Sumbardaily.com, Pariaman – Tim SSB Victory Puma Kota Payakumbuh sukses menorehkan prestasi gemilang dengan menjuarai Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sepak Bola U-12 antar Sekolah Sepak Bola (SSB), SD, dan Akademi se-Indonesia.
Gelar juara ini mereka raih setelah melewati rangkaian pertandingan sengit yang digelar di Stadion Mini Persikatim, Desa Sikapak Timur, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Kamis (9/10/2025).
Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkan Victory Puma membawa pulang Piala Wali Kota Pariaman, medali emas, dan uang pembinaan. Sementara SSB Sungai Buluah dari Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, harus puas di posisi kedua.
Adapun SSB Simalanggang dari Kabupaten Lima Puluh Kota menempati posisi ketiga, dan TSS Kabupaten Pelalawan, Riau, berada di peringkat keempat. Masing-masing tim memperoleh medali dan uang pembinaan dari panitia penyelenggara.
Penghargaan Pemain Terbaik dan Top Skor
Selain kategori tim, panitia juga memberikan penghargaan individu bagi pemain berprestasi. Aditiya, pemain bernomor punggung 7 dari Victory Puma Payakumbuh, dinobatkan sebagai The Best Player (pemain terbaik).
Adapun gelar Top Skor diraih oleh Alif Grancelo Asegaf, pemain nomor punggung 30 dari SSB Sungai Buluah, yang berhasil membukukan 14 gol sepanjang turnamen.
Kedua pemain muda ini dinilai menunjukkan performa luar biasa selama kompetisi berlangsung. Mereka menjadi bukti nyata bahwa Kejurnas U-12 bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan talenta muda sepak bola Indonesia sejak dini.
Ajang Pembinaan dan Pemersatu
Dalam penutupan turnamen, Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh tim yang telah berpartisipasi. Ia menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar perlombaan untuk meraih trofi, melainkan wadah pembinaan karakter, sportivitas, dan mental juara bagi generasi muda.
“Turnamen ini bukan hanya tentang memenangkan piala, tapi tentang menumbuhkan semangat dan karakter juara. Selamat kepada seluruh tim, terutama para pemenang, atas kerja keras dan dedikasi mereka. Kita berharap talenta-talenta muda ini kelak menjadi bagian dari tim nasional Indonesia,” ujar Yota.
Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan Kejurnas di Kota Pariaman membuktikan bahwa daerah ini mampu menjadi tuan rumah yang baik bagi kegiatan olahraga berskala nasional. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mendukung pembinaan sepak bola usia dini sebagai investasi masa depan olahraga di Sumatera Barat (Sumbar).
“Kami berencana melanjutkan turnamen seperti ini untuk kelompok umur lainnya, agar semakin banyak bibit unggul yang bisa mengharumkan nama daerah di level nasional,” ujarnya.
Dikuti 66 Tim dari 4 Provinsi
Sementara itu, anggota Asosiasi Provinsi PSSI Sumbar, Yulius Dede, mengungkapkan bahwa Kejurnas Sepak Bola KU-12 Piala Wali Kota Pariaman 2025 diikuti oleh 66 tim SSB dari empat provinsi, yaitu Sumatera Barat, Riau, Asahan, dan Lampung.
Menurutnya, kompetisi ini melibatkan total 268 pertandingan yang berlangsung sejak 7 hingga 9 Oktober 2025. Ajang ini menjadi bukti bahwa sepak bola usia dini terus berkembang dan mendapatkan perhatian besar dari berbagai daerah di Indonesia.
“Melalui Kejurnas ini, kita melihat semangat luar biasa dari para pemain muda. Mereka bermain dengan disiplin, semangat juang tinggi, dan menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan ke tingkat yang lebih tinggi,” kata Yulius.
Ia berharap Kejurnas KU-12 dapat terus menjadi agenda rutin yang digelar setiap tahun di berbagai daerah, termasuk Pariaman, untuk memperkuat jaringan pembinaan sepak bola nasional.
“Ajang seperti ini sangat penting untuk memperluas pencarian bakat muda yang kelak bisa memperkuat tim-tim profesional dan timnas Indonesia,” tambahnya. (red)
















