementara sisanya didanai oleh APBD Kota Padang," jelasnya, Rabu (18/9/2024), seperti dikutip dari laman Infopublik.id.
Heriza menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan memiliki beragam bentuk, disesuaikan dengan kebutuhan penerima. "Untuk bantuan yang bersumber dari APBN, fokusnya adalah pada penyediaan alat bantu mandiri. Ini mencakup alat bantu dengar, kaki palsu, kursi roda, dan tongkat," ujarnya.
Sementara itu, bantuan yang berasal dari APBD memiliki cakupan yang lebih luas. Selain alat bantu mandiri, terdapat pula dukungan untuk mengembangkan usaha ekonomi kreatif. "Kami memberikan pelatihan keterampilan dan modal usaha untuk mendorong kemandirian ekonomi para penerima bantuan," tambah Heriza.
Lebih lanjut, Heriza memaparkan bahwa penerima bantuan tidak hanya menerima dukungan material, tetapi juga diberi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan mereka. "Para penerima bantuan yang telah menyelesaikan pelatihan keterampilan juga diikutsertakan dalam workshop. Setelah itu, mereka diberikan bantuan modal usaha untuk menopang kemandirian mereka," jelasnya.
Salah satu contoh konkret dari program ini adalah pemberian bantuan berupa kasur kepada tuna netra yang menjalankan usaha pijat. Langkah ini diambil untuk membantu meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan dalam menjalankan usaha mereka.
Heriza juga mengungkapkan bahwa bantuan modal usaha diprioritaskan bagi mereka yang sudah memiliki usaha, terutama di sektor perdagangan harian. "Kami ingin memastikan bahwa bantuan yang diberikan dapat langsung berdampak pada peningkatan ekonomi penerima," tegasnya.
Tidak berhenti di situ, Dinsos Padang juga terus berupaya membuka peluang baru bagi para penyandang disabilitas. "Saat ini, kami sedang menjajaki kemungkinan untuk mengadakan pelatihan desain grafis. Ini ditujukan bagi mereka yang memiliki minat dan potensi di bidang tersebut," ungkap Heriza.
Melalui berbagai program bantuan dan pelatihan ini, Dinsos Padang berharap dapat mendorong kemandirian para lansia dan penyandang disabilitas. "Tujuan akhir kami adalah meningkatkan taraf perekonomian mereka, sehingga mereka dapat hidup lebih sejahtera dan mandiri," pungkas Heriza. (red)
















