Sumbardaily.com - Dosen Teknik Kimia sekaligus Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Eng. Ir. Reni Desmiarti, S.T., M.T., IPU, tampil sebagai dosen tamu dalam kegiatan Visiting Lecture di Center for Environmental and Societal Sustainability, Gifu University, Jepang, pada 1 Mei 2026.
Kegiatan akademik ini diikuti oleh mahasiswa lintas jenjang, mulai dari program Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3). Sejumlah akademisi turut hadir dalam forum tersebut, di antaranya Prof. Dr. Fusheng Li, Dr. Yuji Suzuki, dan Dr. Kayako Hirooka.
Kehadiran Prof Reni dalam forum internasional tersebut merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara Universitas Bung Hatta dengan Gifu University, Jepang, yang terus diperkuat melalui kolaborasi akademik.
Dalam kesempatan itu, Prof Reni memaparkan materi berjudul “Integration of Electrocoagulation and Membrane Bioreactor for Enhanced Industrial Wastewater Treatment”. Materi ini menyoroti pengembangan teknologi inovatif dalam pengolahan limbah cair industri dengan mengintegrasikan beberapa metode, yakni elektrokoagulasi, plasma, serta membrane bioreactor (MBR).
"Penelitian yang dipaparkan bertujuan untuk mengolah limbah cair secara lebih efektif dengan menggabungkan beberapa teknologi. Sistem ini dirancang untuk mendegradasi senyawa organik, seperti yang terdapat pada limbah kelapa sawit (palm oil mill effluent/POME), serta senyawa anorganik seperti limbah industri elektroplating," ungkap Prof Reni dalam paparannya dikutip laman resmi Rabu (6/5/2026).
Ia menjelaskan, pendekatan yang dikembangkan melibatkan perancangan sistem pengolahan limbah terpadu yang mampu mengubah limbah menjadi air bersih. Kombinasi teknologi elektrokoagulasi, plasma, dan MBR digunakan untuk meningkatkan efisiensi, baik dari sisi kualitas hasil maupun kecepatan proses pengolahan.
Lebih lanjut, Prof Reni memaparkan sejumlah keunggulan dari inovasi tersebut. Di antaranya adalah kemampuan mengurangi kebutuhan lahan, memperpendek waktu tinggal hidrolik, serta menekan konsumsi energi listrik. Selain itu, sistem ini juga dinilai lebih mudah dikendalikan dalam operasionalnya sehingga memiliki potensi besar untuk diterapkan dalam skala industri.
Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa integrasi teknologi elektrokoagulasi dan MBR merupakan solusi yang menjanjikan dalam pengolahan limbah industri modern.
"Teknologi ini tidak hanya meningkatkan efektivitas penghilangan kontaminan, tetapi juga menghasilkan kualitas efluen yang lebih baik. Namun demikian, penelitian lanjutan masih diperlukan, terutama terkait optimalisasi biaya dan pengembangan skala industri agar dapat diadopsi secara lebih luas," sebutnya.
Melalui kegiatan ini, kolaborasi internasional di bidang riset dan inovasi diharapkan semakin berkembang, khususnya dalam menjawab tantangan pengelolaan limbah industri yang berkelanjutan. (*)
















