Sumbardaily.com, Solok – Setelah bertahun-tahun terisolasi dari jaringan telekomunikasi, masyarakat Nagari Tanjung Balik Simiso, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, akhirnya dapat menikmati sinyal telepon dan internet. Hal itu terwujud setelah Tower BTS Telkomsel di nagari paling ujung tersebut resmi beroperasi, Minggu (7/9/2025).
Peresmian dilakukan oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, bersama Bupati Solok, Jon Firman Pandu, serta perwakilan dari Telkomsel. Kehadiran infrastruktur ini menandai berakhirnya status zona blank spot yang selama ini menghambat aktivitas warga.
Hasil Perjuangan Panjang
Andre Rosiade menjelaskan, pembangunan tower BTS di Tanjung Balik Simiso merupakan bagian dari enam titik pengajuan tahap pertama yang diajukan Pemerintah Kabupaten Solok kepada Telkomsel. Lima di antaranya sudah beroperasi, sedangkan satu tower lain di Garabak Data ditargetkan aktif bulan depan.
"Sebelumnya sinyal tidak ada di sini. Setelah Pak Jon Firman Pandu dinyatakan terpilih sebagai bupati, beliau meminta kepada saya untuk memperjuangkan enam BTS pertama di Kabupaten Solok," ujar Andre.
Ia menambahkan, komunikasi intensif antara Pemkab Solok dan Telkomsel yang difasilitasi kemudian menghasilkan realisasi enam tower.
“Alhamdulillah enam usulan, lima sudah beroperasi. Satu tower BTS Telkomsel lagi yang dalam waktu dekat akan beroperasi di Garabak Data, itu bulan depan sudah bisa beroperasi. Jadi enam tower BTS Telkomsel pertama sudah tereksekusi semuanya,” ungkapnya.
Menurut Andre, tahap kedua pembangunan tower BTS juga telah diajukan. Pihaknya menargetkan enam tower tambahan bisa segera dimulai pada akhir 2025 atau awal 2026.
“Ada enam tower BTS Telkomsel lagi, kemungkinan di akhir tahun, atau paling lama awal tahun 2026 keenam tower ini sudah beroperasi,” katanya.
Antusias Warga
Hadirnya jaringan telekomunikasi ini disambut antusias masyarakat setempat. Wali Nagari Tanjung Balik Simiso, Joni Putra, menilai momentum ini sangat penting bagi kehidupan warga. Selama ini, komunikasi menjadi kendala besar, baik untuk kebutuhan pribadi maupun urusan pekerjaan.
"Hari ini adalah hari istimewa bagi lapisan seluruh masyarakat kami. Karena dengan hadirnya tower BTS Telkomsel, aktivitas telekomunikasi bisa dilaksanakan. Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bapak Andre Rosiade dan Bapak Bupati," ucap Joni.
Ia menambahkan, pembangunan ini menjadi pemicu semangat baru. "Ini menjadi semangat dan motivasi bagi kami masyarakat di sini. Kami sangat butuh pembangunan," sambungnya.
Solok Bebas Blank Spot di Level Nagari
Bupati Solok, Jon Firman Pandu, mengapresiasi kerja sama berbagai pihak sehingga tower BTS Telkomsel bisa berdiri di nagari yang berada di wilayah terluar tersebut. Ia menyebut keberadaan infrastruktur telekomunikasi akan membawa perubahan besar dalam aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
"Ini bentuk semangat kita, support kita untuk masyarakat kita. Kalau bersama-sama membangun banyak hal yang bisa kita wujudkan. Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih. Dan tentunya ini menjadi harapan bagi masyarakat," ujar Jon.
Ia menegaskan, sejak beroperasinya lima tower BTS Telkomsel, seluruh nagari di Kabupaten Solok kini terbebas dari zona blank spot. Namun, masih terdapat beberapa titik blank spot di tingkat jorong.
“Dengan adanya enam tower ini, untuk level nagari tidak ada blank spot lagi. Tinggal di tingkat jorong ada beberapa titik blank spot, ini sedang kita usulkan enam tower lagi,” jelasnya.
Akses Baru untuk Daerah Terpencil
Nagari Tanjung Balik Simiso dikenal sebagai daerah paling ujung di Kabupaten Solok. Selama ini, keterbatasan akses jaringan membuat masyarakat kesulitan berkomunikasi dengan dunia luar.
Dengan hadirnya tower BTS Telkomsel, warga tak hanya bisa melakukan komunikasi dasar, tetapi juga berpeluang mengembangkan kegiatan ekonomi berbasis digital, termasuk perdagangan dan layanan pendidikan.
Keberadaan jaringan telekomunikasi ini sekaligus menjadi simbol pemerataan pembangunan di daerah-daerah terpencil. Kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif, dan pihak swasta menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang selama ini terpinggirkan dari akses digital. (wan/red)














