Sumbardaily.com - Kerinduan jemaah haji untuk dapat melaksanakan salat di Masjidil Haram terus menjadi perhatian serius petugas haji Embarkasi Padang di Tanah Suci.
Di tengah padatnya aktivitas ibadah di Kota Makkah, petugas Kloter PDG 06 memberikan pendampingan khusus kepada jemaah, terutama lanjut usia dan jemaah risiko tinggi, agar tetap dapat beribadah dengan aman dan nyaman.
Pendampingan tersebut dilakukan karena tingginya kepadatan jemaah dari berbagai negara di Masjidil Haram serta kondisi cuaca Arab Saudi yang cukup berat bagi sebagian jemaah. Faktor kesehatan dan kondisi fisik menjadi perhatian utama petugas dalam mendampingi aktivitas ibadah harian jemaah.
Salah seorang Petugas Haji Kloter PDG 06, H. Afrilen, mengatakan pelayanan pendampingan diberikan sebagai bentuk upaya memastikan jemaah tetap dapat menjalankan ibadah tanpa mengabaikan kondisi kesehatan mereka.
“Pendampingan diberikan secara khusus kepada jemaah yang ingin melaksanakan ibadah di Masjidil Haram, namun tetap mempertimbangkan faktor kesehatan dan kondisi fisik jemaah,” kata Afrilen, Minggu (17/4).
Menurutnya, petugas kloter secara rutin mengingatkan jemaah agar tidak memaksakan diri apabila kondisi tubuh mulai menurun. Jemaah juga diminta mampu mengatur waktu ibadah dengan baik agar stamina tetap terjaga menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Selain itu, jemaah diimbau memperbanyak waktu istirahat dan menjaga asupan cairan guna menghindari kelelahan selama berada di Makkah. Cuaca panas dan aktivitas ibadah yang padat dinilai dapat memengaruhi kondisi fisik, khususnya bagi jemaah lansia dan risiko tinggi.
Layanan pendampingan tersebut mendapat sambutan positif dari para jemaah. Kehadiran petugas kloter dinilai sangat membantu, terutama bagi jemaah lansia dan disabilitas yang membutuhkan perhatian lebih saat menuju Masjidil Haram maupun ketika menjalankan ibadah.
Di tengah kepadatan aktivitas ibadah di Kota Suci, keberadaan petugas kloter menjadi penguat bagi jemaah untuk tetap tenang dan nyaman beribadah. Pendampingan itu juga diharapkan mampu membantu seluruh jemaah menyelesaikan rangkaian ibadah hingga puncak haji berlangsung.
Selain fokus pada pendampingan ibadah harian, seluruh rangkaian umrah wajib jemaah Kloter PDG 06 dilaporkan telah selesai dilaksanakan. Evaluasi pelaksanaan ibadah juga sudah dilakukan oleh pembimbing ibadah kloter guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.
“Alhamdulillah jemaah Kloter PDG 06 sudah menyelesaikan rangkaian umrah wajib dan telah dilakukan evaluasi oleh pembimbing ibadah kloter,” tulisnya dalam laporan.
Afrilen menambahkan, pembayaran dam tamattu’ jemaah juga telah dilaksanakan melalui layanan resmi Addahi yang dikoordinasikan oleh ketua kloter.
Saat ini, seluruh jemaah Kloter PDG 06 mulai mempersiapkan diri menghadapi fase puncak ibadah haji di Armuzna. Tahapan tersebut menjadi bagian paling penting sekaligus paling menguras tenaga selama pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.
“Mudah-mudahan seluruh jemaah diberikan kesehatan dan memperoleh haji yang mabrur,” tutupnya. (*)
















