Sumbardaily.com, Padang - Dompet Dhuafa Volunteer Sumatera Barat (Sumbar) mengampanyekan Gerakan Kurban Asyik Tanpa Sampah Plastik pada perayaan Idul Adha 2024 ini.
Inisiatif ini bertujuan mengganti penggunaan kantong plastik sekali pakai dalam pendistribusian daging kurban dengan kemasan ramah lingkungan atau wadah kearifan lokal.
Melalui gerakan ini, Dompet Dhuafa Volunteer Sumbar mendorong masyarakat untuk membawa wadah sendiri dari rumah seperti besek, katidiang, keranjang tahu, atau daun jati saat menerima bagian daging kurban.
Sehingga tindakan ini diharapkan dapat mengurangi timbunan sampah plastik yang sulit terurai dan mencemari lingkungan.
"Dompet Dhuafa Volunteer Sumbar menggunakan katidiang dan keranjang tahu yang terbuat dari anyaman bambu sebagai wadah untuk kemasan daging kurban," ungkap Nia, salah satu relawan.
Pada Idul Adha tahun ini, Dompet Dhuafa Volunteer Sumbar menyalurkan 600 kemasan ramah lingkungan di tiga lokasi, yaitu Masjid Al Jamaah Ampang Kuranji Padang, Kampung Ternak Dompet Dhuafa Singgalang Toboh Sikumbang Padang Pariaman, dan Ulakan Tapakis Padang Pariaman.
Di Ampang, Kuranji, Kota Padang, Dompet Dhuafa Volunteer Sumbar bekerja sama dengan Bank Sampah Ampang Saiyo Mandiri dalam menerapkan Gerakan Kurban Asyik Tanpa Sampah Plastik.
Namun, menurut Nia, relawan menghadapi tantangan karena masih banyak masyarakat yang merasa repot dengan program ini, baik dalam membawa wadah sendiri maupun dari pihak panitia kurban yang membutuhkan banyak tempat untuk mengelompokkan daging.
Direktur Bank Sampah Ampang Saiyo, Nora Fitriani sangat mendukung gerakan ini. Ia mengatakan di Kota Padang, baru diterapkan di Ampang dengan dukungan 300 kemasan dari Dompet Dhuafa.
"Ini sudah termasuk langkah awal untuk memberikan contoh sekaligus edukasi kepada masyarakat," ujarnya.
Meskipun sebagian masyarakat masih menggunakan plastik, Nora menyatakan bahwa kemasan ramah lingkungan telah membantu mengurangi sampah plastik.
Dia berharap pada tahun depan penerapan gerakan ini dapat dimaksimalkan di Ampang dan ditambah di lokasi lain. (red)















