Sumbardaily.com, Padang – Keberadaan Jalan Tol Padang-Sicincin, yang merupakan tol pertama di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) disambut antusias masyarakat. Hal itu tercermin dari volume kendaraan yang melintas mencapai 139.735 kendaraan pada 18 hari pertama pengoperasiannya. Dalam rentang waktu 28 Mei 2025 hingga 14 Juni 2025, rata-rata kendaraan yang menggunakan jalan bebas hambatan tersebut mencapai 7.354 per hari.
Antusiasme masyarakat terhadap tol yang dibangun oleh PT Hutama Karya (Persero) atau Hutama Karya ini turut disampaikan Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Adjib Al Hakim. Dalam keterangannya, Adjib menyebut bahwa kehadiran tol sepanjang 36 kilometer tersebut memang tengah dinanti masyarakat.
Hal ini terjadi bukan tanpa alasan. Dengan menggunakan Tol Padang-Sicincin, perjalanan dari Padang menuju Sicincin dapat dipangkas secara signifikan, dari sekitar 1,5 jam apabila menggunakan jalan biasa, menjadi hanya 30 menit apabila melintas di jalan tol.
"Antusiasme masyarakat memang luar biasa. Hal ini terjadi karena memang tol memberikan solusi penting, yaitu memangkas waktu tempuh dan membuat perjalanan lebih nyaman, aman, dan cepat. Dengan infrastruktur yang tersedia, perjalanan yang biasanya 1,5 jam dapat dicapai hanya dalam setengah jam saja, sehingga terjadi penghematan waktu hingga 90 persen," ujar Adjib.
Selain memangkas waktu perjalanan, tol Padang-Sicincin juga turut mendongkrak perekonomian dan pariwisata di Sumatera Barat. Akses yang lebih mudah dari Bandara Internasional Minangkabau menuju destinasi unggulan, seperti Bukittinggi, membuat lalu lintas pariwisata dan perekonomian setempat turut bergeliat. Hal ini terjadi, khususnya pada saat libur sekolah dan musim liburan tengah tahun, ketika terjadi lonjakan kunjungan wisatawan domestik.
Salah satu masyarakat yang merasakan langsung dampak positif dari tol ini adalah Florina, seorang karyawan swasta asal Kota Padang yang sering bepergian ke Padang Panjang.
"Kalau dulu saya harus berangkat lebih awal dan menempuh perjalanan yang cukup lama, sekarang cukup setengah jam saja. Perbedaannya signifikan. Saya juga lebih hemat biaya BBM, dan perjalanan lebih nyaman karena kondisi jalan yang mulus dan bebas hambatan," katanya.
Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, kehadiran tol juga menjadi instrumen penting demi pemerataan pembangunan dan pergerakan ekonomi. Hal ini sejalan dengan visi Hutama Karya, yaitu turut mendukung konektivitas dan pertumbuhan perekonomian Indonesia, terutama di daerah.
Guna memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna, Jalan Tol Padang-Sicincin dilengkapi infrastruktur modern, di antaranya dua gerbang tol, yaitu Gerbang Tol (GT) Padang dan Gerbang Tol Kapalo Hilalang. GT Padang tersedia enam gardu dan menggunakan sistem transaksi terbuka, demi kelancaran lalu lintas kendaraan.
Selain gerbang dan teknologi yang matang, Hutama Karya juga menyiagakan 130 personel dan 13 armada operasional, yang terdiri dari kendaraan patroli, ambulans, rescue, derek, dan Patroli Jalan Raya (PJR). Pengawasan lalu lintas juga didukung teknologi CCTV dan Variable Message Sign (VMS) yang terpasang di beberapa titik penting. Dengan teknologi tersebut, pergerakan kendaraan dapat terpantau secara real time dan dapat segera direspon apabila terjadi masalah di lapangan.
"Kami terus meningkatkan kualitas pelayanan demi menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna. Sosialisasi dan edukasi juga terus kami lakukan demi terciptanya budaya berkendara yang baik dan sesuai peraturan di jalan tol," ujar Adjib.
Hutama Karya juga meminta masyarakat, selaku pengguna jalan, untuk selalu menaati peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Pengendara diharapkan menjaga kecepatan kendaraan antara 60-80 km/jam, menggunakan lajur sesuai peruntukan, dan tidak menggunakan bahu jalan kecuali saat terjadi kondisi darurat.
Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lengkap, dapat mengikuti akun resmi media sosial Hutama Karya di @HutamaKaryaTollRoad dan @HutamaKarya. Selain itu, pengguna juga dapat menghubungi Call Center Tol Padang-Sicincin di nomor +62 822-1000-3770 apabila terjadi keadaan darurat di perjalanan. (red)
















