Sumbardaily.com - Civitas akademika Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau (UNRI) melakukan kunjungan lapangan ke Kabupaten Pasaman Barat, Jumat (8/5), guna memperkuat kerja sama pengembangan sektor perikanan dan kelautan sekaligus mendukung pembelajaran berbasis praktik bagi mahasiswa.
Kegiatan tersebut melibatkan 189 mahasiswa Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan (SEP) bersama 10 dosen pengampu dari berbagai mata kuliah.
Kehadiran rombongan akademik itu disambut positif Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat karena dinilai mampu mempererat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam pengelolaan sektor perikanan berkelanjutan.
Melansir Facebook Dinas Kominfo Pasaman Barat, Sekretaris Daerah Pasaman Barat melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perikanan, Jon Endri, mengatakan daerah tersebut memiliki potensi besar di bidang perikanan dan kelautan. Potensi itu ditopang garis pantai yang panjang serta sumber daya laut yang melimpah.
Menurutnya, keberadaan UPTD Pelabuhan Perikanan Wilayah II Air Bangis menjadi salah satu pusat aktivitas perikanan tangkap yang berperan penting terhadap roda perekonomian masyarakat pesisir.
Pelabuhan tersebut juga menjadi sumber mata pencaharian bagi ribuan nelayan di kawasan Pasaman Barat.
“Pemerintah daerah terus mendorong pengembangan sektor perikanan melalui pemberdayaan nelayan, pembangunan infrastruktur pelabuhan, hingga peningkatan nilai tambah produk perikanan,” ujar Jon Endri.
Ia menjelaskan, pengembangan sektor perikanan tidak hanya membutuhkan dukungan pemerintah, tetapi juga kontribusi riset dan ilmu pengetahuan dari perguruan tinggi.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia akademik dinilai penting agar pembangunan sektor perikanan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, lanjutnya, mendukung penuh kegiatan akademik yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat pembangunan sektor perikanan dan kelautan di daerah.
“Kunjungan lapangan ini diharapkan menjadi sarana pertukaran informasi dan pengalaman, serta mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan di masa mendatang,” katanya.
Sementara itu, Ketua Rombongan UNRI, Prof. Ir. Darwis, M.Si., menyebut kunjungan lapangan tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa agar dapat mengenal langsung potensi daerah dan dinamika sektor perikanan di lapangan.
Menurutnya, pengalaman lapangan menjadi bagian penting dalam mendukung pemahaman akademik mahasiswa terhadap kondisi riil sektor perikanan dan kelautan.
“Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin kolaborasi yang baik dalam mendukung pengembangan sektor perikanan dan kelautan,” ujar Darwis.
Ia menambahkan, kegiatan itu melibatkan mahasiswa dan dosen dari berbagai mata kuliah, mulai dari E-Bisnis Perikanan, Ekonomi Produksi Perikanan, Manajemen Industri Perikanan, Media Komunikasi Pembangunan, hingga Kebijakan Strategi Pembangunan.
Keterlibatan lintas mata kuliah tersebut menunjukkan bahwa kunjungan lapangan dilakukan sebagai bagian dari pembelajaran terpadu dan komprehensif agar mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih luas terhadap pengembangan sektor perikanan dan kelautan.(*)
















