Sumbardaily.com, Padang - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan aktivitas terkini Gunung Marapi yang masih berstatus Waspada (Level II).
Berdasarkan hasil pemantauan selama 24 jam pada Selasa (11/2/2025), gunung berketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut ini menunjukkan sejumlah aktivitas vulkanik yang signifikan.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Marapi, Rasyidin, menyampaikan bahwa selama periode pengamatan, tercatat 12 kali aktivitas hembusan dengan amplitudo 1-9,6 milimeter dan durasi 40-510 detik.
"Selain itu, kami juga mencatat satu kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 2,2 milimeter dan durasi 6 detik," jelasnya.
Aktivitas kegempaan lainnya yang terekam meliputi empat kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo 3,2-11,4 milimeter dan durasi 24-37 detik, serta satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 2,7 milimeter dan durasi 47 detik.
Secara visual, kawah Gunung Marapi terlihat mengeluarkan asap putih bertekanan lemah dengan intensitas tipis.
"Asap kawah teramati mencapai ketinggian 150-200 meter di atas puncak," ungkap Rasyidin.
Kondisi meteorologi di sekitar gunung tercatat bervariasi dengan cuaca cerah hingga mendung. Suhu udara berkisar antara 14,8-24 derajat celcius dengan kelembaban udara 74,9-97,3 persen.
Sementara itu, tekanan udara tercatat pada rentang 638,3-639,8 mmHg, dengan angin bertiup lemah ke arah timur laut, tenggara, dan barat.
Mengingat status gunung yang masih Waspada, PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting. Masyarakat, pendaki, dan wisatawan dilarang memasuki area dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi di Kawah Verbeek.
"Khusus bagi warga yang bermukim di sekitar lembah dan aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi, kami menghimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar, terutama saat musim hujan," tegas Rasyidin.
PVMBG juga mengeluarkan panduan khusus jika terjadi hujan abu vulkanik. Masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk mencegah gangguan ISPA, serta menggunakan perlengkapan pelindung mata dan kulit.
Selain itu, warga juga diminta mengamankan sumber air bersih dan membersihkan atap rumah dari timbunan abu vulkanik untuk mencegah keruntuhan.
Koordinasi antara pemerintah daerah setempat dengan PVMBG terus dilakukan. Pemerintah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam diminta untuk selalu berkoordinasi dengan PVMBG di Bandung atau Pos Pengamatan Gunung Marapi di Bukittinggi.
Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas Gunung Marapi melalui berbagai platform resmi, termasuk website Badan Geologi, website PVMBG, website Magma Indonesia, aplikasi Magma Indonesia di Google PlayStore, serta media sosial PVMBG.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi hoax dan selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah," tutup Rasyidin. (red)
















