Padang, Sumbardaily.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang mencatat, hingga pertengahan September 2024, jumlah kasus Tuberkulosis (TBC) yang terdeteksi di daerah tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Sub Koordinator Penyakit Menular Dinkes Padang, Evawestari, mengatakan, berdasarkan data Kemenkes, jumlah pasien TBC di Kota Padang diperkirakan mencapai 4.838 orang pada tahun 2024. Namun, hingga pertengahan September 2024, baru tercatat 2.900 kasus TBC yang ditemukan.
"Jumlah ini masih jauh di bawah estimasi Kemenkes. Artinya masih banyak kasus TBC yang belum terdeteksi atau pasien yang belum terdaftar dan menerima pengobatan," ujarnya, Jumat (20/9/2024), seperti dikutip dari laman Infopublik.id.
Menghadapi situasi ini, Dinkes Kota Padang menyelenggarakan pelatihan intensif bagi tenaga kesehatan di Hotel Rangkayo Basa. Pelatihan ini diikuti oleh kepala puskesmas, dokter, dan pengelola program TBC dari seluruh puskesmas di Kota Padang.
Fokus utama pelatihan adalah meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam mendeteksi TBC, khususnya pada kelompok berisiko tinggi seperti penderita Diabetes Melitus (DM).
"Pasien DM adalah kelompok yang berisiko tinggi terkena TBC. Oleh karena itu, mereka perlu dilakukan skrining untuk memastikan apakah ada gejala TBC," jelas Evawestari.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mempelajari berbagai aspek penting, termasuk tata laksana program TBC, teknik skrining pada pasien DM, dan prosedur rujukan ke rumah sakit. Evawestari menekankan pentingnya skrining TBC melalui pemeriksaan dahak bagi setiap pasien DM.
Jika hasil skrining positif, pasien akan segera mendapatkan pengobatan. Namun, jika hasilnya negatif tetapi gejala tetap ada, maka pasien akan dirujuk untuk pemeriksaan Rontgen di rumah sakit. (red)
















