Sumbardaily.com, Padang - Jumlah penumpang yang menggunakan jasa transportasi kereta api pada Januari 2025 mencapai 163.266 orang, menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 142.160 penumpang.
Data statistik perkeretaapian Sumatera Barat menunjukkan distribusi penumpang yang beragam di berbagai rute layanan.
KA Pariaman Ekspres yang melayani rute Pauhlima/Padang – Naras PP mencatatkan jumlah penumpang tertinggi dengan 121.881 orang.
Sementara itu, KA Minangkabau Ekspres yang menghubungkan BIM – Pulau Air PP melayani 31.453 penumpang, dan KA Lembah Anai pada rute Duku – Kayu Tanam PP mengangkut 9.932 penumpang.
Kepala Hubungan Masyarakat KAI Divisi Regional II Sumatera Barat, M As'ad Habibuddin, menganalisis berbagai faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan volume penumpang tersebut.
"Momentum libur panjang akhir pekan menjadi salah satu pendorong utama. Selain itu, masyarakat semakin memilih kereta api sebagai moda transportasi karena menawarkan kombinasi optimal antara kenyamanan dan keterjangkauan harga," jelasnya.
Dalam perkembangannya, beberapa stasiun mencatatkan tingkat aktivitas penumpang yang tinggi. Stasiun Padang, Pariaman, Air Tawar, Naras, BIM, dan Duku menjadi titik-titik strategis yang paling banyak melayani aktivitas naik-turun penumpang kereta api di wilayah Sumatera Barat.
Merespons peningkatan antusiasme masyarakat, PT KAI Divre II Sumbar mengimplementasikan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025 per 1 Februari 2025, menggantikan Gapeka 2023.
Pembaharuan ini mencakup penambahan frekuensi perjalanan dan penyesuaian jadwal operasional.
Gapeka, sebagai instrumen fundamental operasional perkeretaapian, merupakan panduan komprehensif yang memuat informasi detail tentang pergerakan kereta api.
Dokumen ini mencakup data stasiun, waktu, jarak, kecepatan, serta posisi kereta api dalam berbagai situasi operasional, termasuk keberangkatan, pemberhentian, penyusulan, dan persilangan.
Salah satu perubahan signifikan dalam Gapeka 2025 adalah penambahan dua perjalanan KA Pariaman Ekspres untuk rute Pauhlima/Padang – Naras PP.
"Dengan peningkatan dari 8 menjadi 10 perjalanan per hari, kapasitas layanan KA Pariaman Ekspres kini mencapai 5.730 penumpang per hari, meningkat dari sebelumnya 4.584 penumpang," ungkap As'ad.
Inovasi layanan juga mencakup pengintegrasian Stasiun Kampung Jua ke dalam jaringan layanan penumpang sejak 18 Desember 2024.
Stasiun ini kini melayani penumpang KA Pariaman Ekspres untuk rute Stasiun Pauh Lima – Stasiun Naras PP.
Penyesuaian jadwal dalam Gapeka 2025 berlaku untuk seluruh layanan penumpang, meliputi KA Pariaman Ekspres, KA Minangkabau Ekspres, dan KA Lembah Anai.
As'ad menekankan bahwa optimalisasi jadwal ini dirancang untuk mengakomodasi dinamika kebutuhan penumpang yang semakin beragam.
Untuk memudahkan akses layanan, KAI menyediakan platform pemesanan tiket digital melalui aplikasi Access by KAI.
"Calon penumpang dapat melakukan pemesanan hingga H-7 keberangkatan, memberikan fleksibilitas dalam perencanaan perjalanan," jelas As'ad.
Alternatif pembelian tiket konvensional tetap tersedia melalui loket yang beroperasi tiga jam sebelum keberangkatan, dengan ketentuan ketersediaan tiket.
As'ad menegaskan komitmen KAI untuk terus meningkatkan kualitas layanan secara menyeluruh.
"Implementasi Gapeka 2025 diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, memfasilitasi mobilitas masyarakat, serta memperkuat integrasi antarmoda. Kami berkomitmen untuk memposisikan kereta api sebagai pilihan utama transportasi yang mengedepankan keamanan, kecepatan, dan efisiensi," pungkasnya. (red)
















