Sumbardaily.com – Grup musik LYLA tengah menikmati babak baru dalam perjalanan karier mereka setelah merilis ulang lagu legendaris Ga Romantis. Lagu yang sempat populer pada 2014 itu kembali viral di berbagai platform media sosial dengan sentuhan baru, sekaligus menghadirkan berkah beruntun bagi para personel band.
“Sejak Ga Romantis rilis ulang, jadwal LYLA sampai akhir tahun ini penuh. Banyak tawaran tampil di pentas seni, terutama dari sekolah dan kampus. Kami kaget, tapi juga senang, Alhamdulillah,” ujar Dharma, kibordis LYLA.
Band yang kini digawangi Ario (vokal), Fare (gitar), Dennis (bas), Dharma (kibor), dan Difin (drum) itu menilai, fenomena ini merupakan bukti bahwa lagu Ga Romantis masih memiliki daya tarik lintas generasi. Versi terbaru lagu tersebut menjadi jembatan yang memperkenalkan LYLA kepada pendengar muda, terutama dari kalangan SMA dan mahasiswa.
Regenerasi Pendengar Lewat Ga Romantis
LYLA tak menyangka lagu yang mereka garap lebih dari satu dekade lalu kini kembali mendapat tempat di hati generasi baru. Gitaris LYLA, Fare, menyebut media sosial berperan besar dalam menghidupkan kembali popularitas lagu tersebut.
“Anak-anak muda sekarang kan aktif di media sosial. Banyak yang pakai Ga Romantis buat konten mereka, akhirnya lagu ini hidup lagi. Sekarang kami malah jadi sering manggung di pensi,” ungkapnya.
Versi terbaru Ga Romantis dirilis sebagai bagian dari album keenam LYLA bertajuk Jamuan Musim Semi. Lagu yang awalnya diciptakan oleh vokalis pertama mereka, Indra Sinaga, kini hadir dengan nuansa yang lebih matang namun tetap mempertahankan karakter aslinya.
Warna Baru dari Vokal dan Banjo
Perubahan paling mencolok pada versi terbaru Ga Romantis terletak pada karakter vokal Ario Setiawan, vokalis baru LYLA yang menggantikan Indra Sinaga (Naga) sejak 2020. Kehadiran Ario memberi napas baru tanpa menghilangkan esensi lagu yang dicintai penggemar lama.
Selain itu, LYLA menggandeng musisi asal Bandung, Nissan Fortz, untuk mengisi instrumen banjo. Elemen ini menambah warna segar yang melengkapi keseluruhan aransemen.
“Nissan Fortz itu seperti potongan puzzle yang hilang. Di versi lama ada rasa kurang, tapi setelah banjo dimasukkan, lagu ini jadi terasa lengkap dan fresh,” kata Dharma.
Meski melakukan penyempurnaan, LYLA memilih untuk tidak mengubah terlalu banyak komposisi asli lagu tersebut.
“Kami sempat coba beberapa aransemen baru, tapi versi pertama itu sudah kuat banget. Jadi kami fokus pada penyempurnaan sound dan isian instrumen saja,” jelas Fare.
Konsisten Menjaga Identitas Musik
Keputusan LYLA untuk tidak mengubah arah musikal Ga Romantis dinilai tepat. Versi terbaru tetap menghadirkan nuansa pop romantis khas LYLA, namun dengan sentuhan produksi yang lebih modern. Lagu ini kini dapat dinikmati di berbagai platform musik digital, sementara video musiknya telah tayang di kanal YouTube GMI Records.
“Buat kami, lagu Ga Romantis ini punya sejarah panjang dan makna besar. Kami ingin tetap menjaga ruhnya, tapi juga memperkenalkan ke generasi baru,” ujar Dharma menegaskan.
Dengan momentum baru ini, LYLA kembali menjadi sorotan di dunia musik Tanah Air. Popularitas Ga Romantis tidak hanya memperkuat eksistensi mereka, tetapi juga membuktikan bahwa karya yang tulus akan selalu menemukan pendengar, di masa kapan pun. (*)
















