Progres Terkini Jalur Lembah Anai dan Malalak, Ini Data Resmi BPJN Sumbar

Progres Terkini Jalur Lembah Anai dan Malalak, Ini Data Resmi BPJN Sumbar

Perbaikan jalur Lembah Anai pascabencana banjir bandang. (Foto: BPJN Sumbar)

Sumbardaily.com, Padang – Penanganan darurat bencana alam di Jalur Lembah Anai dan Jalur Malalak terus dikebut Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat (Sumbar).

Hingga 12 Februari 2026, progres penanganan di Jalur Lembah Anai telah mencapai 34,36 persen, sementara Jalur Malalak baru menyentuh 2,55 persen.

Informasi tersebut disampaikan dalam pembaruan progres penanganan darurat bencana alam yang dirilis BPJN Sumbar.

Dalam unggahan itu dijelaskan, khusus Jalur Lembah Anai, penanganan difokuskan pada pembersihan sisa material longsor, penanganan tebing atau lereng rawan, perbaikan badan jalan terdampak, serta penguatan bangunan pengaman jalan.

BPJN Sumbar juga menyebutkan bahwa Jalur Lembah Anai direncanakan dibuka selama 24 jam pada periode H-7 hingga H+7 Lebaran.

Kebijakan tersebut diambil dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran, dengan tetap memperhatikan kondisi keselamatan di lapangan.

Target penyelesaian penanganan Jalur Lembah Anai ditetapkan pada akhir Juli 2026.

Sementara itu, untuk Jalur Malalak, progres penanganan per 12 Februari 2026 tercatat sebesar 2,55 persen. Target penyelesaian jalur ini ditetapkan pada akhir Desember 2026.

Dalam highlight penanganan Jalur Malalak, BPJN Sumbar memaparkan sejumlah langkah yang telah dilakukan, antara lain pembersihan material longsor di berbagai titik, pemasangan jembatan sementara tipe CSP dan Bailey.

Kemudian penanganan darurat menggunakan geobag dan water barrier, serta memastikan sebagian ruas sudah dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.

Namun demikian, BPJN Sumbar juga mengingatkan bahwa beberapa segmen pada KM 78+050 hingga KM 82+900 masih dalam proses penanganan dan belum dapat dilalui.

Penanganan di Jalur Lembah Anai dan Jalur Malalak menjadi perhatian karena kedua jalur tersebut merupakan akses penting di Sumbar.

Upaya percepatan ini dilakukan untuk memastikan konektivitas tetap terjaga sekaligus meningkatkan keamanan pengguna jalan di tengah proses pemulihan pascabencana.

BPJN Sumbar menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pekerjaan sesuai target yang telah ditetapkan, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas. (pooke)

Baca Juga

Danau Singkarak Dinilai Ideal untuk PLTS Terapung, Ini Temuan Terbaru Tim Peneliti Unand
Danau Singkarak Dinilai Ideal untuk PLTS Terapung, Ini Temuan Terbaru Tim Peneliti Unand
Festival Kota Tua Padang 2026 Digelar, Hadirkan Peserta Barongsai dari Tujuh Negara
Festival Kota Tua Padang 2026 Digelar, Hadirkan Peserta Barongsai dari Tujuh Negara
Sungai Berubah Jalur Akibat Banjir di Padang, Alat Berat Dikerahkan Pulihkan Akses Warga
Sungai Berubah Jalur Akibat Banjir di Padang, Alat Berat Dikerahkan Pulihkan Akses Warga
Ombudsman Soroti Tata Kelola Dana Komite Sekolah di Sumbar, Dinilai Rawan Maladministrasi dan Korupsi
Ombudsman Soroti Tata Kelola Dana Komite Sekolah di Sumbar, Dinilai Rawan Maladministrasi dan Korupsi
BMKG: Potensi Hujan Sumbar Sepekan ke Depan Menurun, Ini Wilayah yang Tetap Perlu Waspada
BMKG: Potensi Hujan Sumbar Sepekan ke Depan Menurun, Ini Wilayah yang Tetap Perlu Waspada
Riset Unand Ungkap Upaya Pengendalian Pencemaran Muara Batang Arau di ICOEE 2026
Riset Unand Ungkap Upaya Pengendalian Pencemaran Muara Batang Arau di ICOEE 2026