Sumbardaily.com – Tepian Batanghari di Kampung Pulai, Nagari Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, kembali dipenuhi masyarakat. Ribuan warga datang menyaksikan Selaju Sampan Badunsanak yang digelar selama dua hari, 15-16 Agustus 2026. Kegiatan olahraga rakyat yang sempat lama vakum itu kembali menjadi magnet bagi masyarakat sekaligus membuka peluang aktivitas ekonomi bagi pelaku UMKM.
Kemeriahan tidak hanya terlihat dari jumlah penonton. Puluhan tim selaju sampan ikut ambil bagian dalam perlombaan yang berlangsung di tepian Batanghari tersebut. Peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Dharmasraya, tetapi juga dari luar daerah yang datang untuk memperebutkan gelar juara dalam olahraga rakyat yang kembali dihidupkan tersebut.
Kembalinya Selaju Sampan Badunsanak memiliki arti tersendiri bagi Dharmasraya. Olahraga adu cepat perahu tersebut disebut pernah menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat, baik dari sisi olahraga rakyat maupun budaya. Setelah lama tidak digelar, pemerintah daerah bersama berbagai pihak kembali menghadirkannya sebagai bagian dari upaya menghidupkan tradisi sekaligus potensi wisata berbasis budaya.
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani mengatakan Selaju Sampan Badunsanak bukan sekadar perlombaan, melainkan bagian dari identitas daerah yang telah melekat sejak lama.
“Dahulunya ini merupakan salah satu identitas olahraga rakyat dan budaya di Kabupaten Dharmasraya, bahkan jauh sebelum daerah lain menjadikan olahraga adu cepat perahu ini sebagai ikon wisata,” ujar Annisa, dikutip Senin (17/8/2026).
Menurut Annisa, penyelenggaraan kembali kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menghidupkan tradisi yang pernah berkembang di tengah masyarakat Dharmasraya. Pada saat yang sama, kegiatan itu dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk mengembangkan potensi wisata yang bersumber dari budaya lokal.
Harimau Buas Jadi Juara
Perlombaan Selaju Sampan Badunsanak 2026 diikuti puluhan tim yang bersaing untuk menjadi yang terbaik. Persaingan akhirnya menempatkan Harimau Buas dari Kuantan Singingi sebagai juara pertama.
Harimau Buas berhak mendapatkan hadiah sebesar Rp10 juta sebagai juara I. Posisi kedua ditempati Harok Cameh dari Padang Laweh yang memperoleh hadiah Rp7 juta dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar).
Sementara itu, Saduduak Sapamainan dari Pulau Mainan keluar sebagai juara III. Tim tersebut mendapatkan hadiah sebesar Rp5 juta dari Pemprov Sumbar.
Tidak berhenti pada hadiah perlombaan, tiga tim terbaik juga memperoleh tambahan apresiasi dari Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani. Juara I, II, dan III masing-masing menerima bonus Rp2 juta.
Dengan tambahan bonus tersebut, Harimau Buas sebagai juara I memperoleh total hadiah dan bonus sebesar Rp12 juta. Sementara Harok Cameh mendapatkan total Rp9 juta dan Saduduak Sapamainan memperoleh total Rp7 juta.
Pemberian bonus tersebut menjadi bentuk apresiasi Bupati Dharmasraya terhadap prestasi sekaligus partisipasi para peserta yang ikut menyukseskan pelaksanaan Selaju Sampan Badunsanak.
Jadi Ruang Promosi UMKM
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut tidak hanya menawarkan tontonan olahraga tradisional. Kehadiran ribuan masyarakat juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi di sekitar lokasi kegiatan.
Para pelaku UMKM turut meramaikan kawasan tepian Batanghari selama kegiatan berlangsung. Dengan banyaknya masyarakat yang datang, kawasan penyelenggaraan tidak hanya menjadi pusat pertandingan, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk menjalankan aktivitas ekonomi.
Antusiasme masyarakat menjadi salah satu indikator bahwa olahraga rakyat dan budaya lokal masih memiliki daya tarik ketika dikemas melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara luas.
Kondisi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa penyelenggaraan Selaju Sampan Badunsanak memiliki potensi lebih luas. Selain menjaga tradisi, kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari pengembangan wisata Kabupaten Dharmasraya dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan manfaat ekonomi. (*
















