Sumbardaily.com - Gerakan Subuh Mubarakah di Kota Padang terus menunjukkan jangkauan yang besar. Hingga saat ini, sekitar 60 ribu pelajar telah mengikuti kegiatan Subuh Mubarakah yang menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Padang dalam membentuk generasi muda.
Capaian tersebut disampaikan Wali Kota Padang, Fadly Amran saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) Kecamatan Padang Selatan di Masjid Raya Teluk Bayur, Kecamatan Padang Selatan pada Selasa (25/8/2026) malam.
Di hadapan jamaah Perti Padang Selatan, Fadly menyampaikan bahwa keterlibatan puluhan ribu pelajar dalam Subuh Mubarakah menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pendidikan keagamaan sekaligus pembentukan karakter generasi muda.
Menurut Fadly, upaya tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan Subuh Mubarakah.
Pemko Padang, katanya, juga terus memberikan perhatian terhadap berbagai unsur yang mendukung aktivitas keagamaan di tengah masyarakat, mulai dari guru mengaji hingga imam masjid.
“Saat ini sekitar 60 ribu siswa telah mengikuti kegiatan Subuh Mubarakah. Pemko Padang juga terus memperkuat perhatian terhadap guru mengaji, imam masjid, dan penyediaan ruang pembelajaran digital bagi masjid dan musala di Kota Padang," katanya.
Fadly juga mengajak jamaah Perti Kota Padang untuk ikut mendukung berbagai program pembangunan pemerintah daerah. Salah satu program yang disorot ialah Smart Surau, yang diarahkan sebagai bagian dari upaya membentuk dan mendidik generasi muda.
Pesan tersebut disampaikan dalam momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Bagi Fadly, nilai-nilai keagamaan dan pembentukan generasi muda menjadi bagian penting yang perlu terus diperkuat melalui dukungan berbagai elemen masyarakat.
Dorong Padang jadi Kota Terbersih
Selain pendidikan dan kegiatan keagamaan, Fadly mengajak jamaah meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Salah satu hal yang ditekankan ialah kebiasaan memilah sampah sebelum dibuang, terutama dengan memisahkan sampah organik dan anorganik.
Ia menyebut Kota Padang saat ini berada di peringkat kedelapan sebagai kota terbersih di Indonesia. Namun, pemerintah daerah tidak ingin berhenti pada capaian tersebut.
“Kami bertekad menjadikan Padang sebagai kota nomor satu terbersih di Indonesia. Untuk itu, kami mohon dukungan Bapak dan Ibu untuk melakukan pemilahan sampah sebelum dibuang, karena sangat menentukan dalam mewujudkan Padang menjadi kota terbersih di Indonesia," ucapnya.
Ajakan tersebut sekaligus memperluas pesan pembangunan yang disampaikan Fadly dalam peringatan Maulid Nabi. Jamaah tidak hanya diajak memperkuat kehidupan keagamaan, tetapi juga mengambil bagian dalam menjaga lingkungan Kota Padang.
Dalam kesempatan yang sama, Fadly Amran menyampaikan cita-cita Pemko Padang untuk membawa kota tersebut menjadi Kota Gastronomi Dunia melalui UNESCO.
Keinginan itu berkaitan erat dengan kekayaan kuliner yang dimiliki Padang. Nasi Padang dan rendang disebut sebagai potensi yang dapat dikembangkan lebih jauh sehingga tidak hanya menjadi identitas kuliner daerah, tetapi juga memiliki dampak terhadap sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
“Kekayaan kuliner kita seperti Nasi Padang dan Rendang merupakan potensi besar yang dapat dikembangkan. Jika kita berhasil menjadi Kota Gastronomi Dunia, maka akan memberikan dampak terhadap kunjungan masyarakat dunia ke Kota Padang, yang tentunya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat," ungkapnya.
Cita-cita tersebut sejalan dengan tema Hari Jadi Kota Padang (HJK) ke-357, yakni “Taste of Padang Experience, Road to Gastronomy City”.
Sementara itu, Prof Duski Samad dalam tausiyahnya mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk meneladani kehidupan Rasulullah SAW.
Menurutnya, kehidupan Nabi Muhammad SAW menyimpan banyak keteladanan yang dapat dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Keteladanan tersebut tidak hanya berkaitan dengan sosok Rasulullah, tetapi juga dapat dipelajari dari kehidupan istri dan anak-anak beliau," imbuh Duski Samad. (*)















