Semen Padang FC Terpuruk di Papan Bawah, Persebaya Jadi Ujian Berat

Semen Padang FC Terpuruk di Papan Bawah, Persebaya Jadi Ujian Berat

Kesebelasan Semen Padang FC saat menjamu PSM Makassar di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Jumat (22/8/2025). (Foto: Rafdi Rahmadi/Sumbar Daily)

Sumbardaily.com, Padang – Perjalanan Semen Padang FC pada awal musim BRI Super League 2025/2026 belum berjalan mulus. Tim berjuluk Kabau Sirah itu masih tertahan di papan bawah klasemen sementara dengan catatan empat poin dari empat pertandingan. Situasi ini membuat Semen Padang berada dalam tekanan besar menjelang laga pekan keenam menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (19/9/2025).

Dari empat laga yang sudah dimainkan, Semen Padang baru mencatat satu kemenangan, satu hasil seri, dan dua kali kalah. Perolehan tersebut menempatkan mereka di posisi ke-14, hanya satu tingkat di atas zona degradasi. Kondisi ini menjadi peringatan dini bagi Kabau Sirah untuk segera bangkit agar tidak semakin terjerumus ke dasar klasemen.

Borneo FC Masih Perkasa

Sementara itu, persaingan di papan atas klasemen menampilkan dominasi Borneo FC. Tim asal Samarinda tersebut tampil sempurna dengan meraih 12 poin dari empat laga tanpa kekalahan. Catatan impresif itu menegaskan status Borneo sebagai kandidat juara kuat musim ini.

Di posisi kedua, Persija Jakarta tidak kalah konsisten. Macan Kemayoran telah mengumpulkan 11 poin dari lima pertandingan dengan rincian tiga kali menang dan dua kali imbang. Perbedaan hanya satu angka dari pemuncak klasemen membuat persaingan di papan atas kian memanas.

Persaingan Ketat di Papan Tengah

Tim-tim lain seperti Arema FC, PSIM Yogyakarta, dan Persijap Jepara juga menunjukkan performa kompetitif. Ketiga tim itu sama-sama mengoleksi delapan poin dari lima pertandingan, masing-masing dengan dua kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan. Perbedaan selisih gol membuat mereka menempati posisi ketiga hingga kelima klasemen.

Di bawahnya, Persib Bandung dan Persik Kediri menempel ketat dengan perolehan tujuh poin. Kedua klub tersebut masih menjaga konsistensi meski belum sepenuhnya stabil. Sementara itu, Persebaya Surabaya menempati posisi kedelapan dengan enam poin dari empat laga. Tim Bajul Ijo diprediksi menjadi lawan berat bagi Semen Padang di pekan keenam, terutama karena bermain di kandang sendiri.

Posisi kesembilan dan kesepuluh dihuni Bali United serta Dewa United yang sama-sama mengoleksi enam poin dari lima laga.

Ketatnya Zona Bawah

Persaingan semakin ketat terlihat di papan bawah. Bhayangkara FC, Malut United, dan Madura United kompak meraih lima poin dari lima pertandingan. Mereka menempati posisi ke-11 hingga ke-13.

Semen Padang, yang baru memainkan empat laga, berada di peringkat ke-14 dengan empat poin, sejajar dengan PSBS Biak dan Persita Tangerang. Bedanya, PSBZ Biak sudah menjalani lima pertandingan sementara Persita baru empat kali turun ke lapangan. Posisi ketiga tim ini rawan digeser jika tidak segera memperbaiki performa.

Di dasar klasemen, Persis Solo dan PSM Makassar menjadi penghuni zona merah. Persis baru mengoleksi empat poin dari lima laga, sementara PSM harus puas dengan tiga poin dari empat pertandingan, sebuah hasil yang mengecewakan bagi klub yang dikenal sebagai salah satu kekuatan tradisional sepak bola Indonesia.

Laga Penting bagi Kabau Sirah

Bagi Semen Padang FC, laga menghadapi Persebaya Surabaya akan menjadi ujian penting setelah sebelumnya gagal meraih poin penuh saat menjamu PSBS Biak di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Kamis (11/9/2025). Selain menghadapi tekanan untuk keluar dari papan bawah, anak asuh Eduardo Almeida juga harus berhadapan dengan atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo yang dikenal sulit bagi tim tamu.

Pertandingan ini bisa menjadi momentum kebangkitan atau justru menambah beban tim asal Ranah Minang tersebut. Jika mampu mencuri poin, Semen Padang berpeluang memperbaiki posisi di klasemen dan menambah kepercayaan diri pemain. Namun, jika kembali kalah, Kabau Sirah berpotensi kian terbenam dan harus bekerja lebih keras untuk keluar dari ancaman degradasi sejak awal musim.

Persaingan Masih Panjang

Musim kompetisi masih panjang, namun dinamika klasemen sementara Liga Super 2025/2026 sudah menunjukkan ketatnya persaingan. Perebutan gelar juara diperkirakan berlangsung sengit antara Borneo FC dan Persija Jakarta, sementara tim-tim seperti Persib, Arema, dan Bali United juga berpotensi meramaikan perburuan.

Di sisi lain, tim-tim papan bawah, termasuk Semen Padang, harus segera berbenah. Jika tidak, mereka bisa terjebak dalam situasi sulit yang akan menguras energi sepanjang musim. Dukungan suporter, mental pemain, serta strategi pelatih akan sangat menentukan perjalanan Kabau Sirah ke depan. (ik)

Baca Juga

Kejari Padang Alihkan Penahanan BSN jadi Tahanan Kota, Ada Jaminan dari Hinca Panjaitan hingga Keluarga
Kejari Padang Alihkan Penahanan BSN jadi Tahanan Kota, Ada Jaminan dari Hinca Panjaitan hingga Keluarga
Kejati Sumbar Dalami Dugaan Korupsi KUR Bank Nagari, Penyidikan Resmi Dimulai
Kejati Sumbar Dalami Dugaan Korupsi KUR Bank Nagari, Penyidikan Resmi Dimulai
Semen Padang FC Matangkan Persiapan, Nil Maizar Puas dengan Game Internal Kedua
Semen Padang FC Matangkan Persiapan, Nil Maizar Puas dengan Game Internal Kedua
Petugas kepolisian menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan di Jalan Gurun Panjang, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, dengan memperagakan 27 adegan yang disaksikan warga.
Kasus Pembunuhan di Kuranji Padang Masuk Babak Baru, Rekonstruksi Ungkap Kronologi Lengkap Penusukan
Dugaan Kredit Fiktif KUR Bank Nagari, Kepala OJK Sumbar Diperiksa Kejaksaan
Dugaan Kredit Fiktif KUR Bank Nagari, Kepala OJK Sumbar Diperiksa Kejaksaan
Petugas pemadam kebakaran melakukan penanganan kebakaran KN SAR Ramawijaya 240 di galangan PT Proskuneo Kadarusman, Jakarta Utara.
KN SAR Ramawijaya 240 Terbakar Saat Docking di Jakarta, KKS Mentawai: Penyebab Masih Didalami