Sumbardaily.com – Duka mendalam menyelimuti masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) atas wafatnya Yus Dt Parpatiah, sosok yang dikenal luas sebagai tokoh adat Minangkabau yang berpengaruh dan menjadi panutan lintas generasi.
Kepergianny tidak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga masyarakat luas yang selama ini menjadikan petuahnya sebagai pedoman hidup.
Almarhum menghembuskan napas terakhir di kediamannya pada Sabtu (28/3/2026) pukul 16.30 WIB dalam usia 87 tahun.
Kabar wafatnya segera menyebar dan mengundang rasa kehilangan mendalam, terutama di kalangan masyarakat Minangkabau yang mengenal kontribusi besarnya dalam menjaga nilai-nilai adat.
Prosesi pemakaman dilaksanakan di Jorong Nagari, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, pada Minggu (29/3/2026).
Bupati Agam, Benni Warlis, turut hadir dan secara langsung mengantarkan jenazah almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Dalam kesempatan tersebut, Benni Warlis juga melepas keberangkatan jenazah usai disalatkan.
Kehadirannya menjadi bentuk penghormatan terakhir pemerintah daerah terhadap sosok yang telah banyak berjasa dalam kehidupan sosial dan adat masyarakat Minangkabau.
Dalam sambutannya, Benni Warlis menyampaikan bahwa almarhum merupakan figur yang sangat dihormati, tidak hanya di ranah Minang, tetapi juga dikenal hingga ke berbagai daerah bahkan mancanegara.
Sosok Yus Dt Parpatiah dinilai memiliki pengaruh besar melalui petuah-petuahnya yang sarat makna dan nilai kehidupan.
Menurut Benni Warlis, nasihat yang disampaikan almarhum selama hidupnya telah menjadi pegangan bagi banyak orang.
Petuah tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tuntunan adat, tetapi juga sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Ia menambahkan, warisan pemikiran dan karya yang ditinggalkan almarhum menjadi kekayaan berharga bagi masyarakat.
Selama petuah tersebut terus dibaca, dihafal, dan diamalkan, maka manfaatnya akan tetap dirasakan lintas generasi.
“Beliau telah meninggalkan sesuatu yang sangat bermanfaat. Mudah-mudahan apa yang beliau wariskan dapat terus menjadi pedoman dan inspirasi bagi generasi mendatang,” ujar Benni.
Lebih lanjut, Benni juga menyampaikan doa agar seluruh amal ibadah almarhum diterima dan segala dosa diampuni. Ia berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Selain itu, Benni Warlis turut memberikan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan agar tetap tabah dan ikhlas dalam menghadapi cobaan ini.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Agam dan masyarakat, ia menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian tokoh adat tersebut.
Kepergian Yus Dt Parpatiah meninggalkan jejak yang kuat dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.
Sosoknya akan terus dikenang melalui petuah dan nilai-nilai yang telah diwariskan, yang hingga kini masih hidup dan menjadi bagian penting dalam kehidupan adat dan budaya Minangkabau. (*)
















