Sumbardaily.com, Padang - Isu mengenai dugaan keberadaan sosok yang dijuluki 'Tuan Takur' di Pasar Raya Padang mulai ditindaklanjuti aparat kepolisian.
Informasi yang sebelumnya disampaikan oleh Anggota DPR RI, Andre Rosiade kini memasuki tahap pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang disebut dalam sebuah video yang beredar di tengah masyarakat.
Kepolisian mengeklaim telah meminta keterangan dari lima orang untuk mengklarifikasi dugaan praktik pemalakan terhadap pedagang.
Langkah ini dilakukan guna memastikan kebenaran informasi serta mengidentifikasi apakah terdapat unsur pelanggaran hukum dalam aktivitas tersebut.
Kepala Sub Unit Pemeriksaan (Kasubnit Riksa) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang, Ipda Ryan Fermana menegaskan bahwa proses klarifikasi masih berlangsung dan pihaknya belum dapat menyimpulkan hasil akhir. Fokus utama aparat adalah menggali fakta secara menyeluruh agar tidak terjadi kesimpulan prematur.
"Terkait keberadaan 'Tuan Takur' di Pasar Raya yang dilontarkan oleh Anggota DPR RI, Andre Rosiade, kami telah meminta keterangan dari oknum yang disebut di dalam video tersebut, sampai saat ini kami masih meminta keterangan, hingga saat ini sudah lima orang kami minta keterangannya," kata Ryan, Sabtu (14/2/2026) malam.
Ipda Ryan menambahkan, penyidik masih menunggu rampungnya pemeriksaan untuk mengetahui apakah terdapat indikasi perbuatan melawan hukum.
"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan, apakah ada terindikasi perbuatan atau pelanggaran di sana atau tidak kami masih menunggu hasil pemeriksaan itu selesai," katanya.
Sorotan terhadap dugaan 'Tuan Takur' menguat setelah Andre Rosiade, yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, bertemu dengan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Kapolda Sumbar), Irjen Gatot Tri Suryanta. Pertemuan tersebut berlangsung di Jakarta pada Rabu (11/2/2026) lalu di sela kegiatan Rapat Pimpinan Kepolisian Republik Indonesia (Rapim Polri).
Andre menegaskan kedatangannya bertujuan menyampaikan keluhan pedagang kecil yang merasa dirugikan oleh dugaan praktik pemerasan.
Ia juga mengungkapkan sebelumnya telah memberikan tenggat waktu 3x24 jam kepada pihak yang diduga melakukan pemalakan.
"Saya sengaja mencari Pak Kapolda yang sedang menghadiri Rapim Polri di Jakarta. Ini bentuk keseriusan kami membela pedagang kecil. Pemerintah pusat sudah membangun Pasar Fase VII dengan kualitas yang baik, tapi jangan sampai pedagang yang sudah masuk malah dipalak," ujar Andre yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPR RI.
Menurut Andre, terduga pelaku dikenal dengan julukan 'Tuan Takur' dan diduga berinisial M. Ia menilai praktik semacam ini tidak hanya merugikan pedagang, tetapi juga mencederai semangat penataan dan revitalisasi pasar yang selama ini dilakukan pemerintah.
Andre menekankan bahwa keberadaan Pasar Raya Padang Fase VII sejatinya bertujuan mendorong kebangkitan ekonomi rakyat.
Oleh sebab itu, segala bentuk intimidasi atau pungutan liar harus diberantas agar pedagang dapat berusaha dengan aman dan nyaman.
"Kita harus bela pedagang yang ditindas tuan takur," kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) ini.
Menanggapi laporan tersebut, Irjen Gatot menyatakan akan segera memerintahkan jajarannya untuk melakukan pendalaman. Ia mengapresiasi langkah Andre Rosiade yang langsung menyampaikan persoalan masyarakat.
"Terima kasih Uda Andre sudah jauh-jauh menyampaikan persoalan warga Sumbar. Insya Allah apa yang disampaikan akan saya perintahkan kepada jajaran untuk diungkap. Tidak boleh ada oknum atau siapapun yang melakukan pelanggaran hukum dan merugikan masyarakat. Kita tegakkan aturan itu," ucap Gatot.
Gatot juga sesumbar mengeklaim bahwa aparat kepolisian di bawah kepemimpinannya akan bekerja profesional dan transparan agar persoalan ini dapat diselesaikan secara tuntas serta tidak terulang di kemudian hari. (adl)
















