Sumbardaily.com – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Dharmasraya menghadirkan inovasi Besan Alia atau Bersama Isan Ayo Lapor Investasi Anda untuk memperkuat pendampingan bagi pelaku usaha. Layanan ini dirancang tidak hanya sebagai tempat konsultasi, tetapi juga menjadi sarana asistensi gratis untuk membantu pelaku usaha menyelesaikan berbagai persoalan perizinan dan pelaporan kegiatan penanaman modal.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Dharmasraya, Naldi, mengatakan inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama bagi masyarakat yang menjalankan kegiatan usaha. Besan Alia dihadirkan untuk memberikan kemudahan kepada pelaku usaha dalam memperoleh informasi sekaligus mendapatkan pendampingan ketika menghadapi kendala dalam proses perizinan maupun pelaporan investasi.
“Melalui Besan Alia, kami ingin memberikan kemudahan kepada pelaku usaha dalam mendapatkan informasi, menyampaikan kendala, serta memperoleh pendampingan terkait perizinan dan pelaporan investasi,” ujar Naldi dikutip Selasa (18/8/2026).
Menurut Naldi, kebutuhan pendampingan menjadi salah satu perhatian DPMPTSP karena pelaku usaha tidak selalu menghadapi persoalan yang sama dalam menjalankan kewajiban administrasi. Karena itu, Besan Alia tidak berhenti pada layanan konsultasi. Petugas DPMPTSP juga memberikan asistensi secara gratis sehingga pelaku usaha dapat memahami tahapan, prosedur, serta kewajiban yang harus dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Salah satu bentuk layanan yang diberikan melalui inovasi DPMPTSP Dharmasraya tersebut adalah pendampingan troubleshooting. Layanan ini ditujukan kepada pelaku usaha yang mengalami kesulitan saat menggunakan aplikasi Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA).
Pendampingan dilakukan untuk membantu menangani persoalan sistem yang dihadapi pelaku usaha. Selain itu, petugas juga memberikan bantuan ketika pelaku usaha perlu melakukan revisi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), termasuk menghadapi berbagai persoalan teknis lainnya yang berkaitan dengan penggunaan sistem tersebut.
“Permasalahan teknis pada sistem jangan sampai menjadi hambatan bagi pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban pelaporan. Karena itu, melalui Besan Alia, kami memberikan pendampingan agar proses tersebut dapat berjalan lebih mudah dan sesuai ketentuan,” jelas Naldi.
Kehadiran layanan troubleshooting tersebut menjadi salah satu sisi menarik dari Besan Alia. Sebab, pelaku usaha tidak hanya diarahkan untuk mengetahui informasi mengenai perizinan, tetapi juga mendapatkan bantuan ketika menghadapi kendala teknis dalam memenuhi kewajiban pelaporan investasi.
DPMPTSP Kabupaten Dharmasraya membuka pendampingan tersebut bagi pelaku usaha dari berbagai skala. Layanan BESAN ALIA dapat dimanfaatkan oleh Usaha Mikro dan Kecil (UMK) maupun Non-UMK.
Dengan pendampingan secara langsung, pelaku usaha diharapkan semakin memahami berbagai kewajiban yang harus dipenuhi. Pemahaman tersebut juga diharapkan dapat mendorong peningkatan kepatuhan pelaku usaha dalam melakukan pelaporan kegiatan penanaman modal.
Bagi DPMPTSP Kabupaten Dharmasraya, pelayanan yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan penyelesaian administrasi. Pendampingan juga menjadi bagian dari upaya menciptakan pelayanan publik yang lebih mudah diakses oleh masyarakat dan dunia usaha.
Melalui Inovasi DPMPTSP Dharmasraya, pemerintah daerah berharap proses perizinan serta pelaporan investasi dapat berlangsung secara lebih sederhana dari sisi pelayanan, sekaligus tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pelayanan yang cepat, responsif, dan profesional diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha.
Keberadaan Besan Alia juga diharapkan dapat mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Dharmasraya. Ketika pelaku usaha memperoleh informasi dan pendampingan yang memadai, berbagai kendala dalam proses perizinan maupun pelaporan diharapkan dapat ditangani dengan lebih baik.
Naldi menegaskan DPMPTSP Kabupaten Dharmasraya tidak berhenti pada inovasi yang telah berjalan. Pengembangan pelayanan publik akan terus dilakukan agar layanan yang diberikan semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
“Besan Alia merupakan salah satu bentuk komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan yang inovatif dan berorientasi pada kebutuhan pelaku usaha. Kami berharap inovasi ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan investasi serta pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya. (*)
















