Penemuan Potongan Tubuh Akhiri Pencarian Korban Serangan Buaya di Pasaman Barat

Penemuan Potongan Tubuh Akhiri Pencarian Korban Serangan Buaya di Pasaman Barat

Operasi pencarian warga diterkam buaya di Pasaman Barat (Pasbar) oleh Tim SAR Gabungan. (Dok. Basarnas)

Sumbardaily.com, Pasaman Barat - Tim SAR gabungan telah menghentikan operasi pencarian korban serangan buaya di Sungai Batang Rosak, Sikabau, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat (Sumbar).

Keputusan ini diambil setelah ditemukannya potongan kaki korban yang telah dikonfirmasi oleh pihak keluarga dan puskesmas setempat.

Menurut laporan Kantor SAR Padang, korban bernama Uyun (55), warga Muaro Simpang Koto Sawah, menjadi korban serangan buaya saat sedang menembak ikan bersama delapan rekannya pada malam hari.

"Kejadian bermula pada tanggal 26 April 2025 sekitar pukul 21.30 WIB. Korban bersama rekan-rekannya sedang menembak ikan di tepi sungai ketika tiba-tiba diseret buaya," kata Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik.

Saksi mata bernama Anto (40) sempat berusaha menarik tangan korban, namun upaya penyelamatan tersebut tidak berhasil. Warga sekitar telah melakukan pencarian mandiri sebelum tim SAR tiba, tetapi korban tidak ditemukan.

Operasi pencarian yang memasuki hari keenam pada Jumat (2/5/2025) dimulai pukul 07.00 WIB.

Tim SAR gabungan membagi personel menjadi dua kelompok. Tim pertama melakukan pencarian menggunakan LCR (Light Composite Rescue Boat) dan perahu milik masyarakat untuk menyisiri area yang telah ditentukan, sementara tim kedua melakukan penyisiran darat di sepanjang bibir sungai.

Area pencarian mencakup panjang sekitar 6 kilometer dengan koordinat antara 0°8'22.42"N - 99°28'32.34"E dan 0°8'51.07"N - 99°25'32.22"E.

Lokasi kejadian berjarak sekitar 42,1 kilometer jarak lurus atau 46,4 kilometer jarak darat dari Pos SAR Pasaman, dengan estimasi waktu tempuh sekitar 2,5 jam.

Pada pukul 14.00 WIB, berdasarkan kesepakatan antara pihak keluarga dengan tim SAR gabungan dan pemerintah setempat, operasi pencarian resmi dihentikan setelah ditemukannya potongan kaki korban.

"Penemuan ini telah dikonfirmasi oleh keluarga korban dan ditegaskan melalui surat pemeriksaan dari Puskesmas Ujung Gading," katanya.

Debriefing, kata Abdul Malik, dilaksanakan pada pukul 14.15 WIB, di mana seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing disertai ucapan terima kasih dari Kantor SAR Padang.

"Operasi pencarian ini melibatkan berbagai pihak termasuk 5 personel dari Pos SAR Pasaman, 6 orang dari BPBD Pasaman Barat, 4 anggota Polsek Sungai Beremas, 4 personel Koramil Ujung Gadiang, dan sekitar 50 warga setempat," tuturnya.

Peralatan yang digunakan dalam operasi pencarian meliputi Rescue Car Double Cabin, LCR, peralatan SAR air, peralatan medis, peralatan komunikasi, peralatan SAR lainnya, Aqua Eye, dan drone.

Kantor SAR Padang dapat dihubungi melalui nomor darurat 115 (nasional), telepon (0751) 484534, atau ponsel 0813-7700-0115 untuk informasi lebih lanjut terkait operasi SAR di wilayah Sumbar. (red)

Baca Juga

Warga Kerinci Jambi yang Hilang di Solok Selatan Dinyatakan Hilang, 7 Hari Operasi Pencarian Nihil
Warga Kerinci Jambi yang Hilang di Solok Selatan Dinyatakan Hilang, 7 Hari Operasi Pencarian Nihil
Warga Kerinci Jambi Hilang di Solok Selatan, 4 Hari Dicari Belum Ditemukan
Warga Kerinci Jambi Hilang di Solok Selatan, 4 Hari Dicari Belum Ditemukan
Bocah Terakhir yang Hilang Saat Mandi-mandi di Ujung Batu Padang Ditemukan Meninggal
Bocah Terakhir yang Hilang Saat Mandi-mandi di Ujung Batu Padang Ditemukan Meninggal
Tim SAR Gabungan Cari Satu Bocah yang Hilang usai Mandi-mandi di Ujung Batu Padang
Tim SAR Gabungan Cari Satu Bocah yang Hilang usai Mandi-mandi di Ujung Batu Padang
Mobil Masuk Jurang di Kelok 9: Tujuh Penumpang Luka-luka, Ini Identitasnya
Mobil Masuk Jurang di Kelok 9: Tujuh Penumpang Luka-luka, Ini Identitasnya
Nelayan Hilang di Muaro Sunua Padang Pariaman Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Gabungan Ditutup
Nelayan Hilang di Muaro Sunua Padang Pariaman Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Gabungan Ditutup