Sumbardaily.com - Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi mulai menyalurkan bantuan sosial Atensi tahun 2026 kepada masyarakat yang membutuhkan.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, di halaman Kantor Dinas Sosial Kota Bukittinggi, Senin (22/6/2026).
Program bantuan sosial ini menjadi langkah awal dalam pelaksanaan penyaluran bantuan tahap pertama tahun 2026 yang ditujukan bagi penerima manfaat yang telah melalui proses verifikasi dan asesmen sesuai kebutuhan masing-masing. Dengan mekanisme tersebut, bantuan diharapkan dapat menjangkau kelompok sasaran secara tepat dan memberikan manfaat yang maksimal.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial RI melalui STPL Bekasi atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat Kota Bukittinggi.
“Bantuan ini diberikan kepada penerima manfaat yang telah melalui proses verifikasi dan asesmen sesuai kebutuhan masing-masing, sehingga bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran, tepat guna dan tepat manfaat. Penyaluran bantuan tahap pertama ini menjadi langkah awal yang baik dalam memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Ramlan Nurmatias.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan STPL Bekasi, Dedek Roslina, menjelaskan bahwa Kota Bukittinggi merupakan salah satu dari 22 wilayah kerja STPL Bekasi sebagai unit pelaksana teknis Kementerian Sosial RI.
Menurutnya, STPL Bekasi saat ini memberikan layanan dan pendampingan kepada sejumlah daerah di Sumatera Barat. Selain Kota Bukittinggi, wilayah yang menjadi cakupan pendampingan meliputi Kabupaten Pasaman, Pasaman Barat, Tanah Datar, dan Agam.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Bukittinggi, Roza Wahyuni, mengungkapkan bahwa bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan dasar keluarga. Bantuan tersebut terdiri dari 61 paket sarana kamar yang berisi kasur, bantal, dan sprei, kemudian 80 paket kebersihan diri, 28 paket sarana dapur berupa kompor, tabung gas dan regulator, 18 paket nutrisi, serta delapan paket peralatan sekolah.
Selain bantuan kebutuhan dasar, juga disalurkan bantuan pemberdayaan ekonomi berupa satu paket kewirausahaan untuk mendukung peningkatan kemandirian penerima manfaat.
Roza Wahyuni menjelaskan, perhatian juga diberikan kepada penyandang disabilitas melalui penyaluran berbagai alat bantu yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima.
“Untuk penyandang disabilitas, STPL Bekasi menyalurkan berbagai alat bantu, di antaranya kursi roda standar 6 unit, kursi roda anak 1 unit, tongkat kaki satu 3 unit, tongkat kaki empat 1 unit, tongkat netra standar 4 unit, kaki palsu 2 unit, tangan palsu 1 unit, alat bantu dengar berat 3 unit, alat bantu dengar standar 1 unit, kacamata 1 unit dan walker 1 unit,” jelasnya.
Melalui penyaluran bantuan sosial Atensi 2026 ini, Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Kementerian Sosial berharap kebutuhan dasar masyarakat rentan dapat terpenuhi sekaligus memperkuat upaya perlindungan sosial. Program tersebut juga menjadi bentuk dukungan nyata bagi penyandang disabilitas agar memperoleh akses yang lebih baik terhadap berbagai kebutuhan penunjang aktivitas sehari-hari. (*)
















