Pakar Unand Ungkap Fakta Gunung Marapi: 528 Erupsi Sejak 2023, Dapur Magma Masih Aktif

Pakar Unand Ungkap Fakta Gunung Marapi: 528 Erupsi Sejak 2023, Dapur Magma Masih Aktif

Gunung Marapi Erupsi (Foto: Istimewa)

Sumbardaily.com – Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar) masih terus menunjukkan aktivitas vulkanik yang konsisten sejak erupsi besar pada 3 Desember 2023. Hingga 3 Maret 2026, gunung api yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar tersebut tercatat tidak pernah benar-benar berhenti beraktivitas.

Data resmi dari MAGMA ESDM mencatat bahwa dalam kurun waktu lebih dari dua tahun tersebut, Gunung Marapi telah mengalami 528 kali erupsi. Dari jumlah itu, sebanyak 524 erupsi tergolong kecil dengan indeks VEI 1, sementara empat erupsi lainnya memiliki kekuatan sedikit lebih tinggi dengan indeks VEI 2.

Selain erupsi, aktivitas vulkanik lainnya juga cukup intens. Tercatat 8.904 kali hembusan berupa pelepasan gas dan abu dengan intensitas yang lebih rendah selama periode tersebut.

Guru Besar Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Unand), Prof Dian Fiantis, menjelaskan bahwa meskipun letusan yang terjadi tergolong kecil secara ilmiah, frekuensi yang tinggi menunjukkan bahwa aktivitas dapur magma di bawah Gunung Marapi masih berlangsung.

Menurutnya, pola erupsi kecil yang terjadi berulang kali merupakan tanda bahwa sistem magmatik gunung api tersebut masih aktif.

“Marapi seperti melepaskan energinya sedikit demi sedikit. Letusan kecil yang terjadi berulang menandakan sistem magmanya tetap aktif,” ujarnya dikutip Jumat (6/3/2026).

Jika dihitung dalam rentang sekitar 27 bulan, rata-rata aktivitas erupsi Gunung Marapi mencapai hampir 20 kali setiap bulan. Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik gunung tersebut bukanlah peristiwa sporadis, melainkan pola yang terus berulang.

Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gunung, aktivitas tersebut kerap terasa secara langsung. Bau belerang terkadang tercium hingga kawasan Kubang Putih bahkan mencapai Kota Padang Panjang. Selain itu, abu vulkanik tipis juga sesekali turun dan menempel pada atap rumah warga, tanaman, hingga jalanan.

Dian Fiantis menjelaskan bahwa meskipun erupsi dengan indeks VEI 1 hingga VEI 2 tergolong kecil, akumulasi material yang dikeluarkan oleh gunung tersebut tetap signifikan karena frekuensinya tinggi.

Dengan estimasi densitas abu sekitar 1,5 ton per meter kubik, jumlah material yang telah dikeluarkan Gunung Marapi diperkirakan mencapai sekitar 14 juta ton pada skenario minimum. Bahkan dalam skenario maksimum, jumlahnya dapat mendekati 846 juta ton.

Material vulkanik yang dikeluarkan Marapi tidak hanya berdampak pada lingkungan sekitar, tetapi juga memiliki potensi manfaat bagi sektor pertanian. Abu vulkanik Marapi diketahui mengandung sejumlah unsur hara penting seperti kalsium, kalium, magnesium, sulfur, dan fosfat yang dalam jangka panjang dapat meningkatkan kesuburan tanah.

Meski demikian, Dian Fiantis menegaskan bahwa pada fase aktivitas gunung api yang masih berlangsung, aspek keselamatan masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama.

Ia menekankan bahwa aktivitas gunung api memang tidak dapat dihentikan, namun dampaknya masih dapat dikelola dengan perencanaan yang tepat.

“Gunung tidak bisa dihentikan, tetapi dampaknya bisa dikelola. Dengan mitigasi yang baik dan perencanaan berbasis data, daerah dapat mengurangi risiko sekaligus memanfaatkan potensi kesuburan yang dihasilkan oleh aktivitas vulkanik,” kata Dian Fiantis. (*)

Baca Juga

Persebaya Surabaya Mengamuk di Padang, Hancurkan Semen Padang FC 7-0
Persebaya Surabaya Mengamuk di Padang, Hancurkan Semen Padang FC 7-0
Kunjungi Padang, Menaker Yassierli Siapkan Pelatihan IT bagi 3.100 Generasi Muda
Kunjungi Padang, Menaker Yassierli Siapkan Pelatihan IT bagi 3.100 Generasi Muda
19 WNI Diamankan di Arab Saudi saat Haji 2026, Diduga Terlibat Haji Ilegal hingga Penjualan Dam
19 WNI Diamankan di Arab Saudi saat Haji 2026, Diduga Terlibat Haji Ilegal hingga Penjualan Dam
Banjir Tanah Datar Belum Sepenuhnya Surut, BNPB Ingatkan Ancaman Hidrometeorologi
Banjir Tanah Datar Belum Sepenuhnya Surut, BNPB Ingatkan Ancaman Hidrometeorologi
Petugas Satreskrim Polresta Padang memperlihatkan tersangka kasus pencurian dalam keluarga bersama barang bukti brankas kayu di Mapolresta Padang.
Anak Kandung di Padang Ditangkap usai Curi Perhiasan dan Uang Milik Ibu Sendiri
Pemprov Sumbar Klaim Rehabilitasi Lahan Pertanian Rusak Capai 100 Persen
Pemprov Sumbar Klaim Rehabilitasi Lahan Pertanian Rusak Capai 100 Persen