Sumbardaily.com, Padang - Data terbaru soal korban jiwa akibat bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) terus bergerak.
Hingga Jumat (19/12/2025) pagi, tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) mencatat total korban meninggal mencapai 247 orang.
Berdasarkan laporan resmi kegiatan DVI Polda Sumbar yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB, dari total korban meninggal dunia tersebut, sebanyak 214 orang telah berhasil diidentifikasi.
Rincinya, 106 korban laki-laki dan 108 korban perempuan. Sementara itu, sebanyak 33 korban lainnya hingga kini masih belum teridentifikasi dan masih menjalani proses pemeriksaan lanjutan.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Plt Kabid Dokkes) Polda Sumbar, AKBP dr Faizal, menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh melalui sejumlah posko DVI yang tersebar di beberapa daerah terdampak.
"Selain jasad utuh, tim juga menangani sejumlah potongan tubuh yang ditemukan di lokasi bencana, mulai dari potongan paha, tungkai bawah, kaki kanan, pergelangan kaki kiri ke bawah, hingga potongan tubuh dari pinggang dan paha ke bawah," ujarnya.
Posko DVI Padang yang beroperasi bersama Polresta Padang dan RS Rasidin mencatat lima korban meninggal dunia dan seluruhnya telah teridentifikasi. Di RS Bhayangkara Tk III Padang, jumlah korban yang ditangani mencapai 67 orang.
"Dari jumlah tersebut, 45 korban telah teridentifikasi, sementara 22 korban lainnya masih dalam proses identifikasi, termasuk sejumlah potongan tubuh," katanya.
Jumlah korban terbesar tercatat di Posko DVI Agam. Di wilayah ini, DVI Polda Sumbar menangani 141 korban meninggal dunia, dengan 130 korban telah berhasil diidentifikasi.
"Sebanyak 11 korban masih belum teridentifikasi, termasuk temuan potongan tubuh pergelangan kaki kiri ke bawah dan potongan tubuh dari pinggang ke bawah," kata dr Faizal.
Sementara itu, Posko DVI Pasaman Barat mencatat empat korban meninggal dunia dan seluruhnya telah teridentifikasi.
Hal serupa juga terjadi di Posko DVI Bukittinggi dengan total 14 korban meninggal dan Posko DVI Padang Panjang dengan 16 korban meninggal, yang seluruhnya telah berhasil diidentifikasi tanpa sisa korban anonim.
Di tengah upaya identifikasi korban meninggal, DVI Polda Sumbar juga mencatat masih ada 88 orang yang dinyatakan belum ditemukan atau hilang akibat banjir bandang.
Dari jumlah tersebut, 46 orang berjenis kelamin laki-laki dan 42 orang perempuan. Data ini menjadi perhatian serius karena pencarian masih terus dilakukan di berbagai titik terdampak.
Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan puluhan warga harus menjalani perawatan medis. Total korban yang dirawat mencapai 21 orang, tersebar di sejumlah rumah sakit.
RSUD Agam merawat 17 korban, RSUD Padang Panjang satu korban, RSUD Rasidin Padang dua korban, dan RSUD Kota Solok satu korban perempuan.
"Seluruh proses penanganan korban dilakukan sesuai prosedur kedokteran forensik dan kemanusiaan. Tim DVI terus bekerja maksimal untuk memastikan seluruh korban dapat teridentifikasi, sehingga hak keluarga untuk mengetahui nasib anggota keluarganya dapat terpenuhi," imbuh Plt Kabid Dokkes. (adl)
















