Sumbardaily.com, Jakarta – Kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% per Januari 2025 telah menimbulkan diskusi mendalam di kalangan akademisi dan ekonom.
Universitas Paramadina bersama Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menggelar diskusi publik bertajuk "PPN 12%: Solusi atau Beban Baru?" untuk menganalisis dampak mendalam dari kebijakan tersebut.
Ketua Prodi Manajemen Universitas Paramadina, Adrian A. Wijanarko, mengungkapkan keprihatinan mendalam terkait dampak kenaikan PPN terhadap generasi muda, khususnya Generasi Z atau Gen Z dan milenial.
Menurutnya, kelompok generasi ini tengah menghadapi kompleksitas tekanan ekonomi yang signifikan.
"Kenaikan PPN akan menyebabkan peningkatan harga barang dan jasa, yang diprediksi akan mengubah perilaku konsumsi generasi muda," paparnya.
Gen Z diperkirakan akan lebih selektif dalam pengeluaran, dengan fokus utama pada prioritas menabung untuk kebutuhan masa depan seperti pendidikan, properti, dan investasi.
Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menjelaskan konteks kebijakan ini dari sisi makroekonomi. Penurunan penerimaan pajak nasional hingga Oktober 2024 sebesar 0,4% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi salah satu latar belakang kebijakan ini.
"Rendahnya rasio pajak dan meningkatnya utang negara menjadi sinyal serius terhadap keberlanjutan fiskal," tegasnya.
Samirin menekankan perlunya reformasi menyeluruh, termasuk upaya mengatasi penyelundupan pajak, memperbaiki tata kelola perpajakan, dan mengurangi insentif pajak berlebih.
M. Rizal Taufikurahman dari INDEF memproyeksikan konsekuensi lebih lanjut dari kenaikan PPN. Berdasarkan analisisnya, kebijakan ini berpotensi menurunkan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 0,17%, disebabkan oleh penurunan konsumsi, ekspor, dan daya saing sektor industri padat karya.
"Situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian semakin memperbesar tantangan bagi Indonesia," ujarnya.
Kenaikan PPN diperkirakan akan berdampak pada perlambatan pertumbuhan ekonomi, penurunan konsumsi rumah tangga, dan potensi peningkatan inflasi.
Diskusi ini menggarisbawahi kompleksitas kebijakan kenaikan PPN. Di satu sisi, upaya pemerintah untuk mendapatkan tambahan penerimaan negara, di sisi lain membawa konsekuensi signifikan bagi masyarakat, terutama generasi muda yang tengah berjuang menghadapi ketidakpastian ekonomi. (red)
















