Sumbardaily.com, Solok – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah warga di Jorong Kapuah, Nagari Sumani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Rabu (5/11/2025) pagi. Peristiwa itu menghanguskan satu unit rumah permanen milik Zulhaida (52) serta satu unit sepeda motor yang terparkir di halaman.
Kasi Operasi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Solok, Zulhelmi Bosy, mengungkapkan pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 09.37 WIB. Setelah mendapat informasi, tim Damkar langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan proses pemadaman.
“Kami menerima laporan kebakaran rumah di Jorong Kapuah, Nagari Sumani. Begitu laporan masuk, tim langsung berangkat ke lokasi,” kata Zulhelmi.
Proses pemadaman berlangsung cukup intens di tengah kondisi lingkungan yang padat permukiman. Setelah hampir satu jam berjibaku dengan kobaran api, petugas akhirnya berhasil menguasai api sekitar pukul 10.42 WIB.
“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.42 WIB. Yang terbakar di antaranya satu unit rumah dan satu motor. Kalau tidak segera ditangani, api bisa saja menjalar ke rumah di sekitarnya,” ujarnya.
Berdasarkan hasil penelusuran sementara, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik. Percikan api dari sambungan arus pendek itu kemudian cepat membesar hingga melalap seluruh bagian rumah.
“Dugaan sementara, sumber api berasal dari korsleting listrik. Untungnya tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 200 juta,” ungkap Zulhelmi.
Dalam proses pemadaman, Damkar Kabupaten Solok menurunkan tiga armada, yakni satu unit armada dari Pos Sumani, satu unit dari Pos Thannoz, dan satu unit bantuan dari Kota Solok.
Namun, upaya pemadaman sempat terkendala karena peralatan alat pelindung diri (APD) tidak lengkap serta gangguan komunikasi radio pada armada Sumani.
“Radio di armada Sumani sempat tidak berfungsi, dan ada beberapa APD yang tidak lengkap. Tapi berkat kerja sama tim dan bantuan warga, api akhirnya bisa dipadamkan tanpa merembet ke rumah lain,” tutur Zulhelmi menambahkan.
Rumah milik Zulhaida diketahui dihuni oleh enam anggota keluarga. Seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar. Meski demikian, seluruh harta benda di dalam rumah tidak dapat diselamatkan.
Kejadian ini menambah daftar peristiwa kebakaran di Kabupaten Solok yang sebagian besar dipicu oleh gangguan arus listrik. Pihak Damkar kembali mengimbau warga agar lebih berhati-hati, terutama dalam penggunaan alat elektronik dan instalasi listrik di rumah. (red)
















