Simulasi Tanggap Bencana: Gempa 8,9 M dan Tsunami Guncang Kepulauan Dragon

Simulasi Tanggap Bencana: Gempa 8,9 M dan Tsunami Guncang Kepulauan Dragon

Latihan Tactical Floor Game (TFG) di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Rabu (30/10/2024). (Foto: Dok Diskominfo Padang)

Sumbardaily.com, Padang – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menggelar latihan Tactical Floor Game (TFG) sebagai persiapan simulasi tanggap bencana gabungan.

Kegiatan yang diselenggarakan di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang pada Rabu (30/10/2024) ini dihadiri oleh 100 perwakilan peserta simulasi.

TFG ini merupakan gladiresik untuk memantapkan koordinasi dalam simulasi gabungan kebencanaan yang akan dilaksanakan di kawasan Balai Kota Padang, Aie Pacah, pada Kamis (31/10/2024).

Skenario simulasi dimulai dengan pengumuman gempa bumi berkekuatan 8,9 Magnitudo yang berpotensi tsunami di perairan Kepulauan Dragon.

Dalam simulasi tersebut, digambarkan situasi darurat dengan sejumlah korban terperangkap dalam reruntuhan bangunan dan satu unit kapal yang karam dengan 10 korban membutuhkan evakuasi.

Rangkaian prosedur tanggap darurat dimulai dengan tindakan Kepala Siaga Harian (Kagahar) yang menjalin komunikasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk memantau kondisi laut.

Selanjutnya, Kagahar menginstruksikan Komandan Regu (Dansru) untuk mempersiapkan perlengkapan dan personel menuju lokasi kapal karam.

Kepala Kantor SAR (Kakansar) mengambil peran koordinasi dengan melaporkan kejadian kepada berbagai pemangku kepentingan, termasuk gubernur, wali kota, TNI/Polri, BPBD, Dinas Sosial- Dinas Kesehatan, PUPR, BWS Sumatera V, dan KSOP.

Dalam prosedur evakuasi, Dantim/Site Commander Sektor B1 SAR Gabungan bertanggung jawab mendirikan tenda triage untuk pemulihan korban.

Sementara itu, Dantim/Site Commander Sektor A3 melaksanakan aktivasi dan medical check up (MCU).

Operasi penyelamatan di laut melibatkan koordinasi antara KN SAR Yudhistara dan KN Blue Angel dalam proses evakuasi korban.

Kolaborasi ini menunjukkan pentingnya sinergi antar unit dalam penanganan situasi darurat.

"Simulasi ini dirancang untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi potensi bencana," jelas pihak Basarnas.

Koordinasi yang tepat dan cepat antara berbagai instansi menjadi kunci keberhasilan penanganan bencana.

Latihan TFG yang digelar di Aula Lantai 2 Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A ini menjadi momentum penting dalam mempersiapkan seluruh pemangku kepentingan menghadapi potensi bencana.

Simulasi ini tidak hanya menguji prosedur operasional, tetapi juga memperkuat koordinasi antar lembaga dalam situasi darurat.

Melalui simulasi komprehensif ini, Basarnas membuktikan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan tim penyelamat menghadapi berbagai skenario bencana yang mungkin terjadi di wilayah Sumatera Barat.

Baca Juga

Simulasi Gempa dan Tsunami usai, Padang Dinilai Belum Siap Hadapi Megathrust
Simulasi Gempa dan Tsunami usai, Padang Dinilai Belum Siap Hadapi Megathrust
Kajian Risiko Bencana Ungkap 242 Ribu Warga Padang Terancam Tsunami
Kajian Risiko Bencana Ungkap 242 Ribu Warga Padang Terancam Tsunami
Drill Tsunami Padang, Warga Zona Merah Siaga 5 November
Drill Tsunami Padang, Warga Zona Merah Siaga 5 November
Simulasi Gempa dan Tsunami di Padang Libatkan 200 Ribu Warga, Latihan Hadapi Megathrust
Simulasi Gempa dan Tsunami di Padang Libatkan 200 Ribu Warga, Latihan Hadapi Megathrust
16 Ribu Mangrove Ditanam di Padang, Benteng Alami Hadapi Megathrust dan Tsunami
16 Ribu Mangrove Ditanam di Padang, Benteng Alami Hadapi Megathrust dan Tsunami
Cegah Kekacauan Saat Megathrust, RSUP M Djamil Gelar Simulasi Skala Besar
Cegah Kekacauan Saat Megathrust, RSUP M Djamil Gelar Simulasi Skala Besar