Sumbardaily.com, Padang - Pemerataan infrastruktur jalan kembali menjadi prioritas Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui dua pekerjaan penting.
Pada Sabtu (15/11/2025), akses baru Jalan Taratak Saiyo di Kelurahan Koto Lua, Kecamatan Pauh diresmikan, sementara pengerjaan peningkatan kualitas Jalan KIS Mangunsarkoro di Kecamatan Padang Timur ditinjau langsung untuk memastikan prosesnya berjalan sesuai standar.
Jalan Taratak Saiyo kini menjadi penghubung baru antara kawasan Taratak di Kelurahan Koto Lua dan kawasan Alai di Kelurahan Kapalo Koto.
Jalan beton sepanjang 1,4 kilometer dan lebar 5 meter ini terwujud melalui dukungan Pokok-pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Padang, Rafdi, yang kemudian dilanjutkan melalui pendanaan Pemerintah Kota (Pemko) Padang.
Pembangunan yang dimulai sejak 2021 ini turut mendapat dukungan masyarakat yang menghibahkan lahan, sehingga pekerjaan berjalan tanpa hambatan administratif.
Peresmian jalan ditandai dengan pemotongan pita bersama Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion dan Anggota DPRD Padang, Rafdi.
Akses baru ini diharapkan mempermudah mobilitas warga, terutama dalam aktivitas pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Padang, Fadly Amran menyampaikan apresiasinya terhadap pembangunan jalan tersebut.
“Selamat atas selesainya pembangunan jalan ini. Kehadiran akses ini sangat penting bagi mobilitas warga, terutama dalam mengangkut hasil pertanian.”
Ketua DPRD Kota Padang Muharlion melihat penyelesaian jalan itu sebagai bukti bahwa kolaborasi antara masyarakat, legislatif, dan eksekutif dapat mempercepat pembangunan yang benar-benar dibutuhkan warga..
"Pembangunan yang berangkat dari kebutuhan riil warga akan lebih cepat terealisasi ketika didukung partisipasi aktif masyarakat. Kami mengapresiasi komitmen Wali Kota dan dedikasi Anggota DPRD Rafdi dalam memenuhi kebutuhan warga," katanya.
Anggota DPRD Padang, Rafdi mengatakan, pembangunan jalan tersebut melewati proses bertahap sejak 2021.
“Pembangunan jalan ini dimulai pada 2021 melalui dana BBGRM, lalu berlanjut tiga tahun berturut-turut melalui Pokir kami dengan total anggaran Rp1 miliar. Sejak 2024, penyempurnaan dilanjutkan melalui APBD Kota Padang," katanya.
Sementara itu, di Kecamatan Padang Timur, peninjauan pekerjaan overlay Jalan KIS Mangunsarkoro dilakukan untuk memastikan proses peningkatan jalan berlangsung sesuai spesifikasi teknis.
Pekerjaan overlay ini menjadi bagian dari program unggulan (Progul) Padang Rancak yang menargetkan perbaikan infrastruktur jalan, khususnya pada ruas-ruas protokol dengan intensitas lalu lintas tinggi.
Dalam peninjauan itu, Fadly Amran menegaskan bahwa peningkatan kualitas jalan tersebut merupakan bagian dari agenda pembangunan jangka menengah pemerintah kota.
"Kami berharap pengerjaan ini selesai tepat waktu sesuai target yang telah ditentukan. Ini bagian dari komitmen kita memperbaiki jalan yang ada di Kota Padang, baik jalan protokol maupun lainnya, dan ini merupakan komitmen kita dalam lima tahun yang akan datang," katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kadis PUPR) Kota Padang, Tri Hadiyanto memaparkan bahwa penanganan Jalan Mangunsarkoro dilakukan dengan metode cold milling untuk mengupas lapisan lama yang aus dan retak sebelum dilakukan overlay.
“Peningkatan Jalan Mangunsarkoro dikerjakan sepanjang 560 meter. Penanganan diawali dengan metode cold milling untuk mengupas lapisan lama yang aus dan retak, kemudian dilanjutkan dengan overlay,” katanya.
Tri menjelaskan bahwa nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp1,185 miliar dengan waktu pelaksanaan 60 hari. Namun, pekerjaan rampung lebih cepat dari jadwal.
“Pengerjaan selesai satu bulan lebih cepat, sehingga dapat dipastikan tuntas sebelum akhir tahun anggaran," katanya.
Ia mengatakan, ruas tersebut merupakan jalur strategis yang menghubungkan Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Sudirman, dan Jalan Ujung Gurun. Selama lebih dari satu dekade, jalan itu tidak pernah mendapat overlay besar dan hanya ditangani melalui patching.
"Karena itu, peningkatan menyeluruh menjadi prioritas. Mengingat tingginya arus lalu lintas, perbaikan menyeluruh menjadi prioritas. Tahun ini overlay dikerjakan dengan ketebalan 4 sentimeter untuk lapisan atas (wearing course) dan 6 sentimeter untuk lapisan bawah (binder course), disesuaikan dengan kedalaman galian di lapangan,” tuturnya. (adl)
















