Sumbardaily.com – Pemanfaatan lahan tidur kembali membuktikan potensinya sebagai sumber ekonomi baru. Hal itu ditunjukkan oleh Sawirman, petani berusia 60 tahun asal Desa Rawang, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, yang berhasil mengubah lahan terbengkalai menjadi kebun cabe produktif.
Lahan yang kini ditanami ribuan batang cabe tersebut sebelumnya tidak digarap selama kurang lebih enam tahun. Kondisinya dipenuhi semak belukar dan tumbuhan liar, sehingga tidak memberikan nilai manfaat bagi pemilik maupun lingkungan sekitar.
Berangkat dari kondisi itu, Sawirman mengambil langkah berani dengan menghubungi pemilik lahan. Ia mengusulkan agar lahan yang selama ini terbengkalai dapat dimanfaatkan kembali menjadi lahan pertanian produktif.
“Lahan tersebut sudah dipenuhi semak dan tumbuhan liar, karena itu saya hubungi pemiliknya bagaimana lahan tersebut diolah menjadi lahan yang produktif. Kebetulan pemiliknya setuju, maka kita olah jadi kebun cabe,” ungkap Sawirman.
Setelah mendapatkan izin, Sawirman mulai membersihkan lahan yang sebelumnya tidak terurus. Proses pengolahan tidak berjalan mudah, terutama karena kondisi lahan yang minim pasokan air. Hal ini membuatnya harus memikirkan jenis tanaman yang tepat agar tetap bisa menghasilkan.
Menurutnya, lahan tersebut tidak cocok untuk ditanami padi karena keterbatasan air. Ia pun memutuskan untuk menanam cabe sebagai alternatif yang lebih sesuai dengan kondisi lahan.
“Ia menilai bahwa lahan ini memang kurang cocok untuk tanaman padi, karena saat ini lahan tersebut sulit mendapatkan air, maka lahan tersebut kita olah menjadi kebun cabe,” jelasnya.
Keputusan tersebut terbukti tepat. Dengan luas lahan sekitar satu hektar, kini kebun tersebut telah ditanami sekitar 9.300 batang cabe. Perubahan yang terjadi sangat signifikan, dari lahan yang dulunya dipenuhi semak kini menjadi area pertanian yang tertata rapi dan produktif.
Sawirman kini tengah menunggu masa panen yang diperkirakan akan berlangsung dalam waktu sekitar dua bulan ke depan. Ia berharap hasil panen nantinya dapat memberikan keuntungan yang maksimal.
“Semoga pada panen nanti yang lebih kurang dua bulan lagi, mendapatkan hasil panen yang maksimal,” tutupnya.
Kisah Sawirman menjadi gambaran nyata bahwa lahan tidur yang selama ini dianggap tidak bernilai, sebenarnya memiliki potensi besar jika dikelola dengan tepat. Dengan inisiatif dan kerja keras, lahan yang terbengkalai dapat diubah menjadi sumber penghidupan baru.
Langkah yang dilakukan Sawirman juga menjadi inspirasi bagi masyarakat luas, khususnya petani, untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan lahan yang ada. Upaya sederhana ini sekaligus menunjukkan bahwa sektor pertanian masih memiliki peluang besar untuk terus berkembang di tengah berbagai keterbatasan. (*)
















