Sumbardaily.com, Padang – Pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana di kawasan Balai Gadang, Kota Padang, resmi memasuki tahap awal.
Program yang diinisiasi Yayasan Buddha Tzu Chi tersebut ditandai dengan proses penggalian pondasi perdana pada Kamis (12/2/2026), sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascabencana bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.
Langkah pembangunan ini menjadi wujud kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dalam menyediakan hunian layak bagi korban banjir. Di atas lahan yang telah disiapkan, direncanakan berdiri sebanyak 209 unit rumah yang diperuntukkan bagi keluarga terdampak.
Sebelum memasuki tahap konstruksi, proyek telah melalui berbagai proses persiapan lahan secara intensif. Tahapan tersebut meliputi pengkavlingan, pembersihan lahan, hingga pematokan area pembangunan yang difasilitasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Selain itu, pendampingan teknis juga dilakukan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman guna memastikan standar keamanan serta kelayakan hunian terpenuhi.
Perwakilan relawan, Prasetya Salim, menegaskan komitmen penyelesaian pembangunan agar masyarakat dapat segera menempati rumah permanen. Ia menyebutkan bahwa proses saat ini masih berada pada tahap awal berupa penggalian pondasi.
“Target kami, pembangunan unit tetap ini selesai dalam waktu empat bulan, dengan batas maksimal 14 bulan. Tujuannya agar bisa segera diserahkan kepada keluarga yang terdampak bencana,” ujarnya.
Keberadaan hunian tetap ini diharapkan menjadi titik awal pemulihan kehidupan warga, sekaligus menghadirkan rasa aman setelah masa tinggal sementara.
Program tersebut juga mencerminkan pentingnya sinergi lintas pihak dalam penanganan pascabencana yang berkelanjutan.
















