Awal 2026 Ada 46 Kasus Gigitan, Bukittinggi Perkuat Pengendalian Rabies

Awal 2026 Ada 46 Kasus Gigitan, Bukittinggi Perkuat Pengendalian Rabies

Pemko Bukittinggi Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Cegah Rabies. (Foto: Facebook Pemerintah Kota Bukittinggi)

Sumbardaily.com - Upaya pengendalian rabies di Kota Bukittinggi terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.

Pemerintah Kota Bukittinggi menggencarkan koordinasi dengan berbagai instansi guna menekan angka kasus gigitan hewan penular rabies yang masih ditemukan hingga awal 2026.

Melalui Dinas Kesehatan, Pemko Bukittinggi menggelar pertemuan koordinasi lintas program dan lintas sektor (LP/LS) yang berlangsung di Hotel Rocky pada Selasa, 28 April 2026.

Forum ini menjadi langkah strategis untuk menyatukan peran berbagai pihak dalam penanggulangan rabies secara komprehensif.

Melansir Facebook Pemerintah Kota Bukittinggi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Ramli Andrian, menyampaikan bahwa kasus gigitan hewan penular rabies masih terjadi.

Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 175 kasus. Sementara itu, pada triwulan pertama tahun 2026, sejak Januari hingga Maret, jumlah kasus mencapai 46 kejadian.

Meski angka tersebut masih muncul, Ramli memastikan seluruh kasus berhasil ditangani dengan baik. “Semua kasus rabies di Kota Bukittinggi, termasuk pada tahun 2025, telah tertangani secara optimal,” ujarnya.

Rabies sendiri merupakan infeksi virus akut yang menyerang sistem saraf pusat, baik pada manusia maupun hewan berdarah panas seperti anjing, kucing, dan kera.

Penyakit ini disebabkan oleh virus dari genus Lyssavirus, yang penularannya terjadi melalui air liur hewan terinfeksi, baik melalui gigitan, cakaran, maupun jilatan pada luka terbuka.

Menurut Ramli, penanganan rabies tidak bisa hanya berfokus pada korban manusia semata. Pengendalian juga harus menyasar sumber penularan, yaitu hewan dan lingkungan sekitar.

“Penanganan rabies tidak hanya berfokus pada manusia, tetapi juga pada hewannya sendiri. Oleh karena itu, narasumber dihadirkan dari Dinas Kesehatan Provinsi serta UPTD Puskeswan untuk memberikan informasi terkini dan memperkuat sinergi antar instansi,” jelasnya.

Pertemuan tersebut melibatkan berbagai pihak terkait, mulai dari rumah sakit, puskesmas, pemerintah kecamatan, hingga Dinas Pertanian dan Dinas Kominfo. Keterlibatan lintas sektor ini dinilai penting untuk memastikan langkah penanganan berjalan terpadu dan berkelanjutan.

Selain penanganan kasus, upaya pengendalian juga mencakup tindakan pada hewan serta pengelolaan lingkungan. Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan puskeswan dalam melakukan langkah-langkah pencegahan secara menyeluruh.

Ramli menambahkan, forum koordinasi ini diharapkan mampu menghasilkan rencana tindak lanjut (RTL) yang konkret sesuai tugas dan fungsi masing-masing instansi. Salah satu fokus utama adalah memperkuat edukasi kepada masyarakat.

“Kami berharap melalui pertemuan ini juga akan disusun rencana tindak lanjut sesuai tugas dan fungsi masing-masing pihak, termasuk dukungan dalam edukasi kepada masyarakat agar upaya pencegahan rabies dapat berjalan lebih optimal,” ungkapnya.

Dengan sinergi yang semakin kuat antarinstansi, Pemko Bukittinggi menargetkan pengendalian rabies dapat dilakukan secara lebih efektif, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah risiko penularan penyakit tersebut.(*)

Baca Juga

Bocah Digigit Anjing Liar di Pantai Air Manis, Luka di Kepala hingga Paha
Bocah Digigit Anjing Liar di Pantai Air Manis, Luka di Kepala hingga Paha
Rabies Ancam Warga, Tanah Datar Intensifkan Pemusnahan Hewan Penular Rabies
Rabies Ancam Warga, Tanah Datar Intensifkan Pemusnahan Hewan Penular Rabies
933 Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Tanah Datar, Satu Orang Meninggal
933 Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Tanah Datar, Satu Orang Meninggal
Anjing Liar di Padang Mengamuk, Gigit Warga dan Ternak hingga Brimob Turun Tangan
Anjing Liar di Padang Mengamuk, Gigit Warga dan Ternak hingga Brimob Turun Tangan
Anjing Liar Serang 11 Warga di Padang Pariaman, 1 Luka Parah
Anjing Liar Serang 11 Warga di Padang Pariaman, 1 Luka Parah
Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies Meningkat di Tanah Datar
Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies Meningkat di Tanah Datar