Sumbardaily.com, Padang – Prakiraan cuaca untuk Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), pada Rabu (26/11/2025) menunjukkan dominasi hujan sepanjang hari.
Berdasarkan informasi resmi BMKG, sebagian besar kecamatan diprediksi berada dalam kondisi hujan petir hingga hujan ringan, dengan tingkat kelembaban udara tinggi yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi. Masyarakat diimbau tetap berhati-hati menghadapi kondisi tersebut.
Laman prakiraan cuaca BMKG mencatat intensitas hujan disertai kelembaban mencapai 83–100 persen, dengan suhu yang relatif sejuk, yakni 20–26 derajat Celsius.
Situasi ini berpotensi menimbulkan genangan, jalan licin, hingga gangguan aktivitas warga di luar ruangan.
Hujan Petir Meliputi Mayoritas Kecamatan
Sejumlah kecamatan diprakirakan berada di bawah cuaca hujan petir sejak pagi hingga malam. Kondisi ini membuat aktivitas luar ruangan perlu mendapat perhatian ekstra.
Adapun wilayah yang terdampak hujan petir beserta rentang suhu dan tingkat kelembaban meliputi:
- Padang Selatan (25–26°C, 83–91%)
- Padang Timur (24–26°C, 84–94%)
- Padang Barat (25–26°C, 83–92%)
- Padang Utara (24–26°C, 83–93%)
- Bungus Teluk Kabung (23–25°C, 86–96%)
- Lubuk Begalung (23–26°C, 85–96%)
- Nanggalo (24–25°C, 84–95%)
- Koto Tangah (21–22°C, 93–100%)
Cuaca ekstrem berupa hujan petir ini berpotensi menimbulkan kilatan listrik yang membahayakan. Karena itu, BMKG mengingatkan warga agar menghindari area terbuka, termasuk lapangan, pesisir, dan lokasi dengan pohon besar saat hujan petir terjadi.
Hujan Ringan di Tiga Kecamatan
Di sisi lain, beberapa kecamatan diprediksi hanya mengalami hujan ringan. Meski tidak seekstrem hujan petir, kondisi cuaca ini tetap menuntut kewaspadaan karena tingginya kelembaban udara dapat membuat jalan licin dan mengganggu jarak pandang pengendara.
Wilayah yang mengalami hujan ringan antara lain Lubuk Kilangan (20–23°C, 90–99%), Pauh (20–22°C, 91–99%), dan Kuranji (22–24°C, 86–98%).
BMKG Ingatkan Risiko Hidrometeorologi
Dengan hampir seluruh wilayah Kota Padang diprediksi diguyur hujan, BMKG kembali menegaskan sejumlah imbauan.
Warga diminta menghindari aktivitas luar ruangan saat hujan petir berlangsung, mewaspadai potensi banjir lokal di kawasan rawan genangan, serta memantau informasi terbaru dari BMKG bila terjadi perubahan cuaca mendadak.
BMKG juga menyoroti meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi, seperti tanah longsor di wilayah perbukitan di pinggiran Kota Padang. Cuaca ekstrem beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama meningkatnya potensi bahaya tersebut.
Dengan kondisi yang diprediksi berlangsung sepanjang hari, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem di Ibu Kota Provinsi Sumbar tersebut. (fru)















