Sumbardaily.com, Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus menggencarkan program Smart Surau sebagai strategi untuk mewujudkan masjid ramah anak. Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mendorong pengurus masjid untuk mengembangkan berbagai inovasi yang dapat menarik minat anak-anak untuk aktif di lingkungan masjid.
"Pengurus masjid perlu berinovasi, karena masjid yang berkualitas tidak hanya dinilai dari aspek fisik bangunannya, tetapi juga dari kelengkapan fasilitas dan kualitas pelayanannya," ungkap Maigus Nasir saat membuka acara sosialisasi masjid ramah anak di Ruangan Abu Bakar Jaar pada Kamis (13/3/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Maigus Nasir menegaskan bahwa Pemko Padang memiliki komitmen serius terhadap pembinaan generasi muda, khususnya anak-anak. Salah satu wujud komitmen tersebut adalah melalui program unggulan Smart Surau, yang bertujuan mengubah masjid atau rumah ibadah menjadi tempat yang menarik, aman, dan nyaman bagi anak-anak.
"Manajemen masjid dan penetapan indikator masjid ramah anak merupakan faktor krusial dalam mewujudkan konsep ini. Kita perlu mengidentifikasi apa yang menyebabkan anak-anak enggan datang ke masjid dan apa yang sesungguhnya mereka butuhkan ketika berada di masjid," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa program Smart Surau akan mendukung pembangunan infrastruktur pembelajaran berbasis digital di Kota Padang. Beberapa inovasi yang dihadirkan meliputi fasilitas digital di masjid, akses WiFi gratis, serta area belajar dan bermain yang ramah anak.
"Peran orangtua sangat vital, dimulai dari lingkungan rumah, sekolah, masjid, hingga lingkungan sekitar. Pemko Padang berkomitmen untuk menjamin pendidikan anak-anak, salah satunya melalui program LKS dan seragam gratis," tambah Maigus Nasir.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Eri Sendjaya, menyampaikan data bahwa sepanjang tahun 2024 telah terjadi 78 kasus kekerasan terhadap anak, baik berupa kekerasan fisik, psikis, maupun seksual yang mayoritas terjadi di lingkungan terdekat korban.
"Menciptakan masjid ramah anak sekaligus mengoptimalkan fungsi masjid sebagai alternatif tempat berkumpul yang positif bagi anak-anak membutuhkan kesadaran kolektif. Melalui Smart Surau, kita dapat bersinergi untuk mewujudkan masjid yang ramah anak," ujar Eri Sendjaya.
Acara sosialisasi tersebut diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama untuk mewujudkan masjid ramah anak di Kota Padang, sebagai bentuk kesungguhan semua pihak dalam mengimplementasikan program ini. (red)
















