Sumbardaily.com – Laga krusial akan dijalani Semen Padang FC saat menjamu PSIM Yogyakarta dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (4/3/2026).
Pertandingan dijadwalkan kick-off pukul 21.00 WIB dan menjadi momentum penting bagi tuan rumah untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, menegaskan timnya membidik kemenangan demi menjauh dari zona merah. Menurutnya, secara umum kondisi pemain dalam keadaan baik menjelang laga tersebut.
“Dari kondisi pemain semua oke, cuma Diarra tidak bisa main karena dia punya kartu merah di pertandingan terakhir,” ujar Dejan saat konferensi pers jelang laga.
Absennya Boubakary Diarra menjadi satu-satunya kendala berarti di skuad Kabau Sirah. Sementara itu, pemain lainnya berada dalam kondisi siap tempur usai menjalani sesi latihan yang dinilai berjalan positif.
“Kalau kondisi pemain lain oke. Kita sudah latihan cukup positif dan cukup baik. Semoga kita bisa menang,” katanya.
Kabar baik datang dari kondisi Alhassan Wakaso. Dejan memastikan sang pemain sudah pulih dan mengikuti seluruh prosedur medis tim.
“Kalau untuk kondisi Wakaso no problem. Dia kemarin sudah sembuh dan dia sudah ikut treatment dokter semua oke. Dia ikut latihan sama kita, tapi kita tidak terlalu banyak paksa karena kita tidak mau ambil risiko, tapi kondisi dia sudah oke,” jelasnya.
Pada pertemuan sebelumnya di Yogyakarta, Semen Padang FC harus mengakui keunggulan PSIM dengan skor 0-1 lewat gol penalti.
Dejan menilai lawannya memiliki kualitas tim yang baik, terutama dengan kehadiran Ze Valente yang disebut sebagai motor permainan.
“Kita sudah pernah main lawan PSIM Yogyakarta di Yogya, kita kalah 1-0 lewat penalti itu. PSIM Yogyakarta satu tim yang punya kualitas dan satu tim yang punya satu pemain seperti Ze Valente yang semua mulai dari dia. Saya pikir dia otak dari tim itu,” ungkapnya.
Meski demikian, Ze Valente tidak bisa tampil pada laga kali ini. Namun, Dejan tetap meminta anak asuhnya waspada karena PSIM masih memiliki sejumlah pemain lokal dengan kualitas mumpuni.
“Ada beberapa pemain yang lokal sama kualitasnya. Kita harus hati-hati. Strategi kita mau menang, yang penting menang karena kalau kita bisa menang, kita bisa hampir keluar dari zona merah,” tegasnya.
Dejan optimistis bermain di kandang sendiri menjadi keuntungan tersendiri bagi Semen Padang FC. Dukungan suporter di Stadion Haji Agus Salim diharapkan mampu menambah motivasi pemain untuk meraih tiga poin penuh.
“PSIM satu tim yang bagus, kalau kita semangat, kerja bagus, dan kita main di rumah, itu kita bisa menang,” pungkasnya. (*)
















