Sumbardaily.com - Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di RSUP Dr M Djamil Padang yang hampir menyentuh angka 90 persen menjadi sinyal kuat bahwa kebutuhan layanan kesehatan terus meningkat.
Kondisi tersebut mendorong rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat (Sumbar) itu untuk melakukan pengembangan besar-besaran melalui proyek senilai sekitar Rp1 triliun.
Rencana pengembangan tersebut mengemuka dalam Forum Konsultasi Publik dan Penyampaian Informasi Publik terkait Studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Environmental and Social Impact Assessment (ESIA) yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (15/6/2026) siang.
Kegiatan itu dihadiri Wali Kota Padang, Fadly Amran, Direktur Utama RSUP Dr M Djamil, Dovy Djanas, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Padang, perwakilan PT Kereta Api Indonesia (Persero), masyarakat yang berada di sekitar lingkungan rumah sakit, serta sejumlah unsur terkait lainnya.
Direktur Utama RSUP Dr M Djamil Padang Dovy Djanas mengungkapkan bahwa tingkat pemanfaatan layanan rumah sakit saat ini terus mengalami peningkatan. Tingginya angka BOR menunjukkan bahwa kapasitas layanan yang tersedia semakin mendekati batas optimal.
“Kami mendapatkan pendanaan untuk pengembangan RSUP Dr M Djamil sekitar Rp1 triliun. Ada dua gedung yang akan kami bangun, yaitu Central Medical Unit dan gedung ruang rawat inap," katanya.
Menurut Dovy, pembangunan fasilitas baru tersebut menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang semakin tinggi.
"Penambahan sarana dan prasarana (sarpras) diharapkan mampu memperluas kapasitas pelayanan sekaligus meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada pasien," ujar Dovy.
Ia menjelaskan, RSUP Dr M Djamil menjadi salah satu dari delapan rumah sakit yang memperoleh pembiayaan dalam program pengembangan layanan kesehatan nasional.
Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, proyek pengembangan tersebut ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan tahun 2027.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota (Pemko) Padang yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan RSUP Dr M Djamil. Pengembangan rumah sakit ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Sumatera Barat dan wilayah Sumatera bagian tengah, sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan Kota Padang," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Padang, Fadly Amran menilai pengembangan RSUP Dr. M. Djamil bukan sekadar pembangunan fasilitas kesehatan semata.
Menurutnya, investasi yang masuk ke sektor kesehatan memiliki dampak yang luas, baik terhadap peningkatan pelayanan publik maupun perkembangan ekonomi daerah.
Fadly memberikan apresiasi kepada pihak RSUP Dr M Djamil yang dinilai berhasil menghadirkan investasi di bidang kesehatan. Ia menyebut investasi tersebut tidak hanya menjadi modal penting bagi pengembangan rumah sakit, tetapi juga memberikan manfaat bagi Kota Padang dan masyarakat Sumatera Barat secara keseluruhan.
“Saat ini Kota Padang memang membutuhkan investasi yang terus mengalir seluas-luasnya, tentunya untuk kemaslahatan masyarakat. Salah satu tantangan yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi kita adalah tingkat pengangguran yang masih cukup tinggi," ujar Wali Kota.
Menurut Fadly, rencana pengembangan RSUP Dr M Djamil juga memiliki keterkaitan erat dengan arah pembangunan jangka panjang Kota Padang. Ia menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit tersebut sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Padang periode 2025-2045 yang menargetkan Padang sebagai kota perdagangan dan jasa.
Selain mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, pengembangan rumah sakit tersebut juga dinilai sejalan dengan visi Pemko Padang dalam mewujudkan kota yang sehat dan berbasis teknologi.
“Pemko Padang berkomitmen penuh untuk mendukung pengembangan RSUP Dr M Djamil. Hal ini sejalan dengan visi Kota Padang, mewujudkan kota pintar dan kota sehat. Kedua tujuan tersebut sangat sejalan dengan pengembangan RSUP Dr M Djamil sebagai pusat layanan kesehatan yang modern dan berkualitas," tuturnya. (*)
















