Sumbardaily.com - Kabupaten Solok Selatan mencatatkan prestasi di tingkat nasional setelah berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atas capaian dalam menurunkan angka pengangguran.
Tidak hanya itu, daerah ini juga menempati peringkat pertama sebagai kabupaten terbaik di wilayah regional Sumatera dalam kategori tersebut.
Bupati Solok Selatan H. Khairunas menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif yang melibatkan banyak pihak di daerah.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) yang berjalan secara terarah dan berkesinambungan.
"Alhamdulillah kita tidak menyangka bisa mendapatkan penghargaan ini. Ini merupakan hasil kerja keras yang tidak hanya dilihat oleh tingkat kementerian, namun juga berbagai elemen lainnya," kata Khairunas dikutip dari Humas Pemkab, Selasa (28/4/2026).
Selain OPD, Khairunas juga memberikan apresiasi kepada berbagai pihak lain yang turut berkontribusi dalam penguatan ekonomi daerah.
Di antaranya Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP), serta pelaku UMKM yang dinilai aktif dalam menggali potensi daerah dan menciptakan lapangan kerja baru.
Meski telah meraih penghargaan, Khairunas menegaskan bahwa capaian ini tidak boleh membuat daerah berpuas diri. Menurutnya, prestasi tersebut justru menjadi dorongan untuk terus meningkatkan perekonomian daerah, membuka peluang investasi, serta memperluas lapangan pekerjaan di Solok Selatan.
Di sisi lain, Sekretaris Daerah Solok Selatan, Dr. H. Syamsurizaldi, menjelaskan bahwa penilaian Kemendagri didasarkan pada tren penurunan angka pengangguran dalam beberapa tahun terakhir.
"Solok Selatan memang memiliki tren angka pengangguran yang terus turun dan selalu berada di bawah target pemerintah," ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Solok Selatan, tingkat pengangguran di daerah tersebut menunjukkan penurunan konsisten, yakni 2,57 pada 2023, 2,3 pada 2024, dan 2,13 pada 2025. Angka ini juga tercatat berada di bawah tingkat pengangguran nasional maupun provinsi.
Penurunan tersebut tidak lepas dari berkembangnya sektor ekonomi daerah, mulai dari energi, perkebunan, hingga pertanian. Selain itu, pertumbuhan UMKM dan iklim investasi yang semakin baik turut memberikan kontribusi signifikan dalam menyerap tenaga kerja di Solok Selatan.
Penghargaan ini juga disertai apresiasi dana sebesar Rp 3 miliar dari pemerintah pusat untuk mendukung pengembangan daerah ke depan. (*)
















