Sumbardaily.com, Padang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Sumatera Barat (Sumbar) yang berlaku selama tiga hari, 10–12 Desember 2025.
Lembaga tersebut mencatat adanya potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat memengaruhi berbagai daerah, termasuk wilayah dengan kategori Siaga dan Waspada. Kondisi ini menjadi perhatian mengingat Sumbar memiliki kerentanan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan, dan longsor.
Pada 10 Desember, sejumlah daerah ditetapkan dalam kategori Siaga, yakni Kepulauan Mentawai, Agam, Padang Pariaman, Pariaman, Tanah Datar, Padang Panjang, dan Pesisir Selatan. Sementara Pasaman Barat, Bukittinggi, Lima Puluh Kota, Payakumbuh, serta Kabupaten Solok masuk kategori Waspada.
BMKG menyebutkan bahwa intensitas hujan berpotensi meningkat sepanjang hari sehingga aktivitas masyarakat di luar ruangan perlu mendapat perhatian khusus.
Memasuki 11 Desember, Kepulauan Mentawai menjadi satu-satunya daerah yang bertahan pada kategori Siaga, dengan potensi hujan lebat disertai angin kencang. Sedangkan Pasaman Barat dan Solok Selatan berada dalam kategori Waspada.
BMKG mengingatkan warga untuk lebih berhati-hati terhadap perubahan cuaca mendadak yang dapat memengaruhi keselamatan dan kelancaran mobilitas.
Pada 12 Desember, cakupan wilayah yang masuk dalam status peringatan cuaca semakin meluas. Hampir seluruh daerah di Sumbar berada dalam kategori Waspada, di antaranya Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Padang Panjang, Padang Pariaman, Pasaman, Kabupaten Solok, dan Pesisir Selatan.
Kondisi ini menunjukkan peningkatan potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu sejumlah aktivitas dan menimbulkan risiko bencana hidrometeorologi pada titik-titik rawan.
BMKG Minangkabau mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti informasi resmi secara berkala serta meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah perbukitan, bantaran sungai, dan wilayah dengan riwayat bencana.
Potensi banjir, genangan, dan longsor diperkirakan dapat meningkat ketika hujan turun dengan intensitas tinggi pada periode tersebut. Masyarakat juga diminta menyesuaikan aktivitas harian dengan perkembangan cuaca untuk meminimalkan risiko yang mungkin muncul. (pooke)
















